Bukan Jalan Yang Mudah
30 September 2017

Yesus fantasi dipahami sebagai mengajarkan jalan yang mudah, sebab dengan memercayai Yesus tersebut, mereka menjadi anak kesayangan Bapa. Menjadi anak kesayangan artinya doa-doanya segera terjawab, kalau sakit disembuhkan, jika mengalami persoalan berat segera mendapat jalan keluar, selalu dibela oleh Tuhan dengan menunjukkan kuasa pembelaan-Nya sehingga orang yang memusuhi orang Kristen pasti segera mendapat celaka, dan nanti kalau orang Kristen ini meninggal dunia, maka mati pasti masuk surga. Yesus fantasi adalah Yesus yang selalu memberi kesenangan dalam kehidupan, sehingga hidup ini dapat dijalani dengan nyaman dalam berkat Tuhan yang melimpah. Ini adalah Kekristenan yang diajarkan sebagai jalan mudah. Yesus fantasi yang mengajarkannya.

Kekristenan yang diajarkan sebagai jalan mudah dapat mengakibatkan orang Kristen tidak sungguh-sungguh belajar kebenaran Tuhan. Mereka tidak bertumbuh untuk mencapai kesempurnaan yang lebih tinggi. Hal ini dapat menimbukan kepuasan rohani yang membuat seseorang menjadi sombong, sebab merasa bahwa dirinya tidak perlu membenahi diri lagi. Orang Kristen yang merasa puas dengan hidup kerohaniannya pasti mengingini harta duniawi. Hidup mereka akan digerakkan oleh satu keinginan ke keinginan lain. Akhirnya mereka tidak mampu lagi membedakan antara kebutuhan dan keinginan. Apa yang mereka pandang sebagai kebutuhan sebenarnya adalah citra diri atau pencitraan, prestis, harga diri dan keangkuhan hidup. Dengan keberhasilan secara duniawi tersebut, mereka berpikir dapat memuliakan Tuhan Yesus dan menjadi saksi-Nya. Pada umumnya mereka tidak menyadari kesesatan ini. Inilah dahsyatnya Yesus fantasi menyesatkan orang Kristen.

Sesungguhnya Kekristenan adalah jalan salib, bahwa mengikut Tuhan Yesus harus berani menderita. Penderitaan tersebut dikarenakan pergumulan untuk menjadi sempurna atau serupa dengan Yesus. Selanjutnya hidup dalam pengabdian kepada Tuhan sepenuhnya. Ini berarti menjadi pengikut Yesus harus hidup hanya bagi Tuhan saja. Kehidupannya hanya diisi untuk membela pekerjaan Tuhan tanpa batas. Orang percaya yang benar tidak hidup untuk dirinya sendiri.

Tuhan Yesus sendiri menyatakan bahwa jalan menuju kehidupan adalah jalan yang sempit, sesak dan sedikit orang yang masuk melaluinya. Ini adalah jalan yang tidak disukai orang karena menyakitkan. Tetapi sesungguhnya inilah jalan kebenaran dalam Tuhan Yesus Kristus, yaitu jalan sampai kepada Bapa. Oleh sebab itu kita harus menentang keras kalau ada yang mengajarkan bahwa mengikut Yesus adalah jalan yang mudah. Kepada jemaat Tuhan harus ditegaskan berulang-ulang bahwa mengikut Yesus yang sejati berarti jalan dalam pergumulan memikul salib yang tidak pernah usai sampai menutup mata. Memikul salib artinya hidup dalam penyangkalan diri demi dapat melakukan kehendak Bapa dan menyelesaikan pekerjaan-Nya.

Yesus yang sejati menekankan pengikut-Nya untuk memikul salib sebagai syarat mutlak yang harus dipenuhi tanpa membantah; artinya harus menerima dengan sukacita. Salib berarti satu-satunya tanda pengiringan yang benar terhadap Tuhan Yesus. Pengiringan itu adalah bagaimana kita meneladani gaya hidup-Nya, gaya hidup melakukan kehendak Bapa dan menyelesaikan pekerjaan-Nya. Tanpa ciri-ciri ini berarti seseorang bukan pengikut Yesus. Sekalipun dia seorang Kristen, ia adalah Kristen tanpa Yesus yang sejati, Kristen hanya dengan Yesus fantasi. Sebagaimana Yesus telah berhasil mencapai kesempurnaan, sehingga Ia dapat menjadi pokok keselamatan bagi orang yang taat kepada-Nya, maka setiap orang percaya juga harus menang seperti Dia. Salib adalah tanda dari kehidupan orang percaya yang normal dan benar. Kekristenan tanpa salib adalah Kekristenan yang palsu. Dengan demikian mutlak bagi setiap orang Kristen untuk memikul salib.