Alkitab Cukup Dan Lengkap
22 October 2018

Salah satu sifat Alkitab yang kedua adalah cukup dan lengkap. Cukup artinya tidak perlu lagi ditambahi dengan kitab-kitab lain, dan tidak boleh mengurangi kitab-kitab yang sudah diakui sebagai kitab-kitab yang memuat kebenaran. Salah seorang reformator pada abad ke-15 pernah mengatakan bvahwa kitab Yakobus adalah kitab yang dapat digambarkan sebagai “jerami kering”. Hal ini dimaksudkan bahwa kitab Yakobus tidak memberi manfaat yang cukup. Pernyataan ini muncul berhubung gelombang gerakan yang menyerukan bahwa keselamatan hanya oleh anugerah (sola gratia) dan hanya oleh iman (sola fide). Kitab Yakobus dipandang mengganggu atau paling tidak mengurangi ketajaman pengajaran sola gratia dan sola fide tersebut. Padahal sebenarnya tidak. Kalau keselamatan hanya oleh iman dalam tulisan Roma (Rm. 6-8), maka bisa membangkitkan asumsi bahwa untuk memperoleh dan mengalami keselamatan respon manusia tidak dibutuhkan sama sekali. Tetapi Yakobus menyatakan bahwa iman bekerja sama dengan perbuatan, oleh karena perbuatannya maka imannya menjadi sempurna (Yak. 2).

Pengertian perbuatan dalam kitab Roma adalah perbuatan berdasarkan hukum, sedangkan perbuatan yang dimaksud oleh Yakobus adalah perbuatan berdasarkan penurutan terhadap kehendak Allah, yaitu pikiran dan perasaan Allah. Sangat jelas sekali bahwa tidak ada orang yang dibenarkan karena perbuatan berdasarkan hukum, tetapi dibenarkan karena perbuatan berdasarkan penurutan terhadap kehendak Allah. Iman adalah penurutan terhadap kehendak Allah. Itulah sebabnya Tuhan Yesus mengatakan bahwa orang yang tidak melakukan kehendak Bapa tidak masuk ke dalam Kerajaan Surga (Mat. 7:21-23). Kalau kitab Yakobus dihilangkan dari Alkitab, maka konsep keselamatan menjadi kacau. Pernyataan Tuhan Yesus bahwa orang yang diselamatkan harus berjuang seperti masuk pintu sempit tidak akan dipahami sebab dengan pikiran atau nalar yang “percaya” maka seseorang sudah selamat. Keselamatan adalah perjuangan bagaimana meresponi penggarapan Allah untuk menjadi serupa dengan gambar dan rupa Allah, yaitu sesuai dengan rancangan semula.

Pengertian bahwa Alkitab sudah lengkap artinya tidak boleh ditambahi dengan kitab-kitab lain. Kebenaran yang terdapat dalam Alkitab sudah cukup, lengkap dan sempurna artinya apa yang sudah tertulis di dalam Alkitab sesuai dengan hasil proses kanonisasi. Jadi Alkitab yang berisi 66 kitab, yaitu 39 Perjanjian Lama dan 27 Perjanjian Baru sudah cukup dan lengkap. Adapun kalau ada kitab-kitab lain yang diakui oleh gereja tertentu, hal itu menjadi hak dan tanggung jawab mereka. Dengan 66 kitab tersebut, maka sebenarnya kebenaran yang Allah kehendaki untuk dipahami orang percaya sudah cukup.

Mengurangi jumlah tersebut akan membuat tidak lengkapnya kebenaran yang harus dipahami orang percaya, tetapi sebaliknya penambahan atas 66 kitab tersebut
akan mengacau kebenaran yang seharusnya dipahami oleh orang percaya.

Apakah Alkitab yang benar berjumlah 66 atau dengan jumlah yang lain, dapat dibuktikan dengan kualitas anggota gereja mereka? Kualitas anggota gereja yang meyakini Alkitab cukup sejumlah 66 kitab dengan mereka yang menambahi atau mengurangi jumlah kitab, dapat dibuktikan kualitas hidup masing-masing. Aspek lain yang harus diperhatikan, sekalipun Alkitabnya benar, tetapi kalau tidak memahami isinya pasti juga melahirkan anggota gereja yang tidak sesuai dengan standar kesucian Allah. Dengan demikian, harus dipahami, kalau Alkitabnya saja benar, tetapi kalau tidak mengerti isinya dengan benar akan rusak juga, apalagi kalau Alkitabnya salah.

Alkitab cukup dan lengkap, sehingga sama sekali tidak perlu ditambah oleh kitab-kitab lain sebagai pelengkap atau penyempurnanya. Dewasa ini terdapat aliran Kristen yang menganggap perlu menambah Alkitab dengan kitab lain yang diakui sebagai ilham dari Allah. Ajaran ini harus ditolak tegas. Alkitab sudah cukup (sufficientia). Demikian pula dengan tradisi yang juga dinormir (dijadikan ukuran etika atau norma) sebagai kebenaran Firman Allah, harus ditolak tegas. Dengan isi yang cukup dan lengkap tersebut Alkitab dapat mencapai maksudnya (efficak), yaitu kehendak Allah dapat dimengerti secara penuh oleh manusia dan keselamatan yang tersedia di dalam wahyu-Nya dapat dinikmati oleh manusia yang menjadi obyek karya keselamatan Allah. Oleh lengkap dan cukupnya Alkitab maka tidak perlu ada buku lain yang ditambahkan guna menjelaskan agar kebenaran yang terdapat Alkitab menjadi lebih terang, dalam hal ini jelas bahwa Alkitab sudah terang (perspicuitas). Dalam pernyataan-Nya Allah menampilkan Diri dengan bahasa dan penampilan yang manusia mampu memahaminya (anthropomofisme).