SURAT GEMBALA Surat Gembala
Orkestra Hidup (1)
03 May 2020

Saudaraku,

Kedatangan Tuhan Yesus “mengobrak-abrik” dan merusak tatanan keberagamaan. Dalam konteks ini, agama Yahudi atau Yudaisme. Jadi, kita bisa mengerti kebencian yang begitu kuat di dalam hati tokoh-tokoh agama Yahudi terhadap Yesus dan para pengikut-Nya. Mereka mencoba untuk bukan hanya menghambat, melainkan juga memunahkan. Bagaimana tidak, dengan apa yang diajarkan oleh Yesus, tatanan keberagamaan Yahudi itu dirusak. Bait Allah di Yerusalem yang menjadi pusat ibadah bagi orang Yahudi tidak lagi menjadi pusat ibadah.

Yesus berkata, ada saatnya orang menyembah bukan di Yerusalem, juga bukan di atas Gunung Gerizim—di mana orang-orang Yahudi berdarah campuran mengadakan ibadah kepada Yahweh karena mereka tidak diperkenan masuk Bait Allah di Yerusalem. Mereka diajar oleh Yesus tidak menjadikan bangunan sebagai pusat ibadah; jam-jam tertentu untuk sembahyang dan berkiblat ke Yerusalem, Yesus gantikan dengan menyembah Allah dalam roh dan kebenaran.

Menyembah Allah dalam roh dan kebenaran adalah ibadah yang tidak diatur oleh ritual, seremonial, atau upacara keagamaan. Ibadah yang tidak dibatasi oleh ruangan dan waktu; ibadah yang meliputi seluruh kehidupan ini. Jadi, keberagamaan dengan polanya harus ditinggalkan, diganti. Dan ciri-ciri keberagamaan—yaitu seremonial atau liturgi, hukum, dominasi tokoh—harus diganti.

Kadang-kadang, orang percaya diizinkan miskin, tertindas, tetapi itu bukan sebagai hukuman, melainkan sebagai cara Allah membentuk karakter kita. Itulah sebabnya, pertama, orang percaya harus rela tidak lagi melihat pemenuhan kebutuhan jasmani sebagai tujuan hidup. Firman Tuhan mengatakan di Lukas 16:11, kalau orang tidak setia dalam hal mamon yang tidak jujur—artinya masih duniawi—dia tidak akan bisa mengerti firman Tuhan.

Yang kedua, fokus langit baru bumi baru. Kalau orang percaya tidak memiliki kerinduan ke surga, pasti ada yang salah. Yang ketiga, hidup untuk Tuhan dan Kerajaan-Nya. Hidup untuk Tuhan itu artinya kita hidup hanya untuk menyenangkan Dia. Hidup kita harus seperti sebuah orkestra yang didengar sepanjang waktu oleh Allah dan suaranya menyenangkan Dia.