Manusia Rohani
29 March 2017

Orang percaya harus menjadi rohani, artinya semua orang percaya adalah rohaniwan. Rohaniwan bukan hanya pendeta atau mereka yang disahkan gereja atau sinode menjadi pejabatnya. Semua orang percaya harus menjadi atau berkelas rohaniwan, sebab kalau tidak rohaniwan berarti duniawan. Duniawan tidak layak menjadi anak Allah dan tidak pantas menjadi anggota keluarga Kerajaan Surga. Untuk menjadi rohaniwan seseorang harus mengkonsumsi kebenaran yang murni. Untuk itu kita harus berhati-hati terhadap ajaran yang disampaikan melalui khotbah, tulisan dan berbagai media yang menularkan atau memancarkan roh yang salah.

Itulah sebabnya Paulus menyatakan dalam suratnya: Sebab kamu sabar saja, jika ada seorang datang memberitakan Yesus yang lain dari pada yang telah kami beritakan, atau memberikan kepada kamu roh yang lain dari pada yang telah kamu terima atau Injil yang lain dari pada yang telah kamu terima (2Kor. 11:4). Pernyataan ini menunjuk adanya roh dalam pengertian spirit, gairah atau semangat yang bukan berasal dari Allah yang diajarkan atau dibagikan dalam gereja (melalui pengajaran dan berbagai bentuk pelayanan). Roh palsu tersebut bisa membangun suatu sifat. Dalam tulisan tersebut, Paulus hendak mengatakan bahwa kalau seseorang mendengar Injil yang salah, maka sifat atau karakter Kekristenannya pasti salah juga. Injil yang salah membuahkan karakter yang tidak sesuai dengan karakter Tuhan. Dari hal ini maka terbangunlah monster-monster dalam kehidupan orang Kristen, bukan kehidupan berkarakter anak Allah.

Paulus menyinggung mengenai manusia rohani dalam tulisannya kepada jemaat Korintus, maksud manusia rohani di situ adalah manusia yang memiliki pikiran Tuhan (1Kor. 2:15). Memiliki pikiran Tuhan maksudnya adalah memahami kehendak Allah apa yang baik, yang berkenan dan yang sempurna. Kebalikan dari manusia rohani adalah manusia duniawi (1Kor. 3:1-4). Manusia duniawi adalah manusia yang masih suka bertengkar, bertikai dan berselisih dengan sesamanya. Dalam tulisannya Paulus juga menunjukkan bahwa orang Kristen yang belum dewasa berarti belum bisa dikatakan manusia rohani, tetapi manusia duniawi. Itu berarti masih memiliki monster yang kuat.

Monster adalah manusia daging yang hidup menuruti daging, sama dengan orang Kristen duniawi. Adapun kehidupan anak Allah adalah manusia Roh, yang hidup menuruti Roh atau dipimpin oleh Roh, sama dengan orang Kristen rohani. Untuk bisa berubah dari orang Kristen duniawi atau hidup dalam daging kepada kehidupan orang Kristen rohani yang dipimpin oleh Roh dibutuhkan perjuangan yang sangat berat. Walaupun Roh Kudus bekerja aktif, tetapi umat pilihan juga harus aktif guna mengimbangi pekerjaan Roh Kudus. Oleh sebab itu seseorang yang sungguh-sungguh mau diubahkan harus berani menginvestasikan seluruh kehidupannya tanpa sisa untuk proses perubahan tersebut. Ini berarti perubahan menjadi manusia Allah haruslah menjadi satu-satunya tujuan hidup.

Untuk mewujudkan hidup sebagai manusia rohani, seseorang harus mempertaruhkan segenap hidupnya bukan untuk hal apa pun kecuali bagi perubahan menjadi manusia Allah. Di sini kita menemukan letak mahalnya harga keselamatan itu dan sukarnya masuk ke dalam Kerajaan Surga (Luk. 13:23-24). Keselamatan untuk manusia telah diperjuangkan oleh Tuhan Yesus di kayu salib dengan memberikan segenap diri-Nya, bagi mereka yang mau menerima Dia. Demikian pula orang yang mau merespon atau menyambut keselamatan tersebut guna memilikinya, ia harus mempertaruhkan segenap hidupnya untuk mewujudkan keselamatan itu dalam hidupnya.

Orang yang disebut rohani adalah orang yang tidak bisa berbuat dosa lagi atau nyaris tidak berbuat dosa lagi. Hatinya tertuju kepada perwujudan Kerajaan Allah pada hari kedatangan Tuhan Yesus. Mereka dapat merasakan dan menghayati bahwa bumi ini bukanlah rumah dan tanah airnya, sehingga hanya merindukan langit baru dan bumi yang baru. Jiwanya tidak dapat dibahagiakan oleh dunia ini dengan segala keindahannya. Kehidupan orang seperti ini pasti memancarkan keindahan Tuhan dan menunjukkan kemuliaan Kerajaan Allah. Hanya orang-orang seperti ini yang sangat efektif menjadi saksi Tuhan dan sangat berguna bagi pekerjaan Tuhan. Mereka hidup hanya untuk melayani Tuhan dalam perjuangan tanpa batas dengan sangat tulus bagi kepentingan Kerajaan Allah. Orang percaya yang rohani tidak memberi kesempatan monsternya hidup, sebaliknya mematikan monsternya untuk tidak bisa eksis sama sekali sampai menutup mata, pulang ke surga.