SURAT GEMBALA Surat Gembala
Mengejar Kesempurnaan
12 March 2017

Anak-Ku,
Tidakkah kamu lihat bahwa tidak banyak orang yang frustasi karena mengejar kesucian dan kebenaran-Ku? Bahkan mereka tidak peduli sama sekali terhadap kesucian dan kebenaran-Ku. Frustasi seperti ini adalah frustasi yang terus menyeret manusia semakin jauh dari kesucian dan kebenaran-Ku. Mereka semakin haus dan lapar terhadap kekayaan dan keindahan dunia serta kehormatannya. Dengan cara demikian, kuasa dunia membawa mereka kepada kegelapan. Hal ini bukan saja terjadi atas anak-anak dunia, tetapi juga terjadi atas orang-orang yang sudah mengenal keselamatan dalam Putra Tunggal-Ku. Hal ini menyedihkan hati-Ku. Mereka adalah orang-orang yang tidak melakukan apa telah diajarkan Putra-Ku, yaitu mendahulukan Kerajaan Allah dan kebenaran-Nya. Mereka tidak pernah mau mengerti Kerajaan-Ku, sebab mereka membangun Kerajaan mereka sendiri.

Sebaliknya, orang benar akan mengalami frustasi juga, tetapi frustasi menghadapi dirinya sendiri, yaitu bagaimana bisa mencapai kesempurnaan. Mereka bertanya-tanya dalam hati mereka sendiri: kapan bisa hidup sempurna? Pertanyaan yang menuntut jawaban seperti itu adalah pertanyaan yang sangat baik dan harus kamu miliki. Fakta hidup yang kamu jalani selama ini menunjukkan kamu selalu gagal dan kamu merasakan serta menyadari kegagalan itu. Frustasimu itu sesungguhnya sesuatu yang normal dialami semua orang yang haus dan lapar akan kebenaran. Tetapi persoalannya adalah banyak mereka yang berhenti di tengah jalan. Mereka merasa tidak sanggup lagi meneruskan perjuangan untuk mencapai hidup dalam kesempurnaan. Inilah orang-orang yang imannya mengalami keguguran. Seharusnya kamu tetap berjuang tiada henti ketika mengalami keadaan tersebut. Dalam pikiranmu seharusnya hanya ada satu kerinduan dan tekad bahwa kamu harus mencapai kesempurnaan, berapa pun harganya.

Di akhir zaman ini akan semakin sedikit orang yang memburu kesucian dan kebenaran-Ku. Kesucian dan kebenaran menjadi barang langka dan dianggap barang yang tidak terjangkau. Lebih rusak lagi kalau hal ini dipandang tidak dibutuhkan. Mereka merendahkan dan mencampakkan secara sewenang-wenang. Tidak sedikit pengajar sekolah Alkitab, pembicara di mimbar gereja dan kelompok orang-orang Kristen yang mengajarkan bahwa kesempurnaan hanya bisa dicapai di surga. Hal ini benar-benar bisa mematahkan gairah dan semangat banyak anak-anak-Ku untuk mencari kebenaran-Ku dan mencapai kesucian-Ku. Ajaran itu sangat keliru. Aku yang memerintahkan untuk sempurna, Aku yang memberi kemungkinan untuk dapat dialami, sebab Aku bukan pendusta dan tidak akan memerintahkan sesuatu yang tidak dapat kamu capai.
Pengajar palsu itu mengajarkan apa yang tidak diajarkan oleh Putra-Ku. Mereka mengajarkan seakan-akan korban Putra-Ku di kayu salib sudah menjawab semua kebutuhan umat-Ku, sehingga mereka merasa tidak perlu bergumul untuk melakukan kehendak-Ku. Seakan-akan hal itu bisa terjadi secara mudah dengan sendirinya. Melakukan kehendak-Ku sebenarnya sama dengan hidup dalam kesempurnaan. Itulah yang dikatakan Putra-Ku bahwa mereka harus sempurna seperti Aku, Bapamu.

Betapa malangnya mereka yang merasa sudah memiliki keselamatan, merasa sudah sah sebagai anak-anak-Ku dan yakin akan Kuperkenan masuk Rumah-Ku. Padahal keadaan mereka tidak berkenan di hadapan-Ku, sebab mereka tidak melakukan kehendak-Ku. Putra-Ku sudah mengajarkan bahwa hanya orang-orang yang sudah melakukan kehendak-Ku yang boleh masuk Kerajaan Surga. Banyak di antaramu yang belum melakukan kehendak-Ku. Tetapi kamu tidak merasa gusar. Tidak ada perasaan frustasi di dalam dirimu, sebab kamu telah menggantikan kerinduanmu untuk hidup dalam kesempurnaan dengan perkara-perkara dunia fana.

Sekarang kamu masih Kuberi kesempatan untuk bertobat dan terus mengalami pembaharuan, kamu harus menempatkan hal menjadi sempurna sebagai satu-satunya isi hidup dan perjuanganmu. Semua yang kamu lakukan dalam hidup ini hanyalah untuk menjadi sempurna seperti Putra-Ku dan hidup bagi kepentingan Kerajaan-Ku. Oleh sebab itu jangan sekali-kali putus asa dalam perjuangan untuk menjadi sempurna. Aku akan menuntunmu melalui Roh-Ku agar kamu dapat dibawa kepada segala kebenaran. Kamu tidak boleh menggeser perhatian dan kerinduanmu kepada yang lain, selain hidup untuk mencapai kesempurnaan. Seseorang tidak akan dapat mengerti apa kesempurnaan itu, sampai ia mengalami sendiri. Jadi, kalau ada pengajaran yang mengajarkan bahwa kesempurnaan tidak dapat dicapai di bumi, berarti ia tidak pernah bergumul sungguh-sungguh untuk sempurna, dan mereka tidak akan pernah bisa mengalaminya. Berjuanglah masuk jalan sempit, kamu pasti bisa melewatinya.

Aku yang selalu mengasihimu,
Bapamu