SURAT GEMBALA Surat Gembala
Kawan Sekerja Allah
06 June 2020

Saudaraku,

Di setiap zaman, Allah pasti memilih orang-orang tertentu untuk menjadi kawan sekerja-Nya. Abraham, orang yang disingkirkan, dipisahkan dari masyarakatnya untuk menjadi sahabat Allah, menjadi moyang dari umat pilihan (bangsa Israel). Dan dari keturunan Abraham ini, semua bangsa akan diberkati.  Sebab, dari Abraham ini akan lahir Juruselamat,  yaitu Yesus Kristus.

Abraham dipanggil menjadi kawan sekerja Allah. Tetapi Saudara harus tahu bagaimana ia harus kehilangan kerabat, keluarga, kampung halaman. Dari bangsa yang beradab menjadi bangsa nomaden atau pengembara. Tidak mudah menjadi kawan sekerja Allah itu. Abraham harus kehilangan segala sesuatu.

Kemudian, Musa. Musa juga kawan sekerja Allah. Musa dipilih oleh Allah untuk membebaskan Israel. Tetapi apa yang terjadi? Musa harus kehilangan kedudukan sebagai keluarga bangsawan Mesir, di mana ia memiliki potensi secara duniawi menjadi salah satu pangeran Mesir dengan kedudukan terhormat di samping Firaun. Musa harus rela meninggalkan istana untuk menjadi seorang pembebas. Itu pilihan, dan Musa memilih untuk itu. Ini menjadi kawan sekerja Allah. Tidak mudah, bukan?

Dalam sejarah kehidupan bangsa Israel, ada tokoh-tokoh lain yang memang dipilih untuk menjadi kawan sekerja Allah, seperti misalnya Yosua, abdi Musa yang kemudian menggantikan tempatnya. Ada orang-orang hebat, seperti Daud yang harus mempertaruhkan nyawa menyelamatkan bangsa Israel dari Filistin; Yusuf, Daniel, Sadrakh, Mesakh, Abednego, Elia, Elisa, Yeremia. Tuhan selalu memilih orang-orang untuk menjadi kawan sekerja-Nya.

Allah memiliki rencana, dan di dalam perencanaan itu, Tuhan mau melibatkan kekasih-kekasih-Nya untuk mengambil bagian di dalamnya. Kita bersyukur ada di zaman ini karena Allah juga memiliki rencana di zaman kita. Allah juga mencari orang-orang yang bisa mencari kawan sekerja-Nya.

Dan sekarang kita bisa menjadi kawan sekerja Allah dalam karya keselamatan-Nya. Namun ternyata orang-orang yang menjadi kawan sekerja Allah harus memenuhi kriteria. Jelas dalam Yohanes 20:21 Firman Tuhan mengatakan: Maka kata Yesus sekali lagi: "Damai sejahtera bagi kamu! Sama seperti Bapa mengutus Aku, demikian juga sekarang Aku mengutus kamu." Menjadi utusan itu luar biasa.

Tuhan memiliki rancangan atas dunia ini, atas benua Asia, atas negara Indonesia. Atas wilayah hidup sekitarmu, keluarga besarmu, keluargamu sendiri. Allah memiliki rencana di lingkungan pekerjaan dan bisnismu. Allah mau bermanuver, dan kitalah yang akan menjadi kawan sekerja-Nya untuk memenuhi rencana-Nya. Pasti ada rencana Allah.Temukan itu!

 

 

Teriring salam dan doa,

Erastus Sabdono