SURAT GEMBALA Surat Gembala
Pintu Yang Terbuka
17 May 2020

Saudaraku,

Kenyataan hidup yang kita jalani sering kali mengesankan bahwa Allah itu tidak ada. Allah tidak campur tangan di dalam hidup kita. Pada waktu ekonomi kita terpuruk, pada waktu kita ditindas, pada waktu kita diperlakukan tidak adil, pada waktu kita melewatkan hari-hari dalam kesendirian dan kesepian, dikesankan bahwa Allah tidak ada; Allah tidak adil. Itu yang membuat kita bisa kehilangan arah, lalu lost contact, seperti seorang yang naik gunung lalu tidak tahu jalan setapak turun.

Sejatinya, justru dalam keadaan seperti itu kita belajar untuk mengerti jalan Allah yang benar-benar tersembunyi, yang misteri, yang tidak mudah dijajaki dengan pikiran manusia. Ketika kita sungguh-sungguh memperkarakan hidup kita di hadapan Allah dalam kondisi yang kita alami—yang mengesankan Allah tidak ada—kita akan menemukan rencana Allah, kehendak Allah, didikan Allah, nasihat Allah dalam pengalaman dan perjalanan hidup kita tersebut.

Kalau kita bisa menemukan itu, kita baru bisa memandang pengalaman hidup kita dari sudut yang belum pernah kita mengerti sebelumnya; seperti ada pintu yang terbuka. Dan ternyata, itu pintu yang dibukakan oleh Tuhan dan kita melihat peristiwa, pengalaman, kejadian dalam hidup kita dari sudut yang kita tidak pernah mengerti sebelumnya. Saya percaya Saudara yang sungguh-sungguh mau mencari Tuhan akan dibawa kepada keadaan itu.

Kalau kita tidak banyak dihajar Tuhan dengan pengalaman yang pahit, kita tidak ingin pulang ke surga. Kalau kita tidak ingin pulang ke surga, kita pasti jadi duniawi. Allah tahu bagaimana menyentuh kita untuk mengalami perubahan hidup.

Keadaan Saudara hari ini, keadaan yang paling baik. Jangan Saudara menoleh ke belakang. Temukan maksud Tuhan di balik semua kejadian dan keadaan yang Saudara alami dan jalani hari ini. Keberadaan kita harus kita terima sebagai anugerah.

Kadang Tuhan sengaja menghambat kemajuan yang kita mimpikan. Sebab kalau itu dibiarkan, kita bisa terhilang. Kita tidak tahu sampai kapan dunia ini eksis seperti hari ini. Jadi, kita harus giat segiat-giatnya untuk merubah diri.

 

Teriring salam dan doa,

Erastus Sabdono