Perjuangan Terberat
28 January 2019

Tuhan Yesus mengatakan agar orang percaya mendahulukan Kerajaan Allah dan kebenaran-Nya (Mat. 6:33). Hal ini sebenarnya mengisyaratkan bahwa perjuangan untuk menjadi anggota keluarga Kerajaan adalah sesuatu yang lebih berat dan sulit dibandingkan dengan segala perjuangan apa pun selama hidup di bumi ini. Tetapi faktanya, banyak orang Kristen yang tidak mengerti dan tidak menyadari hal ini sama sekali. Sehingga mereka menganggap studi, karir, mencari teman hidup, berkeluarga, dan mencari uang lebih sulit dan berat daripada mencari Tuhan atau menjadi anggota keluarga Kerajaan. Mereka menganggap menjadi anggota keluarga Kerajaan atau Tuhan sendiri bukan hal yang penting dan utama dalam hidup ini.

Bisa juga mereka bukan tidak menganggap penting, tetapi merasa sudah menjadi anggota keluarga Kerajaan Surga, sehingga tidak merasa perlu melakukan perjuangan untuk itu. Hal ini terjadi sebab pengajaran yang ada tidak mengajarkan bahwa percaya itu bukan sekedar aktivitas pikiran, dan keselamatan itu bukan sekadar terhindar dari neraka. Keselamatan adalah usaha Tuhan mengembalikan manusia ke rancangan Allah semula. Itulah sebabnya manusia harus memberi respon terhadap usaha Tuhan tersebut. Jika manusia meresponi usaha Tuhan tersebut, maka manusia akan mengalami pembaharuan hidup terus menerus menuju kesempurnaan sehingga layak menjadi anggota keluarga Kerajaan. Harus selalu diingat bahwa keselamatan yang difasilitasi pengorbanan Yesus di kayu salib pada prinsipnya adalah perubahan atas diri manusia yang diselamatkan.

Orang percaya harus menyadari kesalahan ini, sejatinya hal menjadi anggota keluarga Kerajaan atau yang sama dengan mencari Tuhan, bukan saja hal utama dalam kehidupan, tetapi harus dipandang sebagai satu-satunya isi dan tujuan hidup sebagai anak-anak Allah. Oleh sebab itu, dalam kehidupan orang percaya tidak ada prioritas atau urut-urutan kepentingan, sebab isi satu-satunya perjuangan hidup hanyalah bagaimana menjadi anggota keluarga Kerajaan Surga. Dengan demikian, hidup di bumi yang tidak lebih dari seratus tahun ini hanya digunakan sebagai kesempatan untuk menjadi anggota keluarga Kerajaan. Jadi, kalau ada orang Kristen yang tidak tertarik hal ini -sehingga tidak mendahulukan Kerajaan Allah dan kebenaran-Nya seperti yang dimaksud oleh Tuhan Yesus- berarti ia menjadikan dirinya sebagai pemberontak. Orang seperti ini selamanya tidak akan pernah menjadi anggota keluarga Kerajaan Surga.

Orang percaya harus menyadari bahwa kesempatan untuk menjadi anggota keluarga Kerajaan selama-lamanya hanya satu kali selama hidup di bumi yang sementara ini. Hal ini tidak pernah akan terulang untuk selamanya. Kesempatan ini bukan hanya satu kali, tetapi juga singkat dan tidak seorang pun tahu kapan berakhirnya kesempatan ini. Oleh sebab itu melakukan segera perjuangan untuk menjadi anggota keluarga Kerajaan tidak boleh ditunda sama sekali. Orang percaya harus memandang hal ini adalah sesuatu yang bukan saja selalu darurat untuk dilakukan segera, juga bukan saja penting, tetapi juga satu-satunya misi perjuangan hidup. Jika orang percaya memiliki kesadaran ini, maka secara otomatis atau dengan sendirinya menggiring dirinya untuk mendahulukan Kerajaan Allah.

Meneguhkan kebenaran ini, orang percaya harus selalu menyadari bahwa kehidupan manusia bukan hanya satu kali di bumi ini. Kehidupan yang indah yang dirancang oleh Allah di bumi ini telah menjadi rusak oleh karena kesalahan Adam dan Hawa, manusia pertama. Allah yang cerdas tidak menciptakan kehidupan seperti sekarang ini di bumi, dimana manusia didera oleh perang, sakit penyakit, bencana, kemiskinan, dan kematian, serta berbagai penderitaan lain. Itulah sebabnya Allah menciptakan dunia lain yang sempurna di langit baru dan bumi yang baru nanti. Untuk hal ini Tuhan Yesus menyatakan bahwa Ia pergi untuk menyediakan tempat bagi orang percaya. Bila Ia sudah menyediakan tempat bagi orang percaya, maka Ia akan kembali dan membawa orang percaya ke sana, supaya di mana Dia ada, orang percaya juga ada (Yoh. 14:1-3). Dalam hal ini Kekristenan adalah kehidupan yang difokuskan ke depan, yaitu kehidupan di balik kubur, bukan di bumi ini.

Oleh sebab itu orang percaya yang sudah menyatakan diri untuk mengikut Tuhan Yesus harus sepenuhnya tidak lagi memikirkan perkara-perkara yang di bumi (Kol. 3:1-4). Segala sesuatu harus dilakukan hanya untuk persiapan memasuki kehidupan yang akan datang. Itulah sebabnya Tuhan Yesus mengatakan agar orang percaya mengumpulkan harta di surga, bukan di bumi (Mat. 6:19-20). Kalau ada orang Kristen yang tidak melakukan hal ini, berarti ia memilih dunia ini dan tidak berminat untuk dibawa ke rumah Bapa. Biasanya orang-orang Kristen seperti ini tidak menjaga kelakuannya. Tentu saja mereka tidak berjuang untuk dapat melakukan kehendak Bapa. Orang Kristen seperti ini hendaknya tidak berharap akan dikenal oleh Tuhan Yesus dan diperkenan masuk Rumah Bapa. Meraka akan ditolak oleh Tuhan Yesus dan disamakan dengan orang-orang yang tidak mengenal Allah.