Hiasan Dalam Rumah Bapa
30 March 2017

Dalam Mazmur 13:13 tertulis: Sebab Engkaulah yang membentuk buah pinggangku, menenun aku dalam kandungan ibuku. Ayat ini menunjukkan betapa berharganya setiap individu di hadapan Tuhan. Keberhargaan itu ditunjukkan bahwa Tuhan sendiri yang membentuk setiap individu menjadi sosok manusia dengan komponen fisik dan non fisiknya yang sangat rumit. Fisik adalah tubuh dengan segala organ dan komponennya yang kelihatan, sedangkan non fisik adalah watak atau karakter, kepribadian serta bakat-bakat yang ada pada seseorang. Di sini kita menemukan kehebatan kreasi Tuhan dalam menciptakan setiap individu. Selanjutnya, ketika manusia jatuh dalam dosa, Allah mengutus Putra Tunggal-Nya untuk menyelamatkan.

Dengan demikian sangat jelas, bahwa setiap kita sangat berharga di mata Allah. Dalam karya penciptaan Allah atas setiap kita, tentu Dia memiliki rencana. Tuhan menciptakan kita bukan untuk membuatnya tidak berarti. Dalam hal ini kita harus menentang keras jika ada pandangan bahwa Allah menentukan orang-orang tertentu untuk selamat, sedangkan yang lain dibiarkan binasa, atau kalau jujur bisa dikatakan sengaja dibinasakan atau diciptakan oleh Tuhan untuk masuk neraka. Ini pandangan yang salah.

Keberadaan dan kehadiran setiap kita di jagad raya adalah untuk menggenapi atau melengkapi kehendak Allah bahwa masing-masing kita adalah bagian dari lukisan indah anggota keluarga Kerajaan Allah yang kekal. Tuhan memandang kehadiran kita di dalam keluarga Kerajaan memperindah atau mempercantik Kerajaan-Nya. Itulah sebabnya Tuhan menciptakan kita masing-masing secara khusus agar kita bisa menjadi manusia yang berkodrat Ilahi atau menjadi manusia Allah sehingga layak menjadi bagian dari keluarga Kerajaan-Nya.

Sesungguhnya Tuhan menciptakan masing-masing individu dengan rancangan yang besar dan khusus. Rancangan besar itu adalah bahwa Allah ingin menciptakan individu-individu menjadi pribadi yang istimewa, yang akan menjadi hiasan abadi di rumah Bapa atau kerajaan-Nya nanti. Tentu hal ini hanya berlaku bagi mereka yang menyambut karya keselamatan Allah dalam Yesus Kristus dengan memberi diri diubah, yaitu dari kodrat dosa kepada kodrat Ilahi. Hal ini sama dengan proses di mana monster dalam diri seseorang dimatikan dan kehidupan anak Allah ditumbuhkan. Jadi, tahun-tahun hidup kita adalah kesempatan untuk dibentuk Tuhan menjadi pribadi yang istimewa. Dalam anugerah-Nya Bapa tidak hanya menjadikan kita makhluk hidup yang bergerak dengan segala keistimewaan secara fisik, tetapi Ia juga ingin agar kita menjadi mulia seperti Anak-Nya, Tuhan Yesus Kristus, agar kita juga dipermuliakan bersama-sama dengan Tuhan Yesus di kekekalan (Rm. 8:28-30). Betapa hebat panggilan ini. Tidak banyak orang yang menjadi umat pilihan seperti kita. Oleh sebab itu hendaknya kita tidak menyia-nyiakannya.

Kuasa kegelapan berusaha membuat orang Kristen merasa tidak berarti dan tidak berguna. Hal ini terjadi bila seseorang tidak mengenal kebenaran. Banyak orang hanya sibuk dengan kegiatan bagaimana menemukan pemenuhan kebutuhan hidup jasmaninya, tetapi tidak mengerti apa hidup itu. Mereka hanya belajar menemukan kebutuhan fisik manusia, tetapi tidak mengerti siapa manusia itu, tentu mereka tidak mengerti kebutuhan hakiki manusia. Untuk mengerti atau mengenal siapa manusia, kita harus belajar mengenal siapa Allah. Dalam kebodohan, banyak orang Kristen tidak memahami kasih karunia yang Allah berikan, di mana mereka dapat diubah menjadi orang yang berkarakter Allah sebagai persiapan untuk kekekalan. Mereka hanya fokus pada pemenuhan kebutuhan jasmani dan kepuasan jiwa yang sudah rusak tercemari selera dunia.

Kebodohan mereka hari ini adalah tidak mengerti apa hidup itu, mereka hanya mengerti apa kebutuhan fisiknya. Mereka tidak mengerti apa manusia itu, mereka hanya mengerti kebutuhan manusia menurut standar dan pola dunia. Tentu mereka tidak belajar mengenal Allah. Mereka mengukur orang lain dengan ukuran yang salah. Mereka pasti belum mengerti kasih karunia yang sesungguhnya. Orang-orang seperti ini tidak mengerti bagaimana mengabdi kepada Tuhan. Mereka berpikir bahwa Tuhan diadakan bagi dirinya. Mestinya mereka mengerti bahwa manusia diadakan bagi Tuhan. Dalam berurusan dengan Tuhan, mereka hanya hendak memanfaatkan kasih dan kuasa-Nya. Orang-orang seperti ini tidak pernah dapat memiliki kehidupan yang baru atau tidak pernah mengalami kelahiran baru, sehingga mereka tidak pernah bisa mematikan monsternya.