SURAT GEMBALA Surat Gembala
Menemukan Allah 2 (Sangat Ekstrim)
19 July 2020

Saudaraku,

Kita tidak bisa dimiliki oleh Allah kalau kita tidak memiliki karakter-Nya. Di situ terjadi sebuah pergumulan yang saya katakan perjuangan. Kita tidak bisa hanya ekstrem, harus sangat ekstrem untuk memiliki kehidupan dimana kita menemukan Allah. Langkah kedua dalam menemukan Allah dengan sangat ekstrem tersebut adalah kita harus benar-benar menangkap apa rencana Allah dalam hidup kita yang harus kita selesaikan. Sebab, setiap kita pasti mengandung rancangan atau rencana Allah yang harus kita genapi. Itu yang harus kita persoalkan sebenarnya.

Jadi, bicara mengenai kedaulatan Allah, implikasinya bukan hanya sesuatu yang dipikirkan, dirumuskan. Itu yang membuat gereja mati. Gereja kelihatannya hidup dengan tradisi gereja, dengan kegiatan gereja, maksudnya kegiatan-kegiatan seperti kebaktian, lalu bentuk-bentuk pelayanan, ada pendeta, ada jemaat, ada majelis, dan seterusnya. Tetapi, implikasinya miskin, dangkal. Bahkan, jujur tidak berimplikasi. Hanya diyakini di nalar, hanya olah nalar.

Tetapi, kalau bicara mengenai kedaulatan Allah itu, bicara mengenai kehendak-Nya yang mutlak, absolut, yang harus kita turuti. Maka, yang pertama, kita harus berjuang untuk mengerti kehendak Allah secara tepat, secara presisi. Lalu yang kedua, bagaimana kita mengenakannya secara konkret di dalam kehidupan ini. Jadi jelas sekali.

Ini yang harus kita pahami dengan benar, supaya kita jangan hanyut pada olah nalar, perdebatan-perdebatan teologi, tetapi ternyata hal ini menggantikan ruangan yang mestinya kita miliki, yaitu berinteraksi dengan Allah. Orang yang menemukan Allah adalah orang yang pasti memiliki interaksi dengan Allah secara benar. Bukan hanya berinteraksi dengan ilmu tentang Allah. Berbicara mengenai Allah berbeda dengan mengalami Allah. Banyak orang merasa sudah mengalami Allah ketika berbicara tentang Allah dan itu naif sekali. Makin bisa merumuskan tentang Allah, makin bisa mengurai mengenai Allah dari ayat-ayat Alkitab, merasa bahwa dirinya sudah menemukan Allah. Orang-orang seperti ini pasti tidak berkualitas hidupnya. Artinya, walaupun terlihat bermoral, terlihat baik-baik, tetapi lihat keangkuhannya, kesombongannya, arogansinya.

Jadi, mari kita seekstrem-ekstremnya untuk menemukan Allah. Jam doa yang cukup, belajar kebenaran yang cukup, memerhatikan setiap peristiwa yang terjadi, yang di dalamnya Tuhan memberi hikmat. Lalu bertemulah dengan Tuhan dan katakan: “berapa pun harga yang harus kubayar untuk memiliki Engkau, mengalami Engkau, Tuhan, aku mau bayar.” Katakan itu, temukan Dia, alami Dia.

 

Teriring salam dan doa,

Erastus Sabdono