SURAT GEMBALA Surat Gembala
Hari Ini
05 March 2021

Saudaraku,

Hal mengeraskan hati bukan saja terjadi atas orang-orang yang ada di luar gereja, melainkan juga terjadi atas orang-orang Kristen. Itulah sebabnya dikatakan dalam Ibrani 3:13, “Nasihatilah seorang akan yang lain setiap hari, selama masih dapat dikatakan hari ini.” Kalimat ini tentu ditujukan untuk persekutuan orang-orang Kristen. Lebih tegas lagi ditujukan bagi mereka yang membangkitkan amarah Tuhan, yaitu yang sekalipun sudah mendengar suara Tuhan, namun menunda-nunda hari pertobatannya. Orang yang tidak memperhatikan panggilan “hari ini” adalah orang-orang yang membiarkan dirinya menjadi keras kepala (Ibr. 3:15). Mengenai hal ini ditulis oleh Paulus dalam suratnya, yaitu mengenai bangsa Israel yang sebagian besar tewas di padang gurun, gagal menginjak tanah Kanaan (1Kor. 10:11-12). Allah mengancam orang yang keras hati dengan hukuman (Rm. 2:5). Oleh sebab itu pertobatan kita haruslah bagai garis panjang, bukan bagai sebuah titik. Pertobatan adalah gerak hidup setiap hari dari orang-orang yang sedang diproses dalam kesucian Allah. Masalahnya, perintah atau komando yang Tuhan berikan, apakah kita segera melakukannya atau menundanya?

Tanpa kita sadari kita sering melakukan langkah yang sangat merugikan dan membahayakan diri kita. Memang kita tidak memberontak kepada Tuhan secara terang-terangan. Kita tidak menolak perintah dan komando-Nya, tetapi kita menunda apa yang Tuhan kehendaki agar kita lakukan hari ini. Kita berpikir bahwa melakukan besok sama dengan hari ini. Kita berpikir bahwa Tuhan mau mengerti, memaklumi dan menolerir. “Pada hari ini”, ini menunjukkan bahwa manusia berkejar-kejaran antara waktu dan kesempatan. Allah menyediakan tuntunan-Nya yang sempurna, tetapi tuntunan dan berkat-Nya dibungkus dalam kesempatan tertentu, di kurun waktu tertentu. Kalau seseorang mengabaikan kesempatan yang Tuhan berikan ini, maka dapat kehilangan tuntunan dan berkat-Nya.

Tuhan Yesus mengatakan dalam Yohanes 10:10 bahwa Iblis giat berupaya membunuh kehidupan. Dengan cara bagaimanakah Iblis melakukan hal ini? Iblis memberikan berbagai kesibukan, kekusutan dalam pikiran, minat-minat dunia, kesenangan-kesenangan dunia, sehingga kita selalu menunda apa yang seharusnya kita lakukan hari ini. Semua ini merupakan kacang merah yang hendak ditukar dengan hak kesulungan kita (Ibr. 12:15-17). Tidak sedikit orang percaya yang menunda apa yang Tuhan mau kita lakukan “pada hari ini.” Padahal semua ini merupakan kesempatan kita memeroleh berkat-berkat Allah yang besar. Akibat dari penundaan ini sangat berbahaya.

Sejatinya, kita harus meninggalkan segala sesuatu hari ini. Hari ini, bukan besok atau hari yang tidak jelas kapan. Harus hari ini! Dengan menunda-nunda apa yang harus kita lakukan hari ini, tanpa sadar kita dapat menjadikan hidup kita sia-sia. Hati menjadi keras dan inilah langkah-langkah menuju tahap “menghujat Roh Kudus”. Tanpa disadari banyak orang Kristen yang dibawa ke pembantaian oleh Iblis. Setiap hari Iblis memberi berbagai permainan dan kesulitan hidup, sehingga mereka tidak mencari hal-hal yang bernilai kekal (Yoh. 9:4). Lebih celaka lagi kalau waktu hidup ini digunakan untuk perkara-perkara yang mendukakan hati Tuhan, lengkaplah sudah malapetaka dan kebinasaan yang dihimpunnya. Oleh sebab itu, kita harus bangkit hari ini. Kita harus bertobat dan melakukan perintah, kehendak Allah serta tugas-tugas yang diberikan Tuhan kepada kita hari ini. Setiap hari kita harus mensyukuri berkat Tuhan, yaitu kesempatan-kesempatan besar yang Tuhan berikan bagi kita hari itu. Jangan menunda lagi. Untuk ini kita harus berani mengesampingkan segala kesenangan-kesenangan dunia, kekusutan-kekusutan pikiran dan dengan mantap melangkah untuk melaksanakan perintah, tuntunan dan komando Tuhan hari ini. Hari ini adalah waktunya meninggalkan segala sesuatu.

Teriring salam dan doa,

Erastus Sabdono