SURAT GEMBALA Surat Gembala
31 December 2017

Saudaraku,
Hari ini, di penghujung akhir 2017 dunia digaduhkan oleh ketegangan politik Korea Utara dan Amerika dan pernyataan Presiden Amerika yang mengakui bahwa Yerusalem adalah ibu kota negara Israel. Sementara itu konflik horizontal menciptakan perang yang menelan korban ratusan ribu manusia di beberapa bagian dunia ini. Tuhan Yesus sendiri telah berkata bahwa akan terjadi perang dan gempa bumi di berbagai tempat. Semua yang terjadi ini barulah sebagian dari penggenapan Firman Tuhan. Kita akan masih melihat banyak hal yang tertulis dalam Alkitab akan digenapi dengan tepat. Ironi sekali, banyak orang Kristen yang tidak mengerti hal ini. Mereka masih berharap dan berdoa, dunia dapat menjadi lebih baik. Biasanya hal ini dari kelompok orang-orang Kristen yang menganut Teologi Kemakmuran. Mereka juga meyakini adanya transformasi ekonomi, sosial dan politik yang membuat keadaan dunia membaik. Harus diingat bahwa tidak ada doa yang dapat membatalkan nubuatan Alkitab. Bagaimanapun, keadaan dunia akan semakin buruk.

Saudaraku,
Hari ini kita menginjak akhir tahun 2017, selain ucapan syukur yang mengihasi bibir dan hati kita -sebab Tuhan telah menyertai kita selama setahun- kita juga sedang ikut merasakan duka cita yang mendalam atas keadaan dunia kita hari ini. Rasanya semua hiburan yang ditayangkan media elektronik menjadi tawar dan kehilangan pesonanya, setelah kita menyaksikan anak-anak yang tidak berdaya terkapar di wilayah-wilayah di mana terjadi perang, pengungsi yang meratapi anggota keluarga mereka yang meninggal dan hilang tiada tentu rimbanya, serta jutaan manusia yang kehilangan tempat tinggal dan kehidupan yang normal. Belum lagi jutaan manusia yang tidak memiliki hari depan yang jelas, berhubung adanya konflik-konflik horizontal yang telah menelan dan membinasakan seluruh harta benda mereka.

Saudaraku,
Kita harus dapat menangkap pesan Tuhan melalui peristiwa yang terjadi hari-hari ini. Pesan Tuhan yang tidak boleh kita abaikan. Tuhan berbicara kepada manusia melalui sejarah, yaitu peristiwa-peristiwa besar yang terjadi dalam dunia ini. Peristiwa kecil saja bisa memuat pesan Tuhan, apalagi peristiwa besar. Bila Tuhan memberikan pesan-Nya, itu berarti kita diajak untuk berjaga-jaga. Pesan kuat yang tidak boleh diabaikan adalah bahwa dunia yang kita huni ini tidak menjanjikan, artinya tidak akan membuat hidup penghuninya makin nyaman. Dunia di mana kita hidup makin mengancam kesejahteraan manusia yang hidup di dalamnya. Kesukaran-kesukaran dunia yang semakin bertambah ini tidak dapat dihindari oleh siapa pun. Kesukaran ini akan menimpa semua penduduk bumi. Inilah trubulasi atau masa sengsara atas dunia yang telah dinubuatkan Alkitab.

Saudaraku,
Bagaimana sikap hati kita dalam menghadapai keadaan dunia kita hari ini? Sikap hati yang harus kita bangun adalah bahwa kita tidak boleh membangun suasana sejahtera dan damai dalam hati berdasarkan keadaan nyaman dunia sekitar kita, sebab dunia di mana kita hidup ini tidak semakin membaik, tetapi semakin memburuk. Adalah bodoh kalau kita berharap dunia semakin membaik dan berharap bisa menciptakan kenyamanan melaluinya. Kenyamanan oleh fasilitas dunia ini membuat manusia melupakan Tuhan dan Kerajaan-Nya. Dalam hal ini, Tuhan akan selalu menggoncang kehidupan manusia di bumi ini, agar umat pilihan-Nya berpaling kepada Tuhan untuk memiliki kehidupan yang bersekutu dengan Tuhan dan dalam pengabdian kepada-Nya. Berharap menikmati damai sejahtera dari fasilitas dunia ini sama dengan melakukan dosa berhala. Untuk hal ini maka kita harus belajar kebenaran murni yang membawa dan melatih kita dapat menikmati damai sejahtera Tuhan yang nyata atau riil. Bukan sebaliknya. Kita harus belajar merasa cukup dengan apa pun yang ada pada kita. Selanjutnya kita harus merasa puas bila memiliki Tuhan. Yesus bagi kita cukup dan memuaskan. Dengan demikian suasana jiwa kita dilatih untuk menikmati damai sejahtera Tuhan yang tidak sama seperti yang diberikan dunia ini.

Saudaraku,
Kita harus belajar untuk merindukan Kerajaan Tuhan saja. Hal ini sama dengan menantikan kedatangan Tuhan yang kedua kali, yang akan membangun Kerajaan di mana tidak ada lagi air mata dukacita, perang dan bencana. Dunia yang sempurna itu disediakan hanya bagi orang percaya yang setia sampai akhir. Tidak salah kalau memimpikan sebuah kehidupan yang sempurna dan tidak bermasalah. Tetapi bukan sekarang di bumi ini, namun nanti ketika semua kerajaan dan pemerintahan dunia diakhiri. Gairah inilah yang seharusnya dikobarkan untuk menyongsong kedatangan Tuhan yang membawa kita ke Kerajaan-Nya di langit baru dan bumi yang baru.