Tuhan Yesus Melemparkan Api
21 September 2017

Ternyata hanya Tuhan Yesus yang dapat membuka kemungkinan terjadinya semua pergolakan dunia hari ini. Hal ini terjadi, sebab tanpa adanya berbagai pergolakan-pergolakan tersebut, dunia tidak akan memasuki “zaman baru”, yaitu zaman di manaTuhan Yesus datang membangun Kerajaan-Nya secara fisik. Hanya Tuhan Yesuslah yang sanggup membuka materai yang dilihat Yohanes dalam penglihatannya di pulau Patmos.

Wahyu 5 mengungkap adanya materai. Materai di sini menunjuk kepada perjalanan sejarah dunia. Materai dibuka, berarti akan muncul perubahan-perubahan dalam sejarah hidup manusia secara umum dan menyeluruh atau mendunia. Tuhan Yesus mampu mengadakan perubahan dunia ini dengan segala pergolakannya setelah Ia menyelesaikan tugas penyelamatan melalui korban Diri-Nya di atas bukit Kalvari sebagai Domba yang tersembelih (Luk 12:49-51 “Aku datang untuk melemparkan api ke bumi dan betapakah Aku harapkan, api itu telah menyala! Aku harus menerima baptisan, dan betapakah susahnya hati-Ku, sebelum hal itu berlangsung! Kamu menyangka, bahwa Aku datang untuk membawa damai di atas bumi? Bukan, kata-Ku kepadamu, bukan damai, melainkan pertentangan).

Dalam Lukas 12:50 Tuhan Yesus berkata: “Aku harus menerima baptisan, dan betapakah susahnya hati-Ku, sebelum hal itu berlangsung”. Baptisan di sini bukan baptisan air, sebab Tuhan Yesus sudah dibaptis air selam oleh Yohanes pembaptis. Ketika Tuhan Yesus mengatakan ini Ia sudah dibaptis oleh Yohanes dan Ia sedang menghadapi penderitaan-Nya. Baptisan di sini adalah kematian dari penderitaan-Nya di kayu salib. Baptisan yang sama, yaitu penderitaan, juga akan dialami oleh orang-orang percaya (Mrk. 10:39).

Karena korban Tuhan Yesus di bukit Kalvari sampai kematian dan kebangkitan-Nya, maka Ia dapat mengalahkan Iblis dan segala kekuatannya. Dengan kemenangan-Nya tersebut Ia dapat mengadakan perubahan-perubahan atas dunia yang selama ini dalam kekuasaan dan cengkeraman Iblis. Hanya setelah Tuhan Yesus bangkit Ia bisa berkata: Segala kuasa di surga dan di bumi dalam tangan-Ku. Setelah baptisan penderitaan itu dijalani oleh Tuhan Yesus dan menang, sejarah dunia dapat diakhiri.

Dalam Wahyu 5:1-5, disaksikan oleh Yohanes bahwa tidak ada seorang pun dapat membuka materai pada gulungan kitab. Gulungan di sini dalam teks aslinya ditulis biblion gegrammenon, gulungan yang berisi tulisan. Kalau zaman sekarang adalah buku. Gulungan tersebut tidak bisa dibuka, sebab gulungan tersebut diikat oleh semacam tali yang diberi materai. Dalam teks aslinya kata materai adalah sphragis, yang bisa berarti segel (Ing. seal), menunjuk kepada stempel yang menutup sesuatu yang bersifat pribadi. Jadi gulungan kitab tersebut disegel dan isinya tidak dapat dibaca.

Kalau materai belum bisa dibuka, maka gulungan kitab tersebut tidak dapat dibaca. Gulungan kitab tersebut menunjuk perjalanan sejarah dunia yang tidak bisa diubah sebelum materainya dibuka oleh kekuatan tertentu. Ternyata Tuhan Yesuslah satu-satunya Anak Domba Allah yang tersembelih yang mampu dan berkuasa membuka materai itu. Karenanya ada nyanyian yang tertulis dalam Wahyu 5:9-10 Dan mereka menyanyikan suatu nyanyian baru katanya: “Engkau layak menerima gulungan kitab itu dan membuka materai-materainya; karena Engkau telah disembelih dan dengan darah-Mu Engkau telah membeli mereka bagi Allah dari tiap-tiap suku dan bahasa dan kaum dan bangsa. Dan Engkau telah membuat mereka menjadi suatu kerajaan, dan menjadi imam-imam bagi Allah kita, dan mereka akan memerintah sebagai raja di bumi.” Jadi jelaslah bahwa goncangan-goncangan atau pergolakan-pergolakan atas dunia yang mengubah jalan sejarahnya ini tidak akan dapat terjadi sebelum Tuhan Yesus menyelesaikan tugas keselamatan-Nya.