Rintihan Yang Tidak Terucapkan
26 July 2017

Dalam Roma 8:26 tertulis: Demikian juga Roh membantu kita dalam kelemahan kita; sebab kita tidak tahu, bagaimana sebenarnya harus berdoa; tetapi Roh sendiri berdoa untuk kita kepada Allah dengan keluhan-keluhan yang tidak terucapkan. Roh yang membantu ini roh siapa? Berdasarkan analisa di atas roh yang dimaksud adalah spirit atau gairah yang dilahirkan atau muncul dalam kehidupan orang percaya dari perjalanan hidup dalam pimpinan Roh Allah. Membantu di sini bisa berarti mengkondisi roh kita di mana terdapat hati nurani untuk mengerti segala sesuatu yang sesuai dengan kehendak Allah dan yang tidak sesuai dengan kehendak Allah. Roh itu menyatu dengan roh kita, sehingga dapat menaikkan doa dengan kualitas yang sebelumnya kita tidak mampu lakukan atau miliki.

Kata “membantu’ dalam teks aslinya bahasa Yunani adalah sunantilambanomai (συναντιλαμβάνομαι), yang juga berarti turut menanggung bersama atau bergumul bersama. Roh yang dihasilkan dari pimpinan Roh Kudus dalam diri orang percaya, mengajari bagaimana berdoa secara patut kepada Allah. Jadi, setelah roh itu memberi bukti bahwa orang percaya tersebut anak Allah, roh itu juga memberi bantuan bagaimana sepatutnya berdialog dengan Allah. Adapun yang dimaksud dengan “kelemahan” di sini bisa berarti kelemahan fisik, tetapi juga berarti ketidakberdayaan atau ketidakmampuan untuk mengerti. Tepat sekali, bahwa roh menolong kita untuk mengetahui apa yang patut kita minta kepada Bapa.

Sebelum kita dipimpin Roh Kudus sehingga belum melahirkan roh itu, kita berdoa secara sembarangan. Kita minta apa saja yang menurut diri kita sendiri adalah baik dan menguntungkan. Tetapi setelah kita memiliki roh itu, maka roh itu memberi kepekaan untuk mengerti apa yang patut disampaikan dalam doa atau dalam berdialog dengan Allah. Inilah maksudnya bahwa roh itu membantu kita berdoa. Roh itu membantu kita untuk menaikkan dosa syafaat untuk orang lain, khususnya untuk para hamba-hamba Tuhan dan untuk pekerjaan Tuhan, dengan tulus dan benar. Dalam hal ini, doa syafaat bukan hanya dinaikkan secara sembarangan, seperti yang dilakukan banyak orang. Menurut mereka yang penting mengucapkan kalimat doa untuk orang lain, apakah itu negara dan bangsa, pemerintah, gereja, para hamba Tuhan, yatim piatu dan lain sebagainya. Tetapi menaikkan doa dengan beban yang tulus dan benar. Dalam ayat tersebut digunakan kalimat “keluhan-keluhan yang tak terucapkan”.

“Keluhan-keluhan” dalam teks aslinya adalah stenagmos (στεναγμός) adalah rintihan (groaning). “Tak terkatakan” dalam teks aslinya adalah alaletos (ἀλάλητος), yang artinya unexpressed, inexpressible (tak terekspresikan atau sulit mengemukakan atau menyatakan). Dalam hal ini kalimat keluhan-keluhan yang tidak terkatakan menunjuk beban yang sangat mendalam. Roh yang dilahirkan dari pimpinan Roh Kudus memberi kemampuan seseorang memiliki beban yang sangat mendalam terhadap sesama terutama bagi pekerjaan Allah.

Dalam Roma 8:27 tertulis: Dan Allah yang menyelidiki hati nurani, mengetahui maksud Roh itu, yaitu bahwa Ia, sesuai dengan kehendak Allah, berdoa untuk orang-orang kudus. Kata Allah dalam teks aslinya sebenarnya tidak ada, teks aslinya tertulis: o de eraunon (ὁ δὲ ἐραυνῶν), yang artinya seseorang (male atau He) menyelidiki. Tidak jelas siapa yang dimaksud He di sini. Jika kita menghubungkan dengan ayat sebelumnya, maka yang memimpin orang percaya adalah Roh Allah, maka lebih dekat atau lebih tepat dipahami sebagai Allah yang menyelidiki. Sebenarnya kata “hati nurani” dalam teks aslinya adalah phronema to pneumatos, yang artinya cara berpikir atau hati nurani dari roh manusia. Dalam hal ini roh itu telah menyatu dengan roh kita (roh manusia). Kalau melihat teks aslinya Roma 8:27 dapat diterjemahkan sebagai berikut: Dia yang menyelidiki hati, tahu cara berpikirnya roh (hati nurani), bahwa ia berdoa syafaat sesuai dengan kehendak Allah untuk orang-orang suci. Roh tersebut memberi kemampuan kita mengerti kehendak Allah apa yang baik, yang berkenan dan yang sempurna. Dengan demikian jelas bahwa roh yang membantu kita berdoa bukan Roh Kudus, tetapi roh itu. Tidak mungkin Allah menyelidiki Roh-Nya sendiri.