SURAT GEMBALA Surat Gembala
TERANG YANG MENGUBAH DUNIA
16 December 2018

Saudaraku,
Ada tiga hal yang harus kita mengerti berkenaan dengan kenyataan terang yang mengubah dunia, yaitu:
Pertama, kedatangan Tuhan dalam hidup manusia mengajarkan hidup yang baru, sehingga orang yang menerima-Nya diubahkan hidupnya. Perubahan itu bukan hanya membuat orang jahat menjadi baik, tetapi harus sampai pada tingkat dimana seseorang dapat menjadi sempurna seperti Bapa atau serupa dengan Tuhan Yesus (Mat. 5:48). Berjalan dalam terang bukan hanya menjadi manusia yang baik menurut dunia, tetapi berkelakuan seperti Tuhan Yesus sendiri.

Pada hakikatnya orang yang belum mengenal Tuhan Yesus sebagai Juruselamat, belum mengenal hidup. Mereka belum memiliki terang itu. Hal ini juga sama juga dengan orang yang sudah mengenal Tuhan Yesus atau menjadi Kristen tetapi tidak berjuang menjadi murid Tuhan Yesus untuk berubah. Mereka hanya beragama Kristen, tetapi belum mengalami dan memiliki terang dari Tuhan. Hidup yang dimilikinya rendah mutunya. Tidak heran kalau kualitas hidup mereka tidak berbeda dengan orang yang belum mengenal Tuhan Yesus. Jangankan menjadi seperti Tuhan Yesus, baik pun tidak. Orang-orang Kristen seperti ini adalah orang-orang Kristen yang masih dalam kekuasaan Iblis. Mereka masih dalam belenggu kuasa kegelapan.

Saudaraku,
Kedua, kehadiran Tuhan dalam hidup membuat mata hati kita mengenal rencana-rencana-Nya. Kita dapat mengerti dan mengalami hidup yang berkualitas bila kita mengerti rencana-Nya serta hidup di dalamnya. Untuk apa hidup dalam dunia ini kalau kita tidak hidup dalam rencana-Nya? Setiap orang sebenarnya memiliki rencana Allah yang luar biasa. Allah hendak memenuhi rencana tersebut dalam kehidupan setiap orang. Tetapi hal ini tergantung pada masing-masing individu. Kalau seseorang berjuang bertumbuh menjadi murid Tuhan, maka ia akan dapat menemukan rencana Allah tersebut dan memenuhinya. Tuhan Yesus mengatakan: Makanan-Ku melakukan kehendak Bapa dan menyelesaikan pekerjaan Bapa (Yoh. 4:34). Prinsip hidup seperti inilah yang harus kita miliki. Orang yang memiliki prinsip ini berarti berjalan dalam terang. Orang yang belum menemukan rencana Tuhan dalam hidupnya adalah orang yang berjalan di dalam gelap.

Kalau seseorang tidak mengerti kehendak Allah dan memenuhinya berarti ia hanya hidup untuk memenuhi rencananya pribadi. Sampai mati ia hanya melayani diri sendiri. Ia menjadi Tuhan atau majikan bagi dirinya sendiri. Biasanya orang tidak menyadarinya. Mereka merasa bahwa hidup mereka sudah baik dalam standar orang Kristen yang benar. Tetapi sesungguhnya orang seperti ini tidak pernah menjadikan Yesus Kristus sebagai Tuhan atau majikan. Mereka adalah orang-orang yang tidak melakukan kehendak Bapa. Pasti suatu hari mereka ditolak oleh Allah (Mat. 7:21-23). Betapa mengerikan keadaan orang seperti ini.

Saudaraku,
Ketiga, kedatangan Tuhan Yesus untuk mengancurkan pekerjaan Iblis (1Yoh. 3:8). Menghancurkan pekerjaan Iblis artinya menghentikan penguasaan atau pemilikan Iblis atas hidup seseorang. Kalau seseorang sudah dimerdekakan dari penguasaan atau pemilikan kuasa kegelapan tandanya antara lain: pertama, tidak terikat dosa, tetapi hidup dalam kehendak Tuhan. Orang-orang seperti ini hidupnya memancarkan Pribadi Kristus. Mereka bisa berkata: hidupku bukan aku lagi tetapi Kristus yang hidup di dalam aku (Gal. 2:19-20). Inilah orang-orang yang dapat menjadi saksi bagi dunia, sebab mereka dapat membuktikan bahwa Tuhan Yesus menyelamatkan mereka. Bukti keselamatan itu adalah hidup mereka menampilkan pribadi Kristus.

Kedua, hidup dalam damai sejahtera Tuhan. Damai sejahteranya bukan karena dunia, tetapi karena Tuhan (Yoh. 14:27). Orang-orang seperti ini tidak terikat dunia atau yang sama dengan tidak menyembah Iblis. Kebahahagiaan dan sukacita hidup mereka dapat dilihat oleh orang di sekitar mereka. Hal ini menjadi kesaksian bagi orang lain di sekitar dan menunjukkan betapa berbedanya orang yang mengenal Tuhan dan yang tidak mengenal Tuhan.

Saudaraku,
Sebenarnya tanpa sadar banyak orang Kristen masih ada dalam belenggu kuasa kegelapan, tetapi mereka merasa sudah mengalahkan Iblis. Itulah sebabnya jangan merasa sudah dapat mengalahkan Iblis hanya di dalam fantasi atau imaginer semata-mata. Banyak orang Kristen menyanyikan lagu-lagu yang mengatakan bahwa Iblis telah dikalahkan, padahal hidupnya masih dalam belenggu Iblis. Kalau dua ciri orang yang sudah dimerdekakan di atas belum dimiliki, berarti ia masih ada dalam belenggu Iblis.

Kita harus menjadi hamba-hamba Tuhan yang melepaskan mereka dari belenggu tersebut. Tuhan menghendaki kita sebagai pengikuti-Nya, yang telah dibebaskan dari belenggu Iblis, menjadi kawan sekerja-Nya untuk menghancurkan pekerjaan Iblis. Hidup ini menjadi bermutu atau berkelimpahan kalau kita melayani Tuhan. Hidup yang berkualitas adalah kehidupan seseorang yang berjalan seperti Tuhan Yesus berjalan. Menghancurkan Iblis berarti menuntun orang lain dan mengarahkannya kepada kehidupan baru yang memiliki dua elemen yang hilang tersebut.

Natal merupakan berita datangnya Terang yang mengubah dunia. Maksud dunia di sini adalah kita sendiri terlebih dahulu, kemudian kita dipakai oleh Tuhan untuk menjadi sarana atau alat Tuhan yang dapat mengubah manusia di sekitar kita. Menjadi tanggung jawab kita untuk dapat menjadi alat dalam tangan Tuhan untuk meneruskan berita mengenai terang ini kepada semua orang yang ada di sekitar kita. Menjadi alat dalam tangan Tuhan meneruskan berita mengenai terang ini tidak cukup dengan perkataan kita, tetapi dengan perbuatan yang konkret. Justru perbuatan itulah yang jauh lebih efektif dari perkataan. Hidup kita harus menjadi perjuangan tanpa henti sampai kita menutup mata. Perjuangan itu adalah mengubah diri sendiri oleh kasih karunia Tuhan dan kedua menjadi alat mengubah orang lain. Kita tidak dapat mengubah orang lain sebelum kita mengubah diri sendiri.

Salam dan doa,
Erastus Sabdono