SURAT GEMBALA Surat Gembala
PEMALSUAN YANG CERDAS
14 October 2018

Saudaraku,
Dewasa ini banyak orang sedang menggandrungi hal-hal yang bersifat supranatural dan berunsur mistik. Bagi masyarakat Timur seperti masyarakat Indonesia, memang hal-hal yang supranatural dan yang berunsur mistik sangat menyatu dengan kehidupan masyarakat. Ternyata trend seperti ini telah masuk dalam lingkungan kehidupan anak-anak Allah. Bukan hanya orang-orang Timur, tetapi juga sebagian masyarakat Kristen Barat. Sebagai buktinya, banyak ajaran sesat Kristen yang tidak Alkitabiah yang bersifat mistik menjurus kepada kesesatan justru datang dari Barat, khususnya dari para pendeta di Amerika. Hal ini bisa merupakan celah atau saluran yang digunakan Iblis dalam menyesatkan gereja Tuhan di dunia. Dan ini merupakan sarana Iblis yang efektif dan sangat ampuh, sebab hal ini konsumtif bagi banyak orang pada dua atau tiga dasawarsa belakangan ini di seluruh dunia, juga termasuk di dalam jemaat Kristen di Indonesia.

Hal-hal yang berkenaan dengan alam roh atau supranatural menyangkut antara lain nubuat, penglihatan, mimpi-mimpi, mendengar suara Tuhan, pengalaman dalam dunia orang mati atau pengalaman di surga dan di neraka, mukjizat-mukjizat, bahasa roh dan lain sebagainya. Membicarakan hal ini bukan berarti kita tidak setuju adanya fenomena tersebut. Kita percaya bahwa hal-hal tersebut juga ada di dalam Alkitab dan merupakan bagian dari karunia-karunia roh. Tetapi kita dipanggil untuk menguji dengan teliti dan seksama terhadap suatu fenomena alam roh; apakah hal tersebut sungguh terjadi oleh Tuhan atau dari Iblis? Seringkali apa yang diakui dan disaksikan sebagai karunia roh ternyata hanya merupakan pengalaman jiwa seseorang yang diakui sebagai berasal dari Tuhan, padahal kenyataanya yang diakui sebagai pengalaman alam roh dari Tuhan tersebut hanya fenomena jiwa yang tidak sehat; jiwa yang magis dan mistis mistik. Fakta yang tidak dapat dibantah adalah banyak jemaat telah menjadi korban “orang-orang sakit ini”. Mereka bisa menjadi alat dalam tangan Iblis yang sangat luar biasa.

Saudaraku,
Iblis si pendusta atau pembohong mampu memalsu dengan canggih hal-hal yang berkenaan dengan alam roh ini. Sampai-sampai kita sulit membedakan manakah yang berasal dari Allah dan yang dari Iblis. Jadi kalau ada seseorang berbahasa roh, menyampaikan nubuat, penglihatan, mengadakan tanda ajaib dan lain sebagainya, hendaknya kita tidak cepat-cepat meyakini bahwa itu semua berasal dari Tuhan. Karena halusnya penipuan atau pemalsuan tersebut sampai-sampai “hadirat Allah” pun bisa dipalsukan. Perlu diketahui bahwa suasana hikmat dalam gereja belum tentu hadirat Allah yang murni atau sejati. Sering suasana hikmat maupun sorak sorai dalam kebaktian sebenarnya adalah ekspresi atau lahir dari kedagingan yang menjadi kendaraan Iblis, atau paling tidak hanya fenomena jiwa semata-mata, sehingga jemaat tidak dibawa kepada suasana hadirat Allah yang sejati. Pemalsuan yang berkepanjangan seperti ini menggiring jemaat tidak pernah menemukan kebenaran hadirat Allah yang sejati. Dewasa ini tampil banyak pemimpin puji-pujian yang secara teknis cakap memimpin liturgi, tetapi sebenarnya mereka tidak mengenal kebenaran dan tidak memiliki pengalaman dengan Tuhan setiap hari secara benar. Tanpa mereka sadari merekalah yang menjadi agen penipuan hadirat Allah palsu tersebut.

Berkenaan dengan penyesatan yang pasti melanda dunia, telah dikatakan dengan jelas oleh Tuhan Yesus sendiri dalam Matius 24:24. Dalam ayat tersebut dikatakan bahwa suatu saat nanti akan muncul mesias palsu dan nabi palsu, mereka akan mengadakan tanda-tanda ajaib dan melakukan mukjizat-mukjizat. Tentu hal ini bukan terjadi hanya di luar tembok gereja, tetapi juga di dalam lingkungan komunitas Kristen. Penyesat-penyesat dalam gereja menciptakan kepalsuan yang sangat mirip dengan manivestasi yang benar dari Roh Allah. Hal inilah yang membuat kita sulit membedakan karunia roh yang asli atau palsu, sehingga orang pilihan pun bisa disesatkan. Berkaitan dengan ini Paulus berkata bahwa di akhir zaman akan terdapat orang yang mengikuti roh-roh penyesat dan ajaran setan-setan (1Tim. 4:1). Kalau dikatakan ajaran setan-setan, bukan berarti hanya gereja setan. Seperti Iblis yang bisa ada di taman Eden melingkar di pohon pengetahuan tentang yang baik dan jahat, demikian pula hari ini Iblis juga bisa ada melingkar di mimbar Kristen.

Salam dan doa,

Erastus Sabdono