Perjuangan Orang Percaya
25 March 2017

Kalau kita memahami bahwa dunia akhir zaman sangat rawan, maka hal itu seharusnya memacu kita lebih bersungguh-sungguh dalam memperlengkapi diri dengan perlengkapan senjata Allah agar tampil sebagai pemenang. Panggilan ini senada dengan apa yang diucapkan rasul Paulus di dalam Galatia 5:1, “…jangan mau dikenakan kuk perhambaan lagi….” Pernyataan ini sama artinya jangan membuat monstermu tetap hidup, kuat dan menguasai hidupmu. Hendaknya kita tidak terkecoh oleh ajaran yang mengatakan bahwa orang Kristen yang sudah terpilih tidak akan dapat binasa, sebab kalau terpilih berarti ditentukan untuk selamat. Ajaran semacam ini memperlemah gairah pengiringan kita yang murni kepada Tuhan, sehingga kurang bersungguh-sungguh dalam meningkatkan mutu kehidupan rohani (Flp. 2:12). Selain itu, kehendak manusia yang harus digunakan secara proporsional tidak ditempatkan secara benar. Hal ini berarti mengabaikan tanggung jawab individu.

Pikiran yang mengatakan bahwa orang Kristen yang terpilih untuk selamat tidak akan bisa murtad lagi, menciptakan orang Kristen yang kurang sungguh-sungguh secara habis-habisan atau all out mempraktikkan kebenaran Allah atau kesucian Allah yang sejati. Biasanya lebih banyak mendiskusikan Alkitab dan mempercakapkannya daripada mempersonifikasikan dalam hidup.

Ada suatu perjuangan yang dilakukan Roh Kudus sebagai representatif Allah, yaitu mempersiapkan kita menjadi umat yang layak bagi-Nya. Kita yang diambil dari kubangan dosa belum berkeadaan sebagai umat yang layak bagi-Nya. Umat yang layak bukan hanya memiliki kehidupan moral yang baik, tetapi kesucian hidup seperti Allah sendiri; sempurna seperti Bapa atau serupa dengan Yesus.

Firman Tuhan mengatakan: Waspadalah (Ibr. 3:12), kata ini merupakan peringatan sekaligus ancaman. Peringatan ini tidak membuat kita menjadi orang Kristen yang dikejar-kejar ketakutan, tetapi peringatan yang membuat kita waspada. Selanjutnya kita berjuang untuk menjadi umat yang layak bagi Dia. Menjadi umat yang layak bagi-Nya artinya tidak sama dengan dunia ini dalam pola berpikir dan gaya hidup (Rm. 12:2). Itulah sebabnya Roh Kudus menggarap kita dengan atau melalui segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi orang percaya, agar tidak seperti dunia ini, tetapi berkarakter Yesus.

Orang percaya harus tidak serupa dengan dunia. Tidak serupa dalam “pikiran”nya atau budinya atau cara berpikirnya. Dalam teks Yunani kata pikiran adalah nous, juga diterjemahkan understanding (pengertian). Tuhan Yesus mengatakan bahwa apa yang dipikirkan manusia adalah pikiran dari Iblis atau berasal dari dunia ini (Mat. 16:21-23.). Pikiran seperti ini disebutkan “pengertian yang gelap” (Ef. 4:18). Dalam bahasa Yunaninya dianonia ontes apellotriomenoi. Dalam bahasa Inggris diterjemahkan the understanding being alienated, yang artinya pengertian yang asing atau pikiran asing. Pikiran yang asing adalah penyimpangan. Dari hal ini terbentuk monster dalam kehidupan seseorang. Harus diingat bahwa disebut monster sebab bentuk dari sebuah penyimpangan.

Dunia telah rusak oleh gaya hidup kebanyakan manusia yang fasik pada umumnya, tetapi mereka menerimanya sebagai standar normal. Gaya hidup itu bukanlah ukuran kebenaran menurut Alkitab, tetapi banyak orang Kristen ikut mengenakannya. Inilah yang terjadi dalam hidup banyak orang Kristen hari ini. Mereka menganggapnya normal, wajar dan tidak menyalahi kehendak Allah. Ini adalah pikiran asing bagi warga Kerajaan Surga yang hendak dijadikan umat yang layak bagi-Nya. Pengertian asing inilah kendaraan Iblis membinasakan umat Tuhan. Banyak orang mengira apa yang dipikirkan itu yang baik untuk dirinya dan tidak bertentangan dengan kehendak Allah, padahal itu pikiran asing bagi keluarga Kerajaan Surga.

Harus dipahami dan diterima, setelah menjadi anak Allah ada perjuangan, perjuangan menghadapi musuh, yaitu penghulu roh-roh di udara. Kalau dahulu di pihak musuh, yaitu bersikap melawan Tuhan, tetapi sekarang di pihak Allah. Ini berarti harus hidup dalam kebenaran Tuhan. Dengan demikian kita menjadikan diri kita musuh penghulu roh-roh di udara. Dalam Efesus 6:12 menyatakan: “karena perjuangan kita bukanlah melawan darah dan daging, tetapi melawan pemerintah-pemerintah, melawan penguasa-penguasa, melawan penghulu-penghulu dunia yang gelap ini, melawan roh-roh jahat di udara”. Perhatikan kata perjuangan dalam teks ini. Perjuangan di sini dari kata pale, yang dalam bahasa Inggris diterjemahkan pergulatan.

Seperti seorang adu gulat, ia harus berjuang, terus bergerak untuk merebut kemenangan, kepasifan berarti kekalahan. Seorang pegulat tidak boleh berhenti berjuang, ia ada dalam situasi di mana lawan terus berusaha untuk menaklukkannya. Kekristenan tidak boleh dijalani dengan santai dan pasif, tetapi berjaga dan selalu kuat, karenanya di Efesus 6:10 Paulus menasihati kita: “Akhirnya, hendaklah kamu kuat di dalam Tuhan, di dalam kekuatan kuasa-Nya.” Kuat di dalam Tuhan artinya kita membuat kehidupan anak Allah di dalam diri kita semakin bertumbuh dan menguasai seluruh kehidupan kita. Dengan demikian monster di dalam diri kita dapat dimatikan atau diakhiri.