SURAT GEMBALA Surat Gembala
01 July 2018

Saudaraku,
Allah menyediakan kebutuhan kita sebelum kita menyadari atau merasakan membutuhkan kebutuhan tersebut. Pernyataan ini terkesan berlebihan, tetapi hal ini sangat Alkitabiah berdasarkan apa yang Alkitab sendiri nyatakan. Alkitab menyatakan: “Sebab di dalam Dia Allah telah memilih kita sebelum dunia dijadikan, supaya kita kudus dan tak bercacat di hadapan-Nya”. Pernyataan ini berarti bahwa keselamatan yang merupakan “hal yang paling dibutuhkan” manusia telah disediakan oleh Tuhan, sebelum manusia mengetahui dan menyadari kebutuhan itu. Kalau keselamatan yang paling dibutuhkan manusia disediakan, apalagi kebutuhan yang lain.

Dari pernyataan Tuhan Yesus dalam Matius 6:32 (bahwa bangsa-bangsa yang tidak mengenal Allah menyibukkan diri dengan hal-hal dunia, tetapi Bapa yang di surga tahu, bahwa kita memerlukan semuanya itu), juga menunjukkan bahwa Bapa di surga tahu dan tentu juga peduli terhadap segala kebutuhan kita. Kapan Bapa tahu? Bila dihubungkan dengan pernyataan dalam Efesus 1:4, berarti Bapa tahu sebelum kita membutuhkan. Hal ini bukan sesuatu yang luar biasa, sebab Bapa yang Mahatahu, pasti sudah mengetahui segala sesuatu, termasuk segala sesuatu sebelum terjadi.

Pada umumnya orang tua sudah menyediakan kebutuhan anaknya sebelum anak mengetahui kebutuhan itu. Ini suatu hal yang wajar dan umum. Bila manusia bisa berbuat demikian, maka terlebih Tuhan, Ia pasti jauh lebih peduli. Dalam Mazmur 127:1-2 dikatakan bahwa Ia menyediakan berkat-Nya pada waktu anak-anak-Nya tidur. Dalam teks bahasa Inggris versi Todays English Version tertulis: For the LORD provides for those he loves, while they are asleep. Itulah sebabnya Tuhan memiliki gelar: Jehova Jireh (God prepares), Allah yang menyediakan. Kata ini muncul ketika Ishak bertanya kepada Abraham, ayahnya, mengenai kebutuhan domba untuk korban bakaran. Pada waktu itu Tuhan memerintahkan Abraham menyembelih anaknya sendiri sebagai korban bakaran.

Saudaraku,
Kalau Tuhan Yesus, Putra Tunggal kesayangan Bapa, diberikan kepada kita, bagaimana Ia tidak memberikan segala sesuatu kepada kita? Segala sesuatu ini adalah segala berkat abadi yang disediakan bagi orang percaya. Kalau berkat abadi disediakan bagi kita, bagaimana ia tidak menyediakan segala sesuatu yang kita butuhkan hari ini?

Sesungguhnya, Tuhan sudah menyediakan segala sesuatu yang kita butuhkan, sebelum kita menyadari kebutuhan itu. Bagaimana sikap kita terhadap hal ini? Orang percaya tidak boleh mengatur Tuhan dalam memberikan berkat-berkat jasmani-Nya. Pengaturan itu menyangkut berapa banyak berkat jasmani yang Tuhan hendak berikan kepada kita. Kita harus percaya bahwa Ia memberikan sesuai dengan porsi yang Ia pandang baik. Kita bekerja dan berusaha, tetapi berapa pun yang kita terima, kita harus syukuri. Untuk ini, standar hidup kita tidak boleh dipengaruhi oleh cara hidup manusia di sekitar kita. Kita harus sudah dimerdekakan dari keinginan daging, keinginan mata serta keangkuhan hidup.

Saudaraku,
Pengaturan itu juga menyangkut waktu. Tuhan tidak pernah terlambat dan Tuhan tidak akan terburu-buru. Tuhan tahu kapan memberikan apa yang Dia pandang sebagai kebutuhan kita. Oleh sebab itu kita harus benar-benar merasa nyaman hidup di tengah-tengah gelombang persoalan yang kita alami. Tuhan pasti menyertai. Ia akan menolong pada waktunya. Kalau kita hidup bagi kepentingan Tuhan, pasti Tuhan akan mengatur berapa jumlah yang patut atau pantas kita terima dan kapan menerimanya. Dalam hal ini anak Tuhan belajar sabar dan berserah kepada Tuhan, menyerah dalam pengaturan-Nya. Anak Tuhan tidak boleh membuat skenario mengenai jumlah berkat yang ingin diterimanya dan kapan waktunya, semua itu Tuhan sendiri yang tentukan. Kalau ada kesulitan yang kita alami, dan Tuhan sepertinya tidak kunjung menolong, kita harus introspeksi dalam hal apa kita sedang digarap oleh Tuhan atau kesalahan apakah yang kita lakukan sehingga keadaan itu menimpa kita. Abraham belajar percaya di tengah-tengah segala keadaan yang tidak menentu selama puluhan tahun.

Berkat keselamatan didapat dengan percaya atau beriman. Berkat jasmani kita peroleh harus dengan bekerja. Itulah sebabnya dalam Doa Bapa Kami diajarkan kepada kita kalimat: Berikanlah kami pada hari ini makanan kami yang secukupnya. Ini adalah perintah untuk bekerja meraih berkat yang Tuhan telah sediakan. Dalam bekerja, kita berkeyakinan bahwa Tuhan selalu membuka jalan, sebab Tuhan sudah menyediakannya bagi kita. Selanjutnya, kita harus senantiasa bersyukur dengan percaya bahwa segala sesuatu akan berlangsung sesuai dengan rencana dan kehendak-Nya. Segala sesuatu dalam kontrol Tuhan yang sempurna.

Teriring salam dan doa,
Erastus Sabdono