Waktu Menghadirkan Kerajaan Allah
31 October 2019

Proses mendatangkan atau menghadirkan Kerajaan Allah ada di dalam perjalanan waktu yang terbatas. Orang percaya harus memanfaatkan waktu hidup yang singkat ini untuk mewujudkan pemerintahan Allah di dalam dirinya. Terdapat beberapa fenomena dari apa yang dilakukan oleh Tuhan Semesta Alam, yang membuka mata pengertian untuk menemukan hakikat Tuhan dan hukum yang ditetapkan-Nya. Bahwa Tuhan dalam mengerjakan sesuatu selalu dengan ketat menggunakan prinsip “proses bertahap.” Inilah hakikat Tuhan dan hukum kehidupan yang ditetapkan-Nya. Hakikat Allah dan hukum yang ditetapkan ini harus diperhatikan dengan serius. Tuhan Yesus pun dalam karya penyelamatan-Nya ada dalam proses bertahap. Yesus bertumbuh sebagaimana insan manusia. Yesus harus mengajar selama tiga setengah tahun, Ia harus mati di kayu salib pada waktu yang ditentukan oleh Allah Bapa. Ia harus naik ke surga dan orang percaya harus meneruskan karya keselamatan-Nya sampai ke ujung bumi. Injil harus sampai ke ujung bumi barulah Tuhan menyudahi sejarah dunia ini. Tuhan Yesus datang dalam waktu yang ditentukan oleh Bapa.

Dengan demikian, sangatlah jelas bahwa manusia tidak dapat dipisahkan dengan perjalanan waktu. Manusia sadar atau tidak sadar, ada dalam perjalanan waktu. Manusia harus tunduk kepada hukum perjalanan waktu, sebab tidak seorang pun yang sanggup menghentikan perjalanan waktu ini. Setiap orang harus tunduk kepada perjalanan waktu yang telah diarunginya. Waktu menjadi anugerah bagi orang mengisi waktu hidupnya secara bijaksana (Ef. 5:15-17); sebaliknya waktu menjadi kutuk bagi orang yang mengisi hari-hari hidupnya dengan tidak bijaksana. Firman Tuhan mengataakan, “Perhatikanlah dengan seksama bagaimana kamu hidup, jadilah bijaksana, jangan seperti orang bebal atau tidak bijaksana.”

Banyak kesempatan yang Tuhan berikan untuk mendatangkan atau menghadirkan Kerajaan Allah. Kesempatan tersebut seperti sebuah kendaraan yang membawa orang percaya kepada kebenaran Allah. Dalam Efesus 5:16, Firman Tuhan mengatakan, “… pergunakanlah waktu yang ada.” Waktu yang Tuhan sediakan akan menjadi sangat berharga, kalau digunakan untuk belajar bagaimana hidup dalam pemerintahan Allah. Waktu tetap berjalan, tidak ada yang dapat menghentikannya. Setiap orang terseret oleh waktu itu. Tetapi orang percaya tidak boleh terseret oleh waktu untuk mengerjakan hal yang sia-sia; tetapi sebaliknya, waktu harus diseret untuk mendatangkan atau menghadirkan Kerajaan Allah agar orang percaya hidup dalam pemerintahan Allah. Karenanya, sementara orang percaya ada di dalam perjalanan waktu, orang percaya mengarahkan diri ke tujuan yang benar, yaitu Kerajaan Allah (1Kor. 9:26). Waktu ini sangat singkat, artinya kesempatan untuk belajar mendatangkan atau menghadirkan Kerajaan Allah dan hidup dalam pemerintahan-Nya sangat terbatas. Oleh sebab itu, waktu yang sisa ini harus digunakan dengan baik.

Orang percaya diperhadapkan kepada momentum-momentum atau saat-saat yang sangat berarti untuk belajar mendatangkan atau menghadirkan Kerajaan Allah guna hidup dalam pemerintahan Allah. Oleh karena itu, harus disadari bahwa momentum-momentum tersebut sangat menentukan keadaan kekal seseorang; apakah di balik kuburnya akan hidup dalam pemerintahan Allah atau pemerintahan kuasa kegelapan. Kalau orang percaya menyadari hukum kehidupan ini—yaitu perjalanan waktu yang ketat—maka ia akan bersikap berhati-hati dalam menjalani hidup terkait dengan penggunaan waktu. Hukum tabur tuai juga berlaku dalam hal penggunaan waktu: Semua yang ditabur seseorang akan dituainya. Kalau Alkitab berbicara mengenai hukum tabur tuai dalam kehidupan orang percaya, sesungguhnya tidak terkait dengan uang atau berkat jasmani, tetapi menunjuk pada persoalan bagaimana mempersiapkan diri menuai kemuliaan bersama Kristus suatu hari nanti dalam Kerajaan-Nya. Dengan menyadari hukum ini, maka seseorang akan lebih cenderung tidak hidup ceroboh.

Kuasa kegelapan berusaha membuat banyak orang Kristen jatuh tertidur sehingga menyia-nyiakan waktu yang berharga untuk mendatangkan atau menghadirkan Kerajaan Allah guna hidup dalam pemerintahan-Nya. Dengan sikap hidup yang salah tersebut, tidak bisa tidak orang-orang tersebut menabur dalam daging, bukan menabur dalam roh. Dan hal ini membawa manusia kepada kebinasaan (Gal. 6:8). Kalau Alkitab menyatakan bahwa hari-hari ini adalah jahat, Tuhan mengingatkan orang percaya bahwa dunia yang jahat mencenderungkan manusia menabur apa yang jahat karena pengaruhnya. Oleh sebab itu orang percaya harus menjauh dari pengaruh dunia yang jahat tersebut. Orang percaya harus bangun dari tidur (Ef. 5:14-17). Kata “tidur” di sini adalah (Yun.) katheudo yang artinya jatuh tertidur (to fall asleep). Ini artinya tidak bermaksud untuk tidur, tetapi jatuh tertidur. Kalau orang percaya tidak berjaga-jaga, maka akan jatuh tertidur, artinya terlena sehingga menjadi mangsa kuasa kegelapan, terperangkap dalam kerajaan kegelapan.