Standar yang Dikehendaki Allah
09 February 2020

Integritas Allah memang luar biasa, sungguh sempurna. Ia tidak mengurangi harga yang harus dipenuhi atau dibayar oleh orang percaya untuk dapat disebut sebagai orang percaya atau orang beriman. Bagaimana pun keadaannya, Allah tetap menghendaki suatu level yang harus dicapai oleh setiap orang percaya, yang mana sesuai dengan standar yang Allah kehendaki. Oleh karena itu, setiap kita harus mempersoalkan level mana yang harus kita capai, sehingga kita diakui atau diterima sebagai orang percaya di hadapan Allah. Setiap orang percaya memiliki level yang berbeda-beda. Firman Tuhan mengajarkan bahwa yang diberi banyak akan dituntut banyak, sedangkan yang diberi sedikit dituntut sedikit pula. Dalam hal ini, hanya Tuhan yang tahu dan memang hanya Dia yang menentukan standar levelnya. Itulah sebabnya kita tidak berhak mengukur orang lain dengan ukuran kita sendiri.

Ketika orang muda yang kaya mendengar bahwa mengikut Yesus harus menjual segala miliknya, membagikannya kepada orang miskin dan mengikut Yesus, maka ia pergi dengan sedih sebab ia menolak syarat yang diajukan oleh Yesus. Yesus membiarkan orang muda kaya tersebut pergi dan tidak menahannya sama sema sekali (Mat. 19:21-23). Yesus tidak mengurangi harga yang harus dibayar atau dipenuhi untuk menjadi orang percaya atau untuk menjadi pengikut-Nya. Yesus tidak menahan orang muda yang kaya tersebut. Yesus membiarkannya pergi, sebab harga yang ditentukan oleh Allah tidak boleh dikurangi. Di sepanjang zaman dan di segala tempat, standar yang Allah kehendaki tidak berubah, walau tentu untuk masing-masing individu memiliki ukuran yang berbeda-beda.

Gereja mula-mula pada abad 1 adalah gereja yang masih sangat muda, bahkan bisa dikatakan masih “baby,” tetapi orang percaya yang berani mengaku Yesus sebagai Juruselamat harus tetap memenuhi level kehidupan orang beriman yang benar, yang dikehendaki oleh Allah. Allah tidak menurunkan standarnya walau mereka masih baru menjadi orang Kristen. Standar yang mereka harus kenakan tetap sama dengan gereja atau orang percaya sepanjang zaman dan di segala tempat. Demi untuk mencapai standar atau level yang harus dicapai gereja mula-mula tersebut, Allah memakai aniaya untuk mengangkat gereja-Nya pada level yang Allah kehendaki. Jadi, penganiayaan yang dialami gereja mula-mula mengondisikan mereka terangkat atau “terdongkrak.” Dalam hal ini, yang diubah bukan standar atau levelnya melainkan situasi dunia yang orang percaya hadapi pada zaman itu.

Jadi, bagaimana pun standar atau level yang harus dicapai orang percaya tidak pernah diturunkan, seperti untuk orang percaya di abad pertama yang didongkrak melalui situasi zaman, yaitu aniaya dimana orang-orang Kristen harus bertahan atau meninggalkan imannya. Itu sebabnya, dalam surat Petrus dikatakan bahwa penderitaan membuat orang percaya berhenti berbuat dosa (1Ptr. 4:1). Aniaya merupakan cara Allah “mendongkrak” atau mengangkat orang percaya pada level yang Allah kehendaki. Tetapi aspek lain yang terjadi, keadaan aniaya tersebut membuat banyak orang tidak bersedia menjadi orang Kristen. Jadi, kalau ada orang yang berani percaya kepada Yesus, ia harus mempertaruhkan segenap hidupnya tanpa batas; yaitu harta, keluarga, dan nyawa mereka. Dengan demikian, kalau ada orang menjadi Kristen pada waktu itu, pastilah ia seorang Kristen yang berkualitas. Levelnya pasti tinggi. Hal ini sangat berbeda dengan orang Kristen hari ini. Kondisi dunia yang tidak mengancam seseorang menjadi Kristen membuka peluang banyak orang Kristen palsu, artinya tidak memenuhi standar atau level yang Allah kehendaki.

Sekarang Allah tidak mendongkrak kita dengan aniaya, karena gereja hari ini sudah berumur hampir dua ribu tahun. Alkitab sudah lengkap dan mudah dibaca (pada gereja mula-mula belum ada Alkitab Perjanjian Baru). Sejarah gereja sudah cukup untuk bisa menjadi pelajaran bagi orang Kristen di seluruh dunia. Karena itu, para teolog bertanggung jawab mengarahkan jemaat ke arah yang benar, sebab para teologlah yang belajar sejarah gereja. Orang Kristen hari ini bisa menggali Alkitab dengan fasilitas yang sangat memadai; untuk melihat bahasa asli, melihat konteks latar belakang dalam sekejap melalui komputer, internet, dan lain sebagainya. Dengan fasilitas ini, orang Kristen mestinya sudah harus tahu bagaimana mencapai level kekristenan yang benar. Para teolog bertanggung jawab untuk memberi tuntunan.

Orang percaya hari ini memiliki fasilitas yang cukup untuk mengerti kebenaran dan sejarah gereja dapat menjadi pelajaran yang sangat mahal dan berharga. Namun demikian, orang-orang yang dipilih Allah adalah orang-orang yang diizinkan Allah untuk mengalami perkara-perkara yang luar biasa atau kejadian-kejadian yang sering tidak diharapkan terjadi. Ternyata, semua kejadian tersebut diizinkan Allah terjadi untuk mengangkat kita ke level yang lebih tinggi, sehingga kita memenuhi standar yang dikehendaki oleh Allah untuk menjadi orang percaya atau orang beriman yang benar yang sesuai standar atau level yang dikehendaki oleh Allah.