Kuasa Allah Dalam Injil
02 December 2019

“Yesus yang lain” dimuat dan diberitakan dari Injil yang sebenarnya bukan Injil. Terkait dengan hal ini, Paulus mengemukakan pemikirannya dalam Galatia 1:16-8.Paulus menyatakan, “Aku heran, bahwa kamu begitu lekas berbalik dari pada Dia, yang oleh kasih karunia Kristus telah memanggil kamu, dan mengikuti suatu injil lain,yang sebenarnya bukan Injil. Hanya ada orang yang mengacaukan kamu dan yang bermaksud untuk memutarbalikkan Injil Kristus.Tetapi sekalipun kami atau seorang malaikat dari sorga yang memberitakan kepada kamu suatu injil yang berbeda dengan Injil yang telah kami beritakan kepadamu, terkutuklah dia.” Kalau Injil yang diberitakan bukanlah Injil yang benar, Yesus yang diajarkan juga pasti “Yesus yang lain.” Hal ini tidak boleh dipandang sepele, sebab kalau seseorang tidak memahami Injil yang benar, hal ini dapat mengakibatkan kegagalan memahami Yesus yang benar, sehingga orang tersebut pun tidak mengalami dan memiliki keselamatan yang benar.

Jadi, bisa dimengerti kalau Paulus begitu marah terhadap pemberita Injil yang sebenarnya bukan Injil. Dalam Galatia 1:8-9 Paulus mengemukakan pernyataan ini, “Tetapi sekalipun kami atau seorang malaikat dari sorga yang memberitakan kepada kamu suatu injil yang berbeda dengan Injil yang telah kami beritakan kepadamu, terkutuklah dia.Seperti yang telah kami katakan dahulu, sekarang kukatakan sekali lagi: jikalau ada orang yang memberitakan kepadamu suatu injil, yang berbeda dengan apa yang telah kamu terima, terkutuklah dia.”Pemberitaan Injil yang sebenarnya bukan Injil atau tidak sesuai dengan Injil mengakibatkan seseorang tidak mengalami dan memiliki keselamatan. Terkait dengan hal ini Yesus menyatakan, “Tetapi barangsiapa menyesatkan salah satu dari anak-anak kecil ini yang percaya kepada-Ku, lebih baik baginya jika sebuah batu kilangan diikatkan pada lehernya lalu ia ditenggelamkan ke dalam laut”(Mat. 18:6). Penyesatan bukan saja memperbodoh seseorang, melainkan juga membinasakannya di kekekalan.

Sedemikian pentingkah pemberitaan Injil yang benar itu? Dalam Roma 1:16-17 tertulis, “Sebab aku mempunyai keyakinan yang kokoh dalam Injil, karena Injil adalah kekuatan Allah yang menyelamatkan setiap orang yang percaya, pertama-tama orang Yahudi, tetapi juga orang Yunani.Sebab di dalamnya nyata kebenaran Allah, yang bertolak dari iman dan memimpin kepada iman, seperti ada tertulis: ‘Orang benar akan hidup oleh iman.’” Injil adalah kuasa Allah.Ini berarti bahwa di dalam Injil terdapat kebenaran yang membuka pikiran seseorang untuk mengenali siapa dan bagaimana Yesus sebagai Juruselamat. Selanjutnya, iaakan dituntun untuk mengetahui segala sesuatu yang Yesus ajarkan dan diperagakan dalam hidup-Nya untuk diteladani. Keselamatan adalah proses dikembalikannya manusia kepada rancangan semula Allah. Yesus adalah profil dari manusia yang dikembalikan ke rancangan Allah semula. Kalau seseorang tidak mengenal segala sesuatu yang diajarkan Yesus dan tidak memahami gaya hidup-Nya untuk diteladani, berarti ia tidak akan mengenal keselamatan.

Terkait dengan hal ini, sangat penting untuk memeriksa kata “disesatkan” dalam 2 Korintus 11:3-4. Dalam ayat tersebut tertulis, “Tetapi aku takut, kalau-kalau pikiran kamu disesatkan dari kesetiaan kamu yang sejati kepada Kristus, sama seperti Hawa diperdayakan oleh ular itu dengan kelicikannya.Sebab kamu sabar saja, jika ada seorang datang memberitakan Yesus yang lain dari pada yang telah kami beritakan, atau memberikan kepada kamu roh yang lain dari pada yang telah kamu terima atau Injil yang lain dari pada yang telah kamu terima.”

Dampak negatif akibat pemberitaan ajaran “Yesus yang lain” sangatlah fatal, yaitu pikiran orang Kristen dapat disesatkan dari kesetiaan yang sejati kepada Kristus. Kata “disesatkan” dalam teks aslinya adalah phthare (φθαρῇ), dari akar kata phtheiro (φθείρω) yang juga berarti menghancurkan atau merusak (to ruin, to spoil, to corrupt). Sedangkan, kata “kesetiaan” berasal dari kata haplotetos (ἁπλότητος) dari akar kata haplotes (ἁπλότης), yang berarti kesederhanaan, ketulusan, kejujuran (simplicity, sincerity, frankness). Kata haplotes menunjukkan sikap hati yang semestinya dimiliki orang percaya yang benar karena meneladani Tuhan Yesus. Jika Yesus yang diajarkan adalah Yesus yang dimaksud oleh Injil, hal tersebut dapat terbukti dari perilaku orang yang menerima Yesus tersebut. Pemberitaan Yesus yang sesuai dengan kebenaran Alkitab dapat membuahkan kehidupan seperti Yesus.