Kelahiran Baru Dalam Penghakiman
18 June 2019

Proses kelahiran baru hanya terjadi atas umat pilihan Allah yang hidup di zaman Perjanjian Baru. Mereka yang menerima Yesus, artinya mengakui bahwa Logos (Tuhan Yesus) adalah Pencipta langit dan bumi bersama Theos (Bapa) adalah Sang Majikan (Kurios). Ia datang untuk menyelamatkan manusia, yaitu mengembalikan manusia ke rancangan Allah semula. Orang yang menerima-Nya diberi kuasasupaya menjadi anak-anak Allah (Yoh. 1:10-13). Kuasa itu adalah fasilitas keselamatan, yaitu penebusan, Roh Kudus, Injil, dan penggarapan Allah melalui segala kejadian hidup. Kelahiran baru bisa terjadi dan berlangsung hanya atas orang-orang yang dipimpin oleh Roh Kudus secara permanen, pada zaman penggenapan atau zaman anugerah dimana fasilitas keselamatan disediakan Allah.

Memandang kelahiran baru, ada beberapa hal penting yang harus dipahami.Pertama, kelahiran baru tidak boleh dipahami sebagai fenomena mistis atau ajaib yang tidak bisa dipahami secara nalar.Kedua,kelahiran baru adalah proses natural yang membutuhkan perjalanan waktu. Ini berarti bukan sesuatu yang mendadak terjadi atau berlangsung (instant). Ketiga, bahwa kelahiran baru hanya bisa dikerjakan oleh Allah atas respon manusia, bukan tindakan Allah sepihak. Dalam proses kelahiran baru, mengisyaratkan jelas bahwa masing-masing individu anak-anak Allah ikut terlibat di dalamnya atau meresponi tindakan Allah melalui Roh Kudus, yang menggarap setiap individu untuk mengalami kelahiran baru.

Kalau Tuhan Yesus menggunakan istilah “kelahiran” untuk proses keselamatan, berarti proses kelahiran baru juga memiliki kesejajaran dengan proses kelahiran manusia. Tidak mungkin Tuhan menggunakan istilah “kelahiran” untuk keselamatan orang percaya, tanpa memiliki keterkaitan dalam kesejajaran (paralel) dengan proses kelahiran secara umum. Proses kelahiran baru memiliki kesejajaran dengan proses kelahiran manusia. Dari penjelasan ini, dapat dimengerti bahwa kelahiran baru terjadi dalam hidup seseorang melalui sebuah proses. Proses ini adalah prinsip penting. Dalam Alkitab, hampir selalu Tuhan bekerja dengan prinsip ini, termasuk ketika Tuhan menciptakan alam semesta. Untuk menciptakan alam semesta, Tuhan dapat menciptakan sekejap dalam hitungan detik, tetapi Tuhan menyusun kerja-Nya secara sistematis dalam proses selama enam hari.

Banyak orang Kristen memiliki pemahaman mengenai kelahiran baru sebagai sebuah peristiwa sekejap secara ajaib, tanpa proses sama sekali. Mereka memandang bahwa kelahiran baru adalah pekerjaan Allah sepihak tanpa respon manusia sama sekali. Dengan demikian ada orang yang dipilih dan ditentukan oleh Allah dapat mengalami kelahiran baru dan yang lain tidak. Dalam hal ini manusia dipandang tidak memiliki hak untuk memilih sama sekali. Allah mengerjakannya secara transenden (di luar pikiran manusia), secara sepihak. Manusia hanya menerima saja apa yang dikerjakan oleh Allah di dalam diri mereka yang dipilih untuk dilahirkan baru. Mereka memandang kelahiran baru terjadi di luar kesadaran manusia, hanya dikerjakan oleh Allah sendiri dengan kekuatan Allah yang supranatural. Jika hal ini benar, maka tidak diperlukan penghakiman atau pengadilan Allah.

Yang benar adalah bahwa kelahiran baru bukan kejadian sekejap atau terjadi dalam sekejap, tetapi kelahiran baru adalah proses yang dikerjakan oleh Roh Kudus secara luar biasa dalam perjalanan waktu. Hal ini terjadi atau berlangsung atas manusia yang memberi respon terhadap anugerah keselamatan dalam Yesus Kristus, serta menanggapi penggarapan Tuhan untuk keselamatannya atau dikembalikan dirinya ke rancangan Allah semula. Dari proses kelahiran baru yang benar ini, maka seseorang akan mengalami perubahan yang signifikan atau sebuah proses tranformasi. Sehingga seseorang semakin berkeadaan sebagai anak Allah, bukan saja memiliki status sebagai anak-anak Allah dimata manusia tetapi berkeadaan sebagai anak-anak Allah, yaitu sempurna seperti Bapa atau serupa dengan Yesus.

Kalau seseorang beranggapan bahwa menjadi baik dan mulai bergereja berarti sudah mengalami kelahiran baru, kemudian percaya bahwa di penghakiman atau pengadilan Tuhan nanti ia pasti lolos masuk surga, maka orang-orang Kristen seperti ini bermodalkan status anak-anak Allah yang diyakininya sudah dimilikinya secara sah,maka ia juga meyakini bahwa dirinya pasti lolos masuk surga dalam pengadilan Tuhan nanti. Hal ini menyesatkan, tetapi faktanya banyak sekali orang Kristen yang berkeadaan demikian. Mereka mengklaim dirinya sudah lahir baru, sudah menjadi anak-anak Allah, dan memiliki kepastian masuk surga. Padahal kelahiran baru adalah proses perjuangan dimana seseorang menjadi sempurna seperti Bapa atau serupa dengan Yesus. Orang-orang Kristen yang tidak mengenal kebenaran tersebut suatu kali akan ditolak oleh Tuhan.