Menggunakan Waktu Yang Ada
22 January 2019

Waktu ini tetap 24 jam perhari, setiap jam masih 60 menit, dan setiap menit masih 60 detik. Kalau kita hendak mempercepat kehidupan ini guna persiapan kekekalan, maka sejatinya yang dipercepat bukanlah waktu. Sebab kita tidak bisa mempercepat waktu, tetapi mengisi lebih banyak waktu yang berguna untuk persiapan memasuki kekekalan. Kuncinya adalah bagaimana menghargai setiap detik dan menit waktu yang Tuhan sediakan. Tentu untuk ini tidak harus mengurangi waktu untuk belajar, bekerja mencari nafkah, dan berbagai tanggung jawab lain yang harus dipenuhi, tetapi harus ada waktu yang juga dialokasi untuk belajar kebenaran. Selanjutnya, selalu memperhatikan perjalanan hidup setiap hari, sebab setiap hari Tuhan menyediakan berkat-berkat rohani yang tidak terbeli oleh apa pun. Itulah momentum-momentum yang sangat berharga, bisa langka dan bisa tidak terulang lagi. Untuk ini dibutuhkan kesungguhan setiap individu. Ingat waktu bisa menghidupkan, tetapi juga bisa membinasakan (Ef. 5:14-17)

Ukuran “bersungguh-sungguh” memang relatif, banyak orang sudah merasa bersungguh-sungguh telah menekuni imannya, padahal belum atau tidak sama sekali. Juga terdapat orang-orang Kristen yang merasa belum serius mengembangkan imannya, tetapi tidak merasa ada di zona berbahaya. Ia merasa bahwa keadaan kerohaniannya belum pada taraf membahayakan. Itulah sebabnya ia bertahan dalam kondisi seperti itu, padahal sementara ia bersikap pasif, Iblis terus menggarap secara intensif agar terjerat dalam kebodohan sehingga tidak pernah bisa bangkit untuk selamanya.

Langkah yang harus dilakukan adalah menyadari bahwa kita hidup ada dalam perjalanan waktu yang ketat. Oleh karena orang percaya harus menghargai setiap menit yang Tuhan percayakan kepada kita. Waktu hidup harus diprogram dengan benar. Singkirkan dan abaikan hal-hal yang tidak akan mendatangkan keselamatan abadi. Jangan tidak menyediakan waktu untuk mendengar Suara Kebenaran dan berdoa. Mendengar Suara Kebenaran melalui berbagai media, baik cetak (renungan dan majalah Truth), multimedia, dan elektronik (radio dan TV). Selalu mengembangkan kehausan akan Tuhan dalam diri kita. Untuk ini kita harus berani tidak mencintai dunia. Supaya bisa lebih terbantu, kita harus bergaul dengan orang-orang yang takut akan Tuhan. Lebih lengkap lagi kalau orang percaya turut mengambil bagian dalam pelayanan orang-orang yang sungguh-sungguh mengasihi Tuhan dan benar-benar mengusahakan keselamatan jiwa orang lain.

Selama ini orang berkata waktu adalah uang,kemudian rohaniwan menangkisnya dengan konsep waktu adalah anugerah. Benarkah bahwa waktu adalah anugerah? Benar sebagian, sebab waktu adalah anugerah bagi orang tertentu dan waktu menjadi kutuk bagi orang tertentu pula. Waktu menjadi anugerah bagi orang mengisi waktu hidupnya secara bijaksana (Ef. 5:15-17), sebaliknya waktu menjadi kutuk bagi orang yang mengisi hari-hari hidupnya dengan tidak bijaksana. Perhatikan beberapa ungkapan dalam ayat ini: Perhatikanlah dengan seksama bagaimana kamu hidup, jadilah bijaksana jangan seperti orang bebal atau tidak bijaksana.Kita perlu memeriksa hidup kita, apakah hidup kita sudah benar atau bijaksana? Yang bijaksana adalah yang mendengar Firman dan melakukannya (Mat. 7:24-27).

Didalam waktu hidup ini terdapat kesempatan, kesempatan ini bisa diibaratkan sebagai kendaraan yang membawa kita kepada kebenaran Allah atau tidak. Dalam Efesus 5:16 dikatakan, pergunakanlah waktu yang ada. Disini waktu ibarat kendaraan yang dimanfaatkan. Dimanfaatkan disini lebih tepat digunakan kata diarahkan ketujuan yang benar. Sebab waktu tetap berjalan, tidak ada yang dapat menghentikannya. Setiap orang terseret oleh waktu itu. Karenanya sementara orang percaya terseret oleh waktu, hidup didalam waktu ini diarahkan ke tujuan yang benar (1Kor. 9:26). Waktu ini sangat singkat, artinya kendaraan yang membawa kita kepada kebenaran ini terbatas waktu penggunaannya (Yak. 4:4; 1Ptr. 1:24). Menyadari hal ini orang percayaharus memiliki hati yang bijaksana (Mzm. 90:10). Maka,waktu yang sisa ini jangan digunakan untuk hal-hal yang Tuhan tidak kehendaki, tetapi digunakan secara bijaksana (1Ptr. 4:2-3).

Oleh sebab itu seseorang harus mengerti kebenaran dan mengakuinya serta berkomitmen dengan teguh. Supaya waktu yang ada digunakan untuk membawa diri kita ini kepada kebenaran Tuhan. Kenyataan yang terlihat adalah waktu yang ada digunakan untuk membawa manusia kepada berbagai hal yang tidak membawa orang percaya kepada kebenaran Allah. Banyak waktu yang digunakan sekadar mengumpulkan harta, meraih cita-cita duniawi -seperti pangkat prestasi, gelar dll- waktu digunakan untuk memuaskan hasrat daging dan berbagai kesenangan seolah-olah hidup ini adalah kesempatan sekali-kalinya.Banyak manusia tidak memiliki kesadaran, ia lupa bahwa hidup ini sekarang baru permulaan dari sebuah kesadaran abadi (1Kor. 15:32; Luk. 16:19-31). Dibalik kehidupan hari ini masih ada kehidupan yang panjang yang Allah sediakan, yaitu kehidupan di keabadian. Inilah yang dinanti-nantikan oleh tokoh-tokoh iman (Flp. 3:10-11). Gereja Tuhan harus menggiring jemaat kepada kehidupan yang penuh harapan disini (1Ptr. 1:3-4). Harapan disini menyangkut hidup kekal.