SURAT GEMBALA Surat Gembala
12 November 2017

Saudaraku,
Menjadi orang percaya berarti selalu mengalami proses pembaharuan pikiran yang terus menerus berlangsung, sehingga hidupnya semakin tidak lagi serupa dengan dunia ini. Firman yang benar bila diserap akan mampu memperbaharui pikiran dan akan berdampak mengubah seluruh gaya hidup. Dengan demikian kehidupan sebagai umat pilihan yang unggul dapat terwujud. Ini adalah kehendak Tuhan yang utama. Inilah kabar baik yang disediakan Tuhan kepada manusia yang telah jatuh dalam dosa, yang berkeadaan jauh dari rancangan Tuhan. Kekristenan bukanlah sekadar agama, tetapi jalan hidup. Dalam Kekristenan yang penting adalah mengubah total seluruh gaya hidup. Ketika seseorang tidak serupa dengan dunia ini, maka itu menjadi ciri sebagai umat yang layak bagi Tuhan, yaitu umat yang diperkenan masuk sebagai anggota keluarga Kerajaan-Nya untuk dipermuliakan bersama dengan Tuhan Yesus. Kalau keadaan seorang Kristen masih sama dengan dunia sekitar, berarti ia belum menjadi umat yang layak bagi Dia. Sesungguhnya hal ini, menjadi sesuatu yang paling mencemaskan.

Saudaraku,
Ciri dari seorang yang hidupnya telah diubah oleh Tuhan karena Firman yang murni adalah menjadikan semua keberhasilan hidupnya secara umum sebagai alat untuk mengabdi kepada Tuhan. Keberhasilan hidup kita tidak berhenti sampai di sukses studi, karir, bisnis, keluarga dan lain sebagainya. Ini adalah keberhasilan umum. Sukses hidup kita adalah menjadi umat yang layak bagi Tuhan. Sayang sekali banyak orang yang menjadikan keberhasilan umum sebagai tujuan utama kehidupan ini. Manusia pada umumnya menggerakkan hidupnya hanya untuk meraih hal tersebut. Pola berpikir inilah yang harus diubah. Mengubah pola berpikir ini bukan berarti tidak akan meraih keberhasilan umum. Justru sebaliknya, akan menjadi orang yang pasti bisa meraih keberhasilan umum bagi Tuhan, artinya menjadi sarana untuk turut menggenapi rencana-Nya, yaitu keselamatan dunia.

Saudaraku,
Kalau seseorang masih menjadikan hal tersebut sebagai tujuan utama kehidupan, berarti ia tidak mengabdi kepada Tuhan; sejatinya ia mengabdi bagi diri sendiri. Ketika Tuhan Yesus berkata bahwa kita harus mengumpulkan harta di surga, hal itu berarti Tuhan menghendaki agar kita tidak menjadikan segala sesuatu dalam hidup ini sebagai tujuan akhir. Keberhasilan bisa dikatakan keberhasilan bila diukur dari efektivitasnya bagi pekerjaan Tuhan, yaitu keselamatan umat manusia.

Saudaraku,
Seseorang dapat memiliki semua keberhasilan umum (sukses studi, karir, bisnis, keluarga dan lain sebagainya), tetapi kalau tidak menjadi umat yang layak bagi Tuhan, maka sia-sialah kehidupan ini. Betapa tragisnya kehidupan ini ketika semua yang dianggap sebagai keberhasilan ternyata sia-sia belaka. Kehidupan seseorang bila tidak dibuahi oleh Tuhan maka akan menjadi sia-sia. Maksud dibuahi Tuhan di sini adalah ketika kita mempersembahkan semua keberhasilan dan prestasi untuk kepentingan pekerjaan Tuhan, dan Tuhan berkenan memakainya sesuai dengan kehendak-Nya. Tidak semua keberhasilan yang telah diraih seseorang dipakai oleh Tuhan secara benar atau ideal. Hal ini tergantung sikap hati seseorang dalam mempersembahkan hidup bagi Tuhan. Sikap yang benar adalah mempersembahkan hidup tanpa batas dengan kerelaan dan hati yang mengasihi Tuhan. Hal ini dapat terwujud dalam kehidupan seseorang, kalau ia bertumbuh dewasa sehingga tidak sama dengan dunia ini.

Saudaraku,
Semua perbuatan kita sia-sia, walaupun menghasilkan gelar, pangkat, kekayaan, kehormatan, keluarga dan lain sebagainya, kalau tidak dibuahi oleh Tuhan. Kehidupan ini menjadi berharga kalau dibuahi Tuhan sehingga menjadi kemuliaan bagi Tuhan. Hal ini bisa terjadi kalau seseorang menjadi umat yang layak bagi Dia. Kalau seseorang masih sama dengan dunia ini, Tuhan tidak akan memakai hidupnya secara benar atau ideal. Ini berarti Tuhan tidak pernah membuahi hidupnya. Jangan sampai hal ini terjadi dalam hidup kita. Kita harus berjuang agar kita dapat dibuahi oleh Tuhan Yesus.