SURAT GEMBALA Surat Gembala
Sadarlah
05 January 2020

Saudaraku,

Memasuki minggu pertama di tahun yang baru ini, saya mengajak Saudara semua untuk sadar bahwa cepat atau lambat Saudara dan saya akan menghadap takhta pengadilan Tuhan. Itu merupakan suatu kepastian. Kita tidak pernah tahu kapan jantung kita berhenti untuk berdetak. Karena itu, saya mengajak kita semua untuk benar-benar serius memikirkan hal ini dan bersikap antisipatif atau preventif menghadapi keadaan itu. Sikap ini bukan untuk menghindari, karena kita tidak bisa menghindarinya. Namun, kita bisa mencegah keadaan celaka.

Oleh sebab itu, sekarang kita harus membiasakan diri untuk membawa diri kita di hadapan Tuhan seakan-akan kita berada di pengadilan itu. Sediakan waktu khusus untuk memperkarakan hal ini. Kita menghadap Tuhan Yesus yang akan menghakimi kita dan kita bertanya kepada-Nya, bagian mana yang salah dan tidak berkenan di hadapan Tuhan? Tuhan pasti memberitahukan kepada kita, bagian mana dalam hidup kita yang salah, yang harus diperbaiki. Tuhan pasti menunjukkan kepada kita watak buruk, cacat karakter, dan kebiasaan-kebiasaan yang harus kita hentikan.Kalau sudah ada di hadapan Tuhan dalam pengadilan-Nya nanti, kita tidak lagi memiliki kesempatan untuk itu.

Kita harus tahu bahwa ketika Tuhan menunjukkan kekurangan atau kelemahan kita itu, Tuhan pasti sekaligus mau menyelesaikan atau mengubah hidup kita. Tuhan mau, dengan berbagai kejadian yang Tuhan izinkan kita alami, menggarap kelemahan dan kekurangan kita ini. Cacat karakter kita itu terbangun dari peristiwa dan pengalaman hidup yang telah kita jalani. Kita meng-input-nya dari apa yang kita lihat, dengar, lalu kemudian kita jalani sehingga menggores dalam jiwa kita; lalu menjadi watak, karakter kita.

Saudaraku,
Tuhan pun akan memakai kejadian-kejadian dalam kehidupan kita untuk mengubah kita. Itulah sebabnya, di dalam Roma 8:28-29 dikatakan, “Kita tahu sekarang, bahwa Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia, yaitu bagi mereka yang terpanggil sesuai dengan rencana Allah. Sebab semua orang yang dipilih-Nya dari semula, mereka juga ditentukan-Nya dari semula untuk menjadi serupa dengan gambaran Anak-Nya, supaya Ia, Anak-Nya itu, menjadi yang sulung di antara banyak saudara.”

Penting untuk memahami apa yang dimaksud dengan “kebaikan” di ayat 28 tersebut. Yang “ditentukan” itu bukan manusianya, melainkan standar atau pencapaian yang harus dimiliki manusia. Jadi, “kebaikan” yang dimaksud adalah keserupaan dengan Tuhan Yesus. Ini tidak dialami oleh semua orang Kristen. Jelas, ini hanya untuk orang yang mengenal Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamat, untuk mereka yang mengasihi Allah. Kalau orang tidak mengasihi Allah, ia tidak mempersoalkan apakah tindakannya itu menyenangkan hati Allah Bapa atau tidak. Jadi, dia tidak akan mempersoalkan kesalahan, kelemahan, kekurangan, atau cacat karakternya. Karenanya, ketika peristiwa-peristiwa ini diizinkan terjadi dalam hidup seseorang, dia tidak menemukan bagian mana yang dibidik oleh Allah untuk diperbaiki.

Pada umumnya, orang menjalani hidup tanpa sungguh-sungguh menjaga perasaan Allah. Kadang-kadang, mereka berpikir bahwa Allah Bapa pasti menoleransi kesalahan kita. Ada orang-orang Kristen yang menganggap remeh pengadilan Tuhan Yesus. Mereka percaya bahwa nanti mereka akan dipermudah, tidak akan diadili. Yesus sudah mati di kayu salib, menebus dosa kita, dan jika yang dipersoalkan hanya “akibat” dosa itu, tidak diperlukan adanya pengadilan, sebab semuanya sudah diselesaikan di kayu salib. Lalu, mengapa ada pengadilan? Itu dikarenakan Tuhan bukan hanya menyelesaikan “akibat” dosa kita, melainkan keberadaan dosa kita juga mau diselesaikan Tuhan.

Saudaraku,

Kejadian-kejadian memang hidup bisa membuat orang bertambah bijak, bisa menguasai diri, dan sabar. Orang-orang non-Kristen pun memiliki kepribadian dan watak yang baik, bahkan sangat baik. Namun, Allah melalui Roh Kudus yang dimeteraikan dalam diri orang percaya memungkinkan orang percaya itu menjadi sempurna. Desain dari semua kejadian tersebut memiliki goal yang jelas. Jadi, kalau Saudara menghadapi satu masalah, jangan sibuk menyelesaikan masalah itu, tetapi permasalahkan karakter Saudara. Jangan sampai masalah itu selesai, tetapi karakter Anda tidak beres. Masalah bisa tidak selesai atau belum selesai, tetapi karakter Anda harus selesai. Itu merupakan harta abadi kita dan berlangsung hanya oleh anugerah Tuhan, dengan memberikan penebusan oleh darah Kristus dan Roh Kudus yang dimeteraikan, yang menuntun kita kepada seluruh kebenaran. Artinya, kita bisa mencapai kesucian, kekudusan yang tidak terbatas.

Keniscayaan untuk menjadi sempurna seperti Bapa, serupa dengan Yesus itu menjadi goal hidup kita. Kalau karakter kita diubahkan, perubahan itu akan membuahkan tindakan-tindakan agung. Anda akan mengumpulkan arsip-arsip kebaikan. Itu merupakan keharuman yang dicium Tuhan. Karena itu, orang-orang yang memiliki kelakuan yang indah sesuai pikiran dan perasaan Allah itu harum. Yang harum bukan hanya nyanyian kita, melainkan juga perilaku kita. Itu akan menjadi kekayaan abadi. Dengan demikian, selalu ada kesempatan setiap hari untuk mengumpulkan harta di surga.

Kebenaran itu memiliki satu warna, sedangkan kebohongan memiliki banyak warna. Hidup dalam pemerintahan Tuhan itu juga memiliki satu warna, karena kepala pemerintahannya Allah sendiri. Namun, orang yang masih memerintah dirinya sendiri memiliki banyak warna. Orang yang memerintah dirinya sendiri berada di wilayah kerajaan gelap; bukan di wilayah Allah. Hanya orang yang hidup dalam pemerintahan Allah yang memiliki satu warna, yang pasti mengarsipkan keindahan (fragrance), aromanya harum. Orang-orang yang berkelakuan agung—di mana setiap kata, sikap, perbuatannya selalu sesuai dengan pikiran dan perasaan Allah—menyebarkan keharuman Allah, dan di situ, malaikat-malaikat pun hadir.

Saya mengajak Saudara untuk memiliki hidup seperti itu. Jangan menganggap sepele pengadilan Allah ini. Jangan berpikir karena Yesus telah mati di kayu salib, selesai sudah semuanya. Dia menyelesaikan akibat dosa Anda, tetapi kerakter dosa Anda harus Anda selesaikan dengan Roh Kudus yang dimeteraikan itu, supaya Anda menjadi serupa dengan Dia. Jangan sampai anugerah Tuhan dalam wujud pembentukan-pembentukan-Nya berlalu tanpa membawa perubahan dalam karakter kita. Itu kesombongan! Kalau Saudara ditegur sampai dipermalukan Tuhan, itu adalah berkat. Kalau tidak, dosa Anda tidak pernah terungkap. Namun, ketika Anda menghadap pengadilan Tuhan, semuanya baru ditelanjangi. Itu masalahnya. Oleh sebab itu, indah sekali kalau Bapa memberikan Roh Kudus untuk menuntun kita kepada seluruh kebenaran. Marilah kita sadar! Jangan sombong! Saudara akan meratap dengan ratap tangis dan kertak gigi kalau tidak bertobat mulai sekarang.

Teriring salam dan doa,
Erastus Sabdono