Membangun Manusia Allah
28 March 2017

Satu hal yang sangat penting dalam hidup yang singkat ini adalah membangun manusia Allah di dalam diri kita. Hal ini sama dengan diakhirinya atau dimatikannya monster di dalam diri kita, sehingga kehidupan anak Allah dalam diri kita dilahirkan dan dibangun secara terus menerus. Jika demikian dalam hal ini bisa terbangun kodrat Ilahi dalam diri kita. Kodrat sama artinya sifat asli atau bawaan. Kata ini bersinonim dengan nature. Disebut kodrat Ilahi artinya memiliki sifat atau karakter Allah. Berkarakter Allah artinya segala sesuatu yang dipikirkan, diucapkan dan dilakukan selalu sesuai dengan kehendak Allah atau seirama dengan pikiran dan perasaan Allah. Hal ini memungkinkan seseorang bermoral Allah, sehingga bisa berkelakuan seperti Allah.

Orang percaya yang berkarakter Allah disebut sebagai manusia Allah (man of God). Inilah panggilan orang percaya, di mana sampai pada level tertentu setelah melalui proses pendewasaan, seseorang dapat mengenakan kodrat Ilahi (2Ptr. 1:3-4). Keselamatan pada dasarnya memiliki fokus tujuan ini, yaitu mengembalikan manusia kepada rancangan Allah. Rancangan Allah adalah mengubah manusia dari mengenakan kodrat dosa kepada kehidupan yang mengenakan kodrat ilahi. Hal ini bukan sekadar membuat seseorang menjadi baik, tetapi menjadi sempurna seperti Bapa atau serupa dengan Tuhan Yesus. Hal ini harus dipandang sebagai kemutlakan yang harus dicapai orang percaya. Tuhan tidak menolerir keadaan yang tidak sesuai dengan standar yang Allah kehendaki. Itulah sebabnya Tuhan Yesus mengatakan: Kamu harus sempurna.

Oleh karena hal tersebut maka dibutuhkan proses pendewasaan, yaitu proses bertahap yang tiada henti di mana seseorang harus terus diubah menjadi manusia yang mengenakan kodrat Ilahi atau menjadi manusia Allah, agar dilayakkan menjadi anak-anak Allah. Tidak berkualitas sebagai manusia Allah berarti tidak layak menjadi anak Allah. Tuhan Yesus tegas berkata agar orang yang percaya kepada-Nya dibaptis dalam nama Bapa, Anak dan Roh Kudus dan setelah itu diajar menjadi murid-Nya. Ini berarti perjalanan hidup kita hanyalah proses untuk diubah menjadi manusia Allah dalam pemuridan yang dilakukan oleh Tuhan Yesus secara pribadi melalui Roh Kudus. Sebagai hasilnya maka terjadi perubahan secara total dari kodrat manusia berdosa menjadi manusia yang berkodrat Ilahi, berkeadaan sebagai manusia Allah, sehingga pantas disebut anak Allah.

Proses perubahan kodrat ini tidak dapat terjadi hanya dengan kemampuan manusia itu sendiri, memerlukan campur tangan Allah. Untuk itu Allah menyediakan sarananya. Sarananya adalah keselamatan dalam Yesus Kristus. Di dalam anugerah keselamatan tersebut tersedia fasilitas untuk menemukan kemuliaan Allah yang gagal dicapai oleh Adam. Setelah Tuhan Yesus menebus seseorang, maka Tuhan berhak memiliki orang yang ditebus tersebut guna dimuridkan untuk diubahkan. Jadi kalau seseorang memberi diri ditebus oleh Tuhan Yesus berarti ia harus menyediakan diri untuk diubah agar berkodrat Ilahi. Hal ini menuntut seseorang melepaskan semua kepentingan demi pertumbuhan kehidupan anak Allah atau karakter manusia Allah di dalam dirinya. Dalam hal ini Tuhan mewajibkan seseorang untuk melepaskan segala sesuatu, barulah dapat dimuridkan atau diubah (Luk. 14:33). Dalam hal ini tidak ada sesuatu yang boleh dianggap dan diperlakukan lebih penting dan berharga dari proses pemuridan guna perubahan tersebut.

Perubahan dari kodrat dosa kepada kodrat Ilahi bisa terjadi jika pola berpikir seseorang diubahkan oleh kebenaran Firman Tuhan. Terkait dengan hal ini Tuhan Yesus berkata: “Jikalau kamu tetap dalam firman-Ku, kamu benar-benar adalah murid-Ku dan kamu akan mengetahui kebenaran, dan kebenaran itu akan memerdekakan kamu.” Seseorang yang tidak mengenal kebenaran pasti memiliki spirit yang bertentangan dengan kehendak Allah. Sebaliknya, seorang yang mengerti kebenaran akan memiliki spirit yang sesuai dengan kehendak Allah. Dari spirit seseorang nampaklah apakah ia seorang anak Allah atau bukan; apakah masih menghidupi monsternya atau mematikan. Kebenaran yang murni dari Injil Tuhan Yesus melahirkan kehidupan anak Allah dan membuatnya terus bertumbuh sampai kehidupan Yesus nyata dalam dirinya. Seiring dengan kehidupan Yesus yang nyata dalam diri seseorang, maka monsternya dimatikan. Semua ini bisa terjadi melalui kerja keras dengan melepaskan semua kepentingan. Inilah yang dimaksud mendahulukan Kerajaan Allah dan kebenaran-Nya.