Alkitab Unitas
24 October 2018

Sifat Alkitab yang lain adalah bahwa Alkitab berisi kebenaran yang unitas. Unitas artinya menunjuk kepada satu kesatuan yang di dalamnya terdapat beberapa atau banyak elemen keterangan dan penjelasan yang inti atau esensinya tidak saling berbenturan atau konflik. Dalam hal ini yang tidak berbenturan bukan data-data secara minor, sebab memang Alkitab seperti kumpulan tulisan-tulisan dari para penulis dengan segala keberadaan yang terbatas. Alkitab tidak ditulis secara mekanis dimana penulis menulis tanpa kesadaran. Alkitab ditulis dalam kesadaran dan keterbatasan manusia, seperti seorang wartawan yang mengamati sesuatu dan menulisnya. Secara akurasi data yang minor belum tepat benar, masih perlu pengujian, tetapi mengenai kebenaran yang termuat di dalamnya pasti tepat sempurna. Dalam hal ini kebenaran bukan terletak pada susunan hurufnya, tetapi pengertiannya. Dalam hal ini yang dipentingkan adalah kebenaran yang bisa ditulis dari tulisannya. Untuk ini Roh Kudus pasti menuntun setiap penulisnya.

Alkitab berisi kebenaran yang unitas maksudnya adalah bahwa di dalam Alkitab tidak ada benturan pandangan atau konsep pemikiran dari para penulisnya. Walau Alkitab ditulis oleh sekitar 40 orang dalam kurun waktu sekitar 1.500 tahun, tetapi Alkitab berisi kebenaran-kebenaran yang saling menunjang, melengkapi dan meneguhkan. Masing-masing penulis tidak kenal dan hidup di zaman yang berbeda, dan tempat yang berbeda serta situasi kehidupan yang berbeda, tetapi mereka dapat menulis sebuah tulisan yang tidak saling bertentangan. Mengapa hal ini bisa terjadi? Sebab mereka menerima pimpinan Roh Kudus. Jadi, sangatlah wajar kalau apa yang mereka tulis tidak saling berbenturan, sebab semua menuju kepada karya Allah dalam Yesus Kristus, yaitu keselamatan umat manusia.

Kalau ada orang-orang yang sengaja membuat benturan antara satu ayat dengan ayat yang lain di dalam Alkitab dan menuduh Alkitab tidak unitas, sebenarnya ini adalah usaha mereka hendak merusak kewibawaan Alkitab, hal itu tidak perlu kita tanggapi sama sekali. Biasanya hal tersebut datang dari orang-orang yang tidak mengakui bahwa Yesus adalah Juruselamat. Serangan terhadap Alkitab sesungguhnya hanya untuk menentang adanya pengajaran bahwa hanya ada satu-satunya jalan keselamatan di dunia ini, yaitu Tuhan Yesus kristus (Kis. 4:12, Dan keselamatan tidak ada di dalam siapapun juga selain di dalam Dia, sebab di bawah kolong langit ini tidak ada nama lain yang diberikan kepada manusia yang olehnya kita dapat diselamatkan.” Yoh. 14:6, Kata Yesus kepadanya: “Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorangpun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku.)

Kalau kita menanggapi serangan-serangan dari berbagai pihak di luar gereja, maka hal tersebut membuat kita sendiri menjadi bodoh. Karena mereka melihat Alkitab dengan perspektifnya sendiri, yang tidak sesuai dengan cara yang benar dalam memandang Alkitab. Jika seseorang memandang Alkitab dengan cara demikian, maka mereka akan selalu menemukan data-data dan penjelasan yang seakan-akan bertentangan. Padahal jika seseorang memperhatikan dan menemukan inti atau esensi isinya -yaitu kebenaran yang harus dipahami- maka dapat terbangun pengertian kebenaran yang unitas dalam Alkitab yang sangat menakjubkan.

Semua yang tertulis di dalam Alkitab mengarah kepada
karya keselamatan Allah dalam Yesus kristus.

Hal ini tidak mungkin dilakukan manusia. Hanya Allah oleh Roh-Nya yang kudus dan berkuasa yang mampu mengerjakan semuanya. Ini adalah suatu mukjizat besar, sebab tidak ada buku yang memiliki keberadaan yang sangat luar biasa seperti ini, begitu tebal dan memuat banyak kebenaran tetapi mengarah kepada satu berita, yaitu keselamatan dalam Yesus kristus. Dengan jelas Alkitab menunjuk satu klimaks, yaitu karya keselamatan Allah dalam Yesus, tidak ada yang lain. Keselamatan ini dapat diterima dan dimiliki oleh manusia bukan karena memiliki perbuatan yang berdasarkan hukum, tetapi karena iman, dan iman timbul dari pendengaran oleh Injil. Oleh sebab itu untuk mengalami dan memiliki keselamatan seseorang harus mengerti Injil dengan benar.