Tuhan Yesus Datang Membawa Pedang
20 September 2017

Pergolakan yang akan terus terjadi sejak kedatangan Tuhan Yesus disebut antara lain, pertama adalah perang. Hal ini menunjuk adanya hubungan horizontal antar manusia yang rusak atau adanya krisis politik. Berikutnya, kelaparan; menunjuk adanya kesukaran hidup atau adanya krisis ekonomi. Kemudian, gempa bumi; menunjuk kepada alam dan ekosistem bumi yang mengalami kerusakan, tentu keadaan ini membuat alam makin tidak ramah terhadap manusia. Tuhan Yesus menegaskan bahwa segala pergolakan-pergolakan tersebut harus terjadi sebelum memasuki zaman baru (Mat. 24:3-8). Paulus menyinggung pula hal ini dalam pernyataannya bahwa dunia akhir zaman akan memasuki masa yang sukar (2Tim. 3:1).

Jadi bagaimanapun, dunia di mana kita hidup ini akan semakin sukar. Dunia kita hari ini bagai kapal Titanic yang sedang menunggu saat-saat tenggelamnya (tahun 1912). Makin hari dunia makin tidak dapat dipertahankan. Dunia makin bobrok, rusak dan mendekati kehancurannya. Jadi, kita harus menerima kenyataan bahwa kita hidup di dunia yang “tidak menjanjikan”, dunia yang sudah tidak dapat diharapkan lagi. Dunia kita hari ini mirip seperti Sodom Gomora di ambang kehancurannya.

Terkait dengan hal di atas Tuhan Yesus menyampaikan pesan-Nya kepada orang percaya dalam Lukas 17:26-32, Dan sama seperti terjadi pada zaman Nuh, demikian pulalah halnya kelak pada hari-hari Anak Manusia: mereka makan dan minum, mereka kawin dan dikawinkan, sampai kepada hari Nuh masuk ke dalam bahtera, lalu datanglah air bah dan membinasakan mereka semua. Demikian juga seperti yang terjadi di zaman Lot: mereka makan dan minum, mereka membeli dan menjual, mereka menanam dan membangun. Tetapi pada hari Lot pergi keluar dari Sodom turunlah hujan api dan hujan belerang dari langit dan membinasakan mereka semua. Demikianlah halnya kelak pada hari, di mana Anak Manusia menyatakan diri-Nya. Barangsiapa pada hari itu sedang di peranginan di atas rumah dan barang-barangnya ada di dalam rumah, janganlah ia turun untuk mengambilnya, dan demikian juga orang yang sedang di ladang, janganlah ia kembali. Ingatlah akan isteri Lot!

Kalau selama ini banyak pihak berusaha, bahkan dengan segala doa, agar dunia mengalami masa-masa tenang dan damai maka itu berarti mereka tidak mengerti kebenaran Alkitab. Tuhan tidak menjanjikan dunia kita menjadi makin baik atau lebih baik, tetapi sebaliknya dunia akan menjadi semakin rusak dan lebih rusak. Semua ini terjadi sebelum Tuhan menghadirkan Kerajaan-Nya atau sebelum memasuki zaman baru. Dalam Matius 10:34 jelas Alkitab mencatat Tuhan Yesus berkata: “Jangan kamu menyangka, bahwa Aku datang untuk membawa damai di atas bumi; Aku datang bukan untuk membawa damai, melainkan pedang. Perlu kita perhatikan, bahwa Tuhan Yesus datang bukan membawa damai, tetapi membawa pedang. Pedang di sini dalam teks aslinya adalah makhairan (μάχαιραν), yang menunjuk atau gambaran dari peperangan atau keadaan yang tidak nyaman. Mungkin banyak orang tidak menerima hal ini, tetapi inilah kebenaran Firman Tuhan yang diucapkan oleh Tuhan Yesus sendiri.

Sebelum “Zaman Baru” datang, yaitu penyataan Tuhan Yesus bersama dengan para malaikat-Nya, dunia akan mengalami berbagai pergolakan yang membawa manusia kepada kesukaran hidup. Kehidupan manusia yang tenang diobrak-abrik oleh Tuhan Yesus. Jadi, kalau selama ini kita beranggapan bahwa perang, gempa bumi, kelaparan dan berbagai bencana lain terjadi kausalitasnya atau penyebabnya adalah Iblis, maka sekarang kita harus berpikir lain. Ternyata Tuhan sendiri yang melegalisir atau mengesahkan semua itu bisa berlangsung atau terjadi dalam hidup manusia. Tuhan sendirilah yang menetapkan, bahwa semua itu harus terjadi, karena sudah saatnya manusia dihukum karena kejahatannya.