SURAT GEMBALA Surat Gembala
Injil Yang Sejati
02 February 2020

Saudaraku,

Ibarat barang, Injil yang asli atau murni tidak banyak dikenali oleh orang. Dan seandainya kita mencoba untuk menawarkannya, barang itu kurang laku di pasaran. Mungkin juga dicurigai sebagai barang palsu. Sebab, yang lebih banyak beredar dan menjadi standar, justru barang palsu.

Tetapi orang yang sungguh-sungguh haus dan lapar akan kebenaran, orang yang merindukan melakukan kehendak Allah pasti mengingini Injil yang sejati. Dan mereka akan Tuhan pimpin untuk menemukan Injil yang sejati itu.

Tentu saja tanpa bermaksud untuk meninggikan diri, tidak bermaksud untuk memojokkan atau menyalahkan orang lain, tidak bermaksud untuk mengatakan bahwa kita adalah yang paling benar dan bukan untuk menghakimi orang lain, saya harus mengatakan bahwa Injil yang kita pahami itu Injil yang benar. Karena kita juga telah melewati tahun-tahun dimana kita tidak mengenakan Injil yang benar, sehingga kita sekarang bisa merasakan perbedaannya.

Bagaimana kita bisa membuktikan hal itu? Kita membuktikan lewat hidup kita sendiri, yang tidak bisa kita ungkapkan secara terbuka dan vulgar di depan semua orang. Adapun ciri-ciri dari Injil yang sejati antara lain adalah:
Pertama, Injil yang benar pasti mengubah hidup kita secara moral. Bahkan membuat kita sendiri takjub, bagaimana kita bisa berubah.

Kedua, Injil yang benar membuat kita menikmati damai sejahtera yang tidak pernah kita alami sebelumnya.
Ketiga, Injil yang benar membuat kita memiliki perasaan berani dan tidak takut menghadapi apa pun.
Keempat, Injil yang benar membuat kita tidak memiliki ambisi apa-apa, kecuali kita mau benar-benar menyenangkan, menyukakan hati Allah.

Kelima, Injil yang benar akan membuat kita tidak tertarik dengan dunia.
Keenam, Injil yang benar akan menyadarkan kita bahwa kita bukan dari dunia ini.

Ini semua bukan sekadar pengetahuan dan pikiran secara kognitif, melainkan kita menghayatinya. Dan betapa sulitnya kita membagikan Injil yang sejati ini kepada orang lain. Padahal, kita juga ingin orang lain mendengar, mengetahui, dan mengenakannya karena hanya ini yang dapat menyelamatkan nasib kekal seseorang. Oleh karena itu, kita sendiri harus sungguh-sungguh tekun menggali kebenaran, baik melalui literatur yang kita baca, khotbah yang kita dengar, seminar yang kita hadiri, juga melalui perjumpaan dengan Tuhan baik dalam doa dan kehidupan kita setiap hari. Injil itu akan membuat kita benar-benar hanya memiliki satu dunia. Dunia itu adalah atmosfer Tuhan. Dan ini akan menjadi kesukaan kita satu-satunya.

Saya mengajak Saudara semua untuk membuktikan bahwa kebenaran yang kita pelajari dan kenakan ini benar-benar mengubah hidup kita secara luar biasa. Karena hal ini akan menentukan nasib kekal kita. Jangan Saudara memiliki interest atau perhatian kepada hal lain apa pun. Jadikan ini sebagai pusat interest Saudara. Kalau Saudara mengurus rumah tangga, bisnis, atau apa pun, lakukan itu semua untuk Injil ini.
Ini menyangkut keabadian kita. Kita bisa mengenal Tuhan Yesus, Allah yang benar, Tuhan yang benar. Kita mulai membangun hubungan dengan Dia, bisa mengalami riil kehadiran-Nya. Semakin kita hidup suci, semakin kita tidak mau menyentuh apa yang salah. Semakin kita tidak terikat dengan dunia ini, semakin kita dapat merasakan kehadiran Tuhan.

Teriring salam dan doa,

Erastus Sabdono