SURAT GEMBALA Surat Gembala
Berjuang Bersama
29 December 2019

Saudaraku,

Kalau kita masih bisa merayakan ibadah atau perayaan tutup tahun di penghujung tahun 2019 ini, sejatinya kita harus bersyukur karena Tuhan masih memercayakan kepada kita nafas hidup dan kesempatan untuk kita mengambil bagian dalam pekerjaan-Nya yang luar biasa. Tuhan menjagai kita, menjagai semua umat pilihan-Nya. Seluruh keberadaan kita ini karena kepercayaan Tuhan bagi kita untuk tetap menjalani roda hidup dan pelayanan ini.

Dan kita bukan sekadar menjalankan tugas-tugas gerejawi, melainkan kita sedang bergumul mempersiapkan diri kita dan orang-orang yang kita layani untuk layak menjadi anggota keluarga Kerajaan. Kita mengajak semua orang percaya untuk dapat memindahkan hati di Kerajaan Surga. Ini adalah inti dari pelayanan kita. Yang oleh karenanya saya menyerukan, “Mari kita berjuang bersama.” Berjuang mengubah diri, berjuang mengubah orang lain.

Kepercayaan yang Tuhan berikan ini mahal dan mulia. Menjadi mahal dan mulia karena di sini Tuhan berkenan membukakan rahasia-rahasia Firman Tuhan. Sehingga kita menjalani hidup kekristenan seperti yang Tuhan Yesus ajarkan dan Tuhan Yesus sendiri telah jalani.

Hal ini mengingatkan kita pula bahwa tugas kita belum selesai. Kita belum mencapai apa yang Tuhan kehendaki, bahkan perjalanan kita masih panjang dan akan menjadi lebih berat ke depan, sebab: Pertama, Tuhan menyingkapkan banyak kebenaran baru yang mana kita harus bisa benar-benar mengamalkan atau mengenakannya dan kita juga harus bisa membagikannya kepada orang lain. Kedua, dunia menjadi semakin jahat dan kebenaran-kebenaran yang Tuhan singkapkan kepada kita semakin mustahil untuk dikenakan di dunia yang makin fasik ini.

Saudaraku,

Oleh karenanya kita harus menjaga hati kita agar tidak menjadi sombong, sebab kita diberi Tuhan kepercayan untuk menjadi jurubicara-Nya; mengembalikan kekristenan yang murni—yang mana sekarang telah hilang kemurniannya—dan ini merupakan pekerjaan yang sangat berat. Dalam hal ini—tidak bisa tidak—kita akan berbenturan dengan konsep-konsep kekristenan yang sudah menahun, bahkan berabad-abad dikenakan oleh orang-orang Kristen pada umumnya.

Maka, jangan terkejut jika orang-orang yang tidak ada dalam kebenaran akan memusuhi kita. Pemberitaan Firman yang kita kerjakan seperti menggugat kekristenan yang sudah ada, menggugat gereja-gereja, menggugat banyak pengajaran, menggugat banyak hamba Tuhan, pelayan Tuhan atau pendeta. Dan ini yang akan membuat perjalanan kita terasa semakin berat. Tetapi kita harus membuktikan kebenaran yang murni itu melalui seluruh perilaku hidup kita. Sementara perilaku hidup kita ini belum sempurna. Kita masih bisa berbuat salah. Ini berat sekali, maka mari kita berjuang bersama.

Keadaan manusia yang telah jatuh dalam dosa adalah keadaan yang sulit untuk menempatkan diri secara patut di hadapan Tuhan. Maka kita harus berjuang untuk mengenal Tuhan secara nalar, logika, juga memiliki pengalaman langsung dengan Tuhan, supaya kita bisa membangun hubungan secara patut dan benar sebagaimana seharusnya sesuai dengan rancangan semula Allah.

Dengan berjalannya waktu, ketika Tuhan mulai menyingkapkan banyak kebenaran, pada akhirnya kita tahu bahwa kita diciptakan bukan untuk diri kita sendiri. Kita diciptakan untuk maksud-maksud Tuhan dan rencana-Nya. Dan kita tahu bahwa maksud Tuhan menciptakan manusia adalah agar bisa menghancurkan pekerjaan Iblis dengan menampilkan kehidupan yang taat dan menghormati Bapa; yang mana hal itu gagal dilakukan oleh Adam dan sekarang dipercayakan kepada umat pilihan yang dipanggil dengan mengikuti jejak Tuhan Yesus Kristus

Saudaraku,

Tanggung jawab kita adalah bagaimana kita terus bergumul untuk bisa meneladani kehidupan Tuhan Yesus dan menambah jumlah orang yang tidak menyayangkan nyawa dan itu adalah inti dari perjalanan hidup kekristenan kita. Tuhan telah membeli kita dengan darah-Nya. Maka kalau orang benar-benar memberi diri menjadi anak tebusan Tuhan, dia harus hanya memiliki satu tujuan ini, yaitu mengikut Tuhan Yesus yang berarti meneladani-Nya.

Menjadi tidak terlalu penting bentuk liturgi kita harus bagaimana, menjadi tidak sangat penting bagaimana kegiatan gereja; namun yang penting adalah bagaimana mengajarkan dan mengubah manusia. Jadi gereja bukan hanya diisi oleh orang-orang Kristen yang mengaku diri sebagai anak-anak Allah, tetapi diisi oleh orang-orang Kristen yang mengubah kodrat dan terus mengalami perubahan kodrat sehingga dilepaskan atau terlepas dari roh perbudakan. Hanya orang yang terlepas dari roh perbudakan, yang pantas memanggil “Abba, ya Bapa.”

Perubahan kodrat sebagai anak-anak Allah yang benar, pasti akan diendus keharumannya oleh orang sekitar kita. Dan inilah sebenarnya perlombaan yang diwajibkan, yaitu bagaimana kita memiliki iman yang sempurna seperti Tuhan Yesus. Dan ini bukan suatu hal yang mudah untuk diubah, mengingat kita telah memiliki cara berpikir yang salah selama bertahun-tahun. Dengan selera jiwa yang sudah sesat selama belasan, bahkan puluhan tahun, tidak mudah kita mengubahnya. Maka, mari kita berjuang bersama!

Satu hari orang akan menyaksikan dunia akan jadi lautan api. Kalau hari ini kita melihat orang-orang yang sombong, yang tidak menghargai Firman, yang maunya berdebat dengan akalnya, dengan segala sudut kecurigaan cara pandangnya, dengan segala komentar-komentarnya, kita jangan melawan, kita diam saja. Yang penting bagaimana kita belajar untuk berubah, tidak terikat dengan keindahan dunia. Sebab kalau seseorang terikat dnegan keindahan dunia berarti bersahabat dengan dunia dan persahabatan dengan dunia itu permusuhan dengan Allah.

Akhirnya, Saudaraku, yang kita layani adalah Allah yang memiliki jagad raya yang tidak terbatas; sementara kita hidup di bumi yang sangat kecil, dan hanya 70-80 tahun. Oleh sebab itu, kepada Allah Yang Mahabesar layak kita memberikan segenap hidup kita tanpa batas. Maka, mari kita berjuang bersama!

Teriring salam dan doa,

Erastus Sabdono