SURAT GEMBALA Surat Gembala
12 August 2018

Saudaraku,
Apa sebenarnya yang dimaksud dengan kalimat: tetapi jawaban lidah berasal dari pada Tuhan dalam Amsal 16:9 (Hati manusia memikir-mikirkan jalannya, tetapi Tuhanlah yang menentukan arah langkahnya)? Kata jawaban dalam teks aslinya adalah maneh (מַעֲנֶה) yang memiliki beberapa pengertian selain berarti “jawaban”, juga berarti respon atau tanggapan. Pengertian yang lain adalah tempat untuk melaksanakan suatu tugas. Manusia bisa dan boleh mempertimbangkan sesuatu, tetapi bagaimanapun kemampuan manusia sangat terbatas, sehingga hasil pemikiran atau pertimbangan manusia tidaklah tepat. Seharusnya manusia memperhatikan pertimbangan Tuhan, sebab pertimbangan Tuhan atau hasil pemikiran Tuhan pasti sempurna. Kalau seandainya Hawa memperhatikan nasihat Tuhan, maka ia tidak akan memetik buah terlarang tersebut. Tetapi kenyataannya Hawa lebih memperhatikan perkataan ular (Kej. 3), sehingga ia mengambil keputusan yang salah. Dalam hal ini manusia menggunakan kedaulatannya secara keliru.

Jadi, kalimat “tetapi jawaban lidah berasal daripada Tuhan” maksudnya adalah bahwa dalam mempertimbangkan sesuatu atau hendak mengambil keputusan atau merencanakan sesuatu, seharusnya memperhatikan nasihat, pertimbangan dan petunjuk Tuhan. Itulah sebabnya dalam salah satu versi Alkitab Bahasa Inggris ayat ini diterjemahkan: everything with a place and Purpose Mortal make elaborate plans, but God has the last Word. Kalimat: God has the last Word atau yang dalam sebagian besar terjemahan Bahasa Inggris berbunyi: But the answer of the tongue is from the Lord, maksudnya adalah bahwa yang terbaik atau yang paling benar adalah pertimbangan Tuhan.

Saudaraku,
Dengan kalimat tetapi jawaban lidah berasal dari pada Tuhan, sesungguhnya dinasihatkan atau dianjurkan agar umat Tuhan harus memperhatikan apa yang dikehendaki oleh Allah. Itulah sebabnya Yakobus dalam tulisannya menasihati: Jadi sekarang, hai kamu yang berkata: Hari ini atau besok kami berangkat ke kota anu, dan di sana kami akan tinggal setahun dan berdagang serta mendapat untung”, sedang kamu tidak tahu apa yang akan terjadi besok. Apakah arti hidupmu? Hidupmu itu sama seperti uap yang sebentar saja kelihatan lalu lenyap. Sebenarnya kamu harus berkata: “Jika Tuhan menghendakinya, kami akan hidup dan berbuat ini dan itu.”(Yak. 4:13-15).

Nasihat Yakobus ini mengarahkan kita agar dalam semua yang kita hendak kerjakan atau rencanakan, kita harus melibatkan Tuhan. Dan kita harus bersedia menuruti-Nya, sebab Tuhan tidak memaksakan kehendak-Nya kepada kita. Kalau seseorang berkeras dengan rencananya, maka Allah tidak memaksa untuk membatalkan. Seperti Kain hatinya panas, ia bermaksud mencelakai adiknya, Tuhan memberi nasihat agar ia tidak melakukan kesalahan. Tetapi kalau pada akhirnya Kain berkeras membunuh adiknya, Tuhan tidak mencegah (Kej. 4). Banyak contoh dalam Alkitab berkenaan dengan hal seperti ini.

Saudaraku,
Kebenaran yang dijelaskan di atas diteguhkan oleh Amsal 16:9, Hati manusia memikir-mikirkan jalannya, tetapi Tuhanlah yang menentukan arah langkahnya. Kata hati dalam ayat ini juga leb, yang menunjuk pikiran yang dapat mempertimbangkan sesuatu. Adapun kata memikir-mikirkan terjemahan dari chasab (חָשַׁב). Kata ini memiliki beberapa pengertian antara lain: to think, plan, esteem, calculate, invent, make a judgment, imagine, to count (berpikir, merencanakan, harga diri, menghitung, menemukan, membuat penilaian, membayangkan). Kata jalan dalam bahasa aslinya adalah derek (דֶּרֶךְ) yang berarti sebuah perjalanan panjang (Ing. Way, road, distance, journey, manner). Kalimat hati manusia memikir-mikirkan jalannya, artinya manusia mempertimbangkan bagaimana menjalankan atau menjalani hidupnya. Hal ini menunjukkan bahwa manusia memiliki tanggung jawab sendiri untuk mengarahkan hidupnya, bukan orang lain. Karena manusia harus mempertanggungjawabkan dirinya sendiri suatu hari di hadapan Tuhan.

Untuk itu manusia harus hidup dalam petunjuk atau tuntunan Tuhan. Hal ini dikalimatkan oleh Amsal 16:9, tetapi Tuhanlah yang menentukan arah langkahnya. Kata menentukan dalam teks aslinya kun (כּוּן). Kata ini memiliki beberapa pengertian antara lain: membuat kokoh, stabil, membangun (Ing. to be firmed, be stable, be established). Kata arah langkah terjemahan dari tsaad (צַעַד) yang artinya langkah, cara berjalan. Tuhan yang menentukan arahnya, bukan berarti Tuhan yang mengendalikannya sehingga manusia kehilangan independensinya.

Seperti yang dijelaskan di atas, bahwa manusia harus melibatkan Tuhan dalam segala rencana dan tindakannya, sebab pertimbangan Tuhan adalah pertimbangan yang sempurna. Dalam Alkitab banyak contoh tokoh-tokoh iman yang selalu meminta petunjuk Tuhan dalam setiap langkahnya dan mereka menjadi orang-orang yang diberkati. Sebaliknya, juga terdapat kisah-kisah mengenai orang-orang yang tidak meminta pertimbangan Tuhan dalam setiap rencana dan langkahnya dan mereka menjadi celaka.

Teriring salam dan doa,
Erastus Sabdono