SURAT GEMBALA Surat Gembala
26 November 2017

Saudaraku,
Mengapa Tuhan begitu memberi perhatian terhadap keselamatan manusia? Begitu besar perhatian-Nya kepada manusia, sehingga Ia memberikan diri-Nya sendiri untuk keselamatan manusia. Apa yang membuat-Nya begitu gelisah terhadap keadaan manusia? Mengapa binatang tidak mendapat perlakuan seperti ini? Berkenaan dengan hal ini, perlulah kita perhatikan apa yang dikatakan Firman Tuhan: “Janganlah kamu menyangka, bahwa Kitab Suci tanpa alasan berkata: “Roh yang ditempatkan Allah di dalam diri kita, diingini-Nya dengan cemburu!” Ayat ini menjadi misteri banyak orang sampai hari ini. Untuk memecahkan misteri ayat ini, kita harus mengerti bahwa roh yang dimaksud dalam teks ini adalah roh manusia, bukan Roh Allah. Roh manusia adalah roh yang diberikan Allah kepada manusia pada hari penciptaannya.

Saudaraku,
Tuhan memperhatikan kita sedemikian rupa karena Tuhan mengingini roh yang ditempatkan-Nya di dalam diri kita dengan cemburu. Hal itu dilakukan-Nya bukan tanpa alasan. Kata “bukan tanpa alasan” dari teks aslinya kenos, yang bisa berarti in vain atau no purpose. Bukan tanpa alasan atau bukan tidak ada kebenarannya atau bukan tidak ada artinya kalau Alkitab mengatakan bahwa roh yang ditempatkan di dalam diri kita diingini-Nya dengan sangat kuat. “Dengan cemburu” maksudnya bahwa Tuhan tidak mengingini roh yang ditaruh Tuhan di dalam diri manusia menjadi binasa. Tuhan tidak menghendaki roh yang dari Allah dalam diri manusia menjadi binasa seperti roh dari Allah dalam diri Lusifer, yang binasa ke dalam lautan api. Itulah sebabnya Ia sangat mengingininya dengan cemburu. Ia bertindak demikian sebab roh dalam diri manusia adalah berasal dari pada-Nya (Pkh. 12:7). Tuhan tidak menghendaki roh manusia dimiliki oleh pihak lain. Roh manusia adalah kekal dan Tuhan tidak menghendakinya binasa.

Saudaraku,
Sangat mengerikan kalau roh diseret oleh jiwa yang rusak menuju api kekal, sebab setelah tubuh manusia tidak berfungsi, maka roh bersatu dengan jiwa. Iblis berusaha merusak jiwa manusia agar menggerakkan kehidupan ini (juga tubuhnya) untuk melawan Tuhan. Iblis berusaha agar manusia tidak diselamatkan, yaitu dengan cara menghalangi terjadinya kelahiran baru. Hal ini akan menutup kemungkinan penguasaan roh atas kehidupan manusia. Iblis berusaha agar manusia hidup dalam kedagingan supaya binasa. Orang percaya harus mewaspadai hal ini, sehingga tidak menyeret rohnya ke dalam api kekal.

Saudaraku,
Kalau manusia seperti binatang, maka Tuhan tidak akan mengingini apa pun dalam diri manusia. Tetapi manusia memiliki roh dari Allah yang bersifat kekal. Itulah yang membuat Tuhan menjadi gusar. Ia berusaha untuk mengembalikan manusia kepada rancangan-Nya, yaitu menjadi sekutu Tuhan. Kalau manusia tidak memahami kegusaran Tuhan, maka manusia tidak berbeda jauh dengan binatang. Binatang menjalankan roda hidupnya berdasarkan insting fisiknya yang hanya untuk memenuhi kebutuhan fisik atau memuaskan nafsu dagingnya, tetapi manusia seharusnya digerakkan oleh rohnya yang memiliki kemampuan berkomunikasi dengan Tuhan untuk melakukan kehendak-Nya. Itulah sebabnya Tuhan tidak pernah bersahabat dengan binatang, manusialah yang dirancang menjadi sahabat-Nya. Abraham adalah manusia yang disebut sebagai sahabat Tuhan, dan tentu orang-orang yang beriman seperti Abraham juga menjadi sahabat Tuhan.

Saudaraku,
Untuk memutuskan rantai persahabatan dengan Tuhan, Iblis menawarkan dunia agar manusia mengingininya. Sama seperti Hawa diperdaya oleh ular, demikian juga sekarang Iblis berusaha memperdaya manusia dengan percintaan dunia. Modus yang sama digunakan oleh Iblis untuk menjatuhkan Tuhan Yesus. Firman Tuhan mengatakan bahwa manusia tidak dapat mengabdi kepada dua tuan. Pernyataan ini juga berarti bahwa kita tidak dapat mengarahkan hasrat kita kepada dua obyek atau arah. Alkitab juga mengatakan orang yang mendua hati tidak akan memperoleh apa-apa dari Tuhan. Di sini kita diperhadapkan: Makan untuk hidup atau hidup untuk makan, keluarga untuk Tuhan atau Tuhan untuk keluarga, bisnis untuk Tuhan atau Tuhan untuk bisnis, kesenangan hidup untuk Tuhan atau Tuhan untuk kesenangan hidup.

Teriring salam dan doa,
Erastus Sabdono.