Ditarik Oleh Allah
22 May 2019

Di dalam Yohanes 6:37,39 termuat kalimat “semua yang diberikan Bapa.” Kalimat ini mengesankan bahwa Bapa telah menentukan orang-orang yang pasti diselamatkan, dan yang pada akhirnya diserahkan kepada Tuhan Yesus. Kalimat ini harus dipahami secara mendalam dan tidak ceroboh. Kalimat “diberikan Bapa” harus dipahami bahwa Bapa memercayakan orang-orang tertentu kepada Putra-Nya untuk dipersiapkan menjadi penerus-Nya, yaitu murid-murid Tuhan Yesus. Itulah sebabnya dalam Doa Tuhan Yesus kepada Bapa di surga (Yoh. 17:12), Ia berkata: “Selama Aku bersama mereka, Aku memelihara mereka dalam nama-Mu, yaitu nama-Mu yang telah Engkau berikan kepada-Ku; Aku telah menjaga mereka dan tidak ada seorang pun dari mereka yang binasa selain dari pada dia yang telah ditentukan untuk binasa, supaya genaplah yang tertulis dalam Kitab Suci.” Tuhan Yesus harus memelihara orang-orang pilihan ini, selain yang telah ditentukan untuk binasa.

Kalimat “semua yang diberikan Bapa” ini sejajar dengan kalimat yang terdapat dalam ayat 44: “Tidak ada seorang pun yang dapat datang kepada-Ku, jikalau ia tidak ditarik oleh Bapa yang mengutus Aku…” Harus dipahami bahwa pernyataan ini sebagai jawaban atau respon ketika orang bersungut-sungut karena Tuhan Yesus menyatakan bahwa diri-Nya adalah roti yang turun dari surga. Mereka adalah orang-orang meragukan kemesiasan Tuhan Yesus, berhubung mereka mengenal asal usul Tuhan Yesus. Orang-orang ini tidak termasuk ke dalam kelompok orang-orang yang ditarik oleh Bapa. Namun demikian harus dipahami bahwa mereka yang ditarik Bapa bukan secara otomatis pasti masuk surga. “Ditarik oleh Bapa” berarti diberi kesempatan untuk ada di dekat Tuhan Yesus, tetapi apakah orang itu setia atau tidak, tergantung respon individu.

Ada kondisi tertentu yang memicu orang-orang Yahudi -khususnya tokoh-tokoh agama- sulit menerima Tuhan Yesus. Selain masyarakat Yahudi sangat monotheistis (percaya Allah itu esa), mereka juga tidak akan menerima kalau ada orang mengaku Anak Allah atau mengaku Mesias padahal jelas asal usul-Nya adalah anak tukang kayu dari Nazaret. Tetapi murid-murid Tuhan Yesus beserta serombongan besar orang-orang Yahudi lainnya -yang walaupun juga mengenal siapa Dia (anak tukang kayu)- tetap percaya kepada-Nya dan menerima-Nya sebagai yang berasal dari Allah. Kondisi tertentu diciptakan oleh Bapa untuk orang-orang tertentu supaya bisa ikut Yesus. Tetapi keberlangsungan orang yang ditarik oleh Bapa sampai kekekalan, tentu tergantung individu tersebut.

Kalau Alkitab menunjukkan bahwa Allah “menarik.” Kata “menarik” jangan dipahami secara dangkal atau kekanak-kanakan, seperti menarik jala atau menarik sesuatu. “Menarik” di sini bisa menunjuk pada suatu situasi dan kesempatan yang kondusif dengan segala sarananya yang diberikan Tuhan kepada seseorang atau suatu komunitas untuk dapat mendengar Injil atau mengenal dekat pribadi Tuhan Yesus. Kondusif di sini maksudnya adalah suasana yang mendukung tercapai tujuan, yaitu seseorang bisa mendengar Injil dan berpotensi untuk menerima Dia sebagai Mesias dengan baik. Tetapi apakah orang tersebut mengalami dan memiliki keselamatan tergantung respon masing-masing individu.

Sejajar dengan penjelasan di atas ini Tuhan Yesus mengatakan bahwa, “Tidak ada seorang pun dapat datang kepada-Nya, kalau Bapa tidak mengaruniakan kepadanya” (Yoh. 6:65). Kata mengaruniakan dalam teks aslinya adalah “didomi” yang artinya juga “diberikan.” Hal ini menunjukkan adanya orang-orang tertentu yang mendapat kesempatan khusus, yaitu suasana kondusif untuk mengenal dekat Tuhan Yesus. Ternyata memang hanya orang-orang tertentu yang mendapat kesempatan istimewa untuk menjadi orang-orang dekat Tuhan Yesus, seperti murid-murid-Nya. Mereka adalah orang-orang yang ditarik oleh Bapa. Itulah sebabnya sebelum memilih murid-murid-Nya, Tuhan Yesus berdoa semalam-malaman (Luk. 6:12). Tentu hal ini bukan sesuatu yang kebetulan. Hasil doa semalaman inilah, maka terpilihlah murid-murid. Inilah orang-orang yang berkategori “ditarik oleh Bapa.”

Fakta yang tidak dapat dibantah adalah hanya orang-orang tertentu yang mendapat karunia untuk memiliki kesempatan mengenal dekat pribadi Tuhan Yesus. Namun demikian bukan jaminan mereka yang mendapat kesempatan tersebut pasti selamat atau tidak bisa menolak anugerah. Firman Tuhan mengatakan banyak yang dipanggil, sedikit yang dipilih (Mat. 22:14). Nikodemus sendiri walau diberi kesempatan langsung bertemu dengan Tuhan, tetapi ternyata ia tidak menerima keselamatan yang Tuhan tawarkan. Akhirnya ia tidak menjadi orang percaya. Hal ini tentu tergantung respon Nikodemus sendiri. Dalam Matius 22:1-14 jelas ditunjukkan bahwa ada orang-orang yang dipanggil secara khusus, tetapi mereka dalam kebebasannya memilih menolak. Hal ini berarti bukan semuanya yang ditarik Bapa pasti “lulus.” Selain banyak murid-murid mengundurkan diri, terdapat juga salah satu murid yang mengkhianati-Nya. Mereka sama-sama menerima kesempatan yang baik, tetapi tidak semua memanfaatkan kesempatan tersebut. Suasana kondusif tersebut tidak dimanfaatkan dengan baik, sehingga mereka tetap menolak anugerah yang tersedia.