SURAT GEMBALA Surat Gembala
Topangan Hidup
30 December 2018

Saudaraku,
Kebaktian akhir tahun menjadi berarti kalau kita sungguh-sungguh dengan sikap hati yang benar mengakui bahwa apa yang terjadi dalam hidup manusia oleh karena kehadiran Tuhan di dalamnya. Secara khusus dan istimewa kita mengakui bahwa keberadaan kita oleh karena kehadiran Tuhan dan penggarapan-Nya yang sempurna. Untuk memiliki sikap hati seperti ini memang kedengarannya mudah, tetapi pada kenyataannya tidak mudah, karena kita terlanjur memiliki irama hidup yang sangat dipengaruhi oleh dunia sekitar kita yang kafir, ateis dan fasik.

Salah satu hal yang mengikat kehidupan manusia zaman sekarang -yang menjadi spirit atau gairah dalam hidup hampir semua manusia- adalah perasaan terlindungi dan rasa bahagia oleh topangan materi, kekayaan dunia. Bahwa materi, kekayaan, uang menentukan segala hal, termasuk perasaan yang terlindungi dan perasaan yang membangun kebahagiaan hidup. Orang-orang seperti ini merasa terlindungi dan menikmati kebahagiaan jika memiliki fasilitas hidup yang lengkap dan back up topangan uang yang cukup.

Itulah sebabnya bagi banyak orang, kemiskinan menjadi hantu, momok yang menakutkan. Orang yang tidak cukup memiliki materi, di dalam hati kecilnya merasa ada kegagalan. Merasa hidupnya tidak lengkap, utuh, merasa lebih rentan dari berbagai ancaman. Dengan demikian segala usaha yang dilakukan manusia pada umumnya adalah bagaimana meraih kekayaan sebanyak-banyaknya. Cara berpikir seperti ini mempengaruhi semua manusia, termasuk orang-orang Kristen. Sehingga akhirnya perasaan terlindungi dan meniknati kebahagiaan oleh topangan materi menjadi gaya hidup hampir semua manusia.

Saudaraku,
Sejatinya, perasaan terlindungi dan merasa bahagia oleh topangan materi, akan terbukti sekadar fantasi pada waktu ada perang, keadaan kacau karena teror atau huru hara, bencana alam, dan lain sebagainya. Ada banyak keadaan hidup yang tidak bisa ditanggulangi oleh materi. Misalnya pada waktu dokter menyatakan bahwa tidak ada lagi obat atau peralatan medis apa pun yang dapat menyembuhkan penyakit yang dideritanya, maka barulah ia menyadari betapa tidak berdayanya manusia. Uang bukan segalanya.

Masalahnya adalah banyak orang tidak berpikir serius bahwa pada suatu saat mereka pasti ada di pembaringan terakhir. Ini adalah keadaan yang paling kritis dan krisis dalam sejarah kehidupan manusia. Sebab dalam keadaan di ujung maut tersebut, tidak ada orang yang bisa menemani, siapa pun dan apa pun. Seseorang ada di kesendirian yang sangat menggetarkan. Ini keadaan yang paling mengerikan, yaitu ketika seseorang ada di akhir sejarah hidupnya.

Saudaraku,
Terkait dengan hal ini, Tuhan Yesus berkata dalam Lukas 16:9 Dan Aku berkata kepadamu: Ikatlah persahabatan dengan mempergunakan Mamon yang tidak jujur, supaya jika Mamon itu tidak dapat menolong lagi, kamu diterima di dalam kemah abadi.

Ikat persahabatan dengan Tuhan, jangan dengan dunia. Jadi kalau ada orang yang merasa bahagia, terlindungi oleh topangan materi, artinya ia bersahabat dengan dunia. Ada banyak masalah yang bisa terjadi dalam hidup kita, yang kita tidak boleh memaksa mutlak harus ada jalan keluar. Apa yang bukan mutlak, jangan dimutlakkan. Kita harus memandang semua itu sebagai hal minor. Semiskin apa pun, segagal apa pun hidup Saudara, tidak menjadi masalah, asalkan kita menjadi kekasih Tuhan. Karena kegagalan yang sesungguhnya adalah ketika kita ditolak Tuhan.

Ironi, banyak khotbah yang memarkir jemaat di dunia. Padahal, sejatinya rumah kita di surga. Tuhan pun berkata: “kamu bukan dari dunia ini.” Dan suatu saat nanti, bumi ini akan menjadi lautan api yang luar biasa, dan sangat mengerikan. Pada waktu itu tidak ada yang dapat menopang kita kecuali Tuhan. Harta, kekayaan, uang, sama sekali tidak berarti.

Saudaraku,
Saya percaya, Saudara tidak pernah berniat untuk mengkhianati Tuhan Yesus, tetapi jika Saudara tidak berniat sungguh-sungguh, bertekad untuk mengikut Tuhan Yesus dalam standar yang benar; maka Saudara akan gagal, dan tidak pernah memahami bagaimana mengikut Tuhan Yesus. Semua hanya di dalam fantasi. Saudara mengabaikan peringatan-peringatan Tuhan dengan mengatakan: “Omong kosong, semua belum tentu terjadi.” Atau mungkin Saudara tidak berkata begitu, tetapi sikap hidup Saudara menunjukkan Saudara tidak peduli adanya penghakiman Tuhan yang akan membawa kita di hadapan Yang Mahakudus.

Jadi ketika Alkitab mengajarkan “kerjakanlah keselamatanmu dengan takut dan gentar”, Tuhan mengajar kita memedulikan keselamatan jiwa kita, dibanding dengan kebutuhan yang lain. Tuhan merancang atau merencanakan keselamatan atas semua manusia. Tidak ada rencana Allah yang lain, hanya ini. Maka, kalaupun kita makan atau minum atau melakukan sesuatu yang lain, lakukan itu untuk kemuliaan Tuhan. Dan kemuliaan Tuhan itu satu, yaitu bagaimana setiap kata yang kita ucapkan, setiap gerak pikiran perasaan dan tindakan kita selalu menyenangkan Dia. Sehingga 70-80 tahun umur hidup kita, kita hanya hidup untuk menemukan kekasih abadi ini. Orang yang tidak masuk dalam rencana Allah ini, tidak layak dilindungi. Baik di bumi maupun di kekekalan.