Kuda-Kuda Dan Materai Dalam Kitab Wahyu
22 September 2017

Dalam kitab Wahyu 6 kita menemukan tulisan Yohanes mengenai kuda-kuda. Adapun kuda-kuda yang dilihat oleh Yohanes dalam penglihatan di Patmos menunjuk bentuk gerakan-gerakan yang akan mengisi sejarah baru yang akan terjadi, yaitu sejak Tuhan Yesus mengambil alih percaturan sejarah dunia, sebab segala kuasa sudah ada dalam tangan-Nya. Ibarat permainan tenis, sejak Tuhan Yesus menumpahkan darah-Nya, Tuhan Yesus yang mengatur irama permainan. Ia yang membuat lembaran sejarah baru dalam hidup manusia. Berkenaan dengan ini dapat kita temukan pula kebenaran ini dalam Lukas 11:20-22, Tetapi jika Aku mengusir Setan dengan kuasa Allah, maka sesungguhnya Kerajaan Allah sudah datang kepadamu. Apabila seorang yang kuat dan yang lengkap bersenjata menjaga rumahnya sendiri, maka amanlah segala miliknya. Tetapi jika seorang yang lebih kuat dari padanya menyerang dan mengalahkannya, maka orang itu akan merampas perlengkapan senjata, yang diandalkannya, dan akan membagi-bagikan rampasannya. Tentu yang dimaksud dengan seorang yang lebih kuat di sini adalah Tuhan Yesus sendiri. Tuhan Yesus telah datang dan mengambil alih pemerintahan Iblis.

Tuhan Yesus berkata bahwa kalau Ia mengusir Setan, maka Kerajaan Allah datang kepada manusia, berarti pemerintahan atau pengaturan hidup manusia terselenggara. Pengusiran Setan menandakan bahwa dominasi atau penguasaan Iblis atas dunia diakhiri. Tuhanlah yang berkuasa. Dialah yang mengatur irama permainan. Tuhan Yesuslah yang berdaulat mengatur kehidupan dunia ini demi kepentingan anak-anak-Nya. Sebelum Tuhan Yesus datang, irama permainan diatur Iblis, yang pada dasarnya menggiring orang ke dalam kematian. Segala irama sejarah diatur Iblis untuk menggiring manusia ke dalam kebinasaan, tetapi sejak zaman anugerah Tuhan Yesuslah yang mengatur irama sejarah dunia untuk mempersiapkan orang-orang yang telah Dia beli untuk menjadi sempuna dan memerintah bersama dengan Dia (Why. 5:9). Nantinya dapat kita mengerti bahwa pergolakan dunia yang semakin besar ini ternyata mempersiapkan orang kudus unuk memerintah bersama dengan Tuhan Yesus.

Dengan materai atau segel itu dibuka oleh Tuhan Yesus, maka babak-babak istimewa dalam sejarah manusia barulah dapat terwujud atau terealisir. Ketika gulungan kitab dibuka, yaitu setelah materainya dilepaskan, maka muncul kuda-kuda beraneka warna. Kuda-kuda tersebut menunjuk bentuk pergolakan-pergolakan yang akan terjadi di bumi ini. Pergolakan-pergolakan tersebut yang akan merubah dan mempengaruhi dunia secara berkesinambungan, yaitu sejak Yohanes melihat penglihatan tersebut sampai Tuhan Yesus datang kembali.

Kuda-kuda dalam kitab Wahyu menunjukkan gerakan-gerakan yang mengubah sejarah dunia. Kuda putih (Why. 6:2), bersamaan dengan terbukanya materai pertama, menunjuk kemenangan Kekristenan memasehikan atau meng-Kristenkan Eropa. Kuda merah (Why. 6:3-4), bersamaan dengan terbukanya materai kedua, menunjuk akan adanya peperangan terus-menerus yang mewarnai dan mengubah wajah atau peta dunia sampai dunia berakhir. Kuda hitam (Why. 6:5-7), bersamaan dengan terbukanya materai ketiga, menunjuk akan adanya krisis ekonomi yang akan terus menjadi masalah manusia sampai dunia berakhir. Kuda hijau kuning (Why. 6:7-8), bersamaan dengan terbukanya materai keempat, menunjuk kekuatan yang akan mewarnai dunia. Teks aslinya kata hijau kuning sebenarnya chloros (χλωρός), yaitu perpaduan warna hijau gelap dengan kuning. Ini bisa menunjuk kekuatan yang luar biasa dari Timur Tengah yang akan menguasai sebagian wilayah di dunia. Adapun terbukanya materai kelima menunjuk adanya aniaya yang akan terjadi kepada orang percaya (Why. 6:9-11). Akhirnya terbukanya materai keenam (Why. 6:12) yang menunjuk adanya goncangan alam seperti gempa bumi.