Tingkatan Dalam Kerajaan Surga
28 June 2019

Terkait dengan penghakiman, harus dipersoalkan mengenai perhitungan atas orang percaya yang setiap sampai akhir, yaitu mereka yang serupa dengan Yesus, mengambil bagian dalam kekudusan Allah dan mengenakan kodrat Ilahi. Untuk ini harus dipahami bahwa di dunia yang akan datang akan terselenggara sebuah pemerintahan. Itulah sebabnya dunia yang akan datang nanti sistem masyarakatnya dalam bentuk kerajaan (kingdom), di mana Tuhan Yesus menjadi Rajanya; bahwa kepala pemerintahannya adalah “Raja”. Tuhan Yesusdalam dominasi Bapa menjadi Penguasa satu-satunya yang juga penentu semua kebijakan. Kalau Tuhan yang Maha Bijaksana menentukan segala kebijakan dan keputusan, betapa sempurnanya pemerintahan Kerajaan tersebut.

Yesus berkali-kali memunculkan hal pemerintahan Kerajaan ini dalam pernyataan-pernyataan-Nya di berbagai kesempatan. Di antaranya bahwa orang percaya akan memerintah bersama-sama dengan Dia atau menerima hak-hak Kerajaan (Luk. 22:28-30). Hak-hak Kerajaan sama dengan menerima Kerajaan atau sebuah pengelolaan pemerintahan. Yesus sendiri mengatakan bahwa Ia menentukan orang-orang yang bersama-sama dengan Dia dalam segala pencobaan untuk memerintah bersama-sama dengan Dia dalam Kerajaan-Nya yang diberikan oleh Allah Bapa (Luk. 22:28-29; Rm. 8:17). Dengan jelas sekali Tuhan menyatakan bahwa orang percaya akan duduk bersama-sama dengan Tuhan menghakimi (Luk. 22:30).

Kata “menghakimi” ini juga kita temukan dalam 1 Korintus 6:2, bahwa orang kudus akan menghakimi dunia. Kata “dunia” dalam teks aslinya adalah kosmos (κόσμος), yang juga berarti order (tatanan), universe (alam semesta).Jadi, “dunia” yang dimaksud dalam teks tersebut bukanlah dunia hari ini yang kita huni, tetapi dunia yang akan datang di langit yang baru dan bumi yang baru, sebab dunia di mana kita tinggal ini akan menjadi lautan api (Why. 20:14-15, 21:1).Kata “menghakimi” dalam teks aslinya adalah krino (κρίνω), yang artinya bermacam-macam; selain menghakimi juga berarti memerintah, menguasai, dan mengendalikan (to govern). Hal ini berhubungan dengan tugas hakim-hakim di Israel pada zaman sebelumraja-raja. Hakim-hakim disebut sebagai shaphat (שָׁפַט). Kata ini selain berarti menghakimi (to judge) juga bisa berarti memerintah (to govern).

Di dunia yang akan datang nanti Allah akan memerintah, mengendalikan, dan mengatur bangsa-bangsa yang diperkenan masuk dunia yang akan datang danpemerintahan tersebut melalui orang percaya yang berkedudukan sebagai hakim-hakim. Dikatakan dalam Wahyu 5:10: Dan Engkau telah membuat mereka menjadi suatu kerajaan, dan menjadi imam-imam bagi Allah kita, dan mereka akan memerintah sebagai raja di bumi. Kata “bumi” di sini ge(γῆ), yang artinya selain bumi (earth) juga tanah (soil, land, ground), juga wilayah atau negara (region, country) dan menunjuk lokasi di mana suatu masyarakat tinggal (as the locale of people, humanity). Ini adalah pemerintahan di dunia yang akan datang atau di langit baru dan bumi yang baru. Banyak malaikat sekeliling takhta, makhluk-makhluk dan tua-tua; jumlah mereka berlaksa-laksa dan beribu-ribu laksa (Why. 5:11). Jadi, ini bukanlah di wilayah bumi ini.

Oleh sebab itu kita harus dapat membedakan penghakiman atas mereka yang menjadi umat pilihan yang bukan. Penghakiman yang didasarkan pada perbuatan berlaku bagi orang yang tidak atau belum mendengar Injil, juga bagi mereka yang tidak mendengar Injil secara benar. Penghakiman ini adalah penghakiman untuk menentukan seberapa mereka pantas untuk masuk dunia yang akan datang berdasarkan perbuatan. Merekalah orang-orang yang melalui penghakiman akan diperkenan masuk sebagai masyarakat dalam dunia yang akan datang di langit baru dan bumi yang baru. Selain mereka juga banyak orang Israel yang melakukan Taurat akan masuk dunia yang akan datang menjadi anggota masyarakat.

Bagi mereka yang menjadi umat pilihan dan yang benar-benar terpilih -artinya sempurna seperti Bapa, serupa dengan Yesus, mengambil bagian dalam kekudusan Allah atau mengenakan kodrat Ilahi- penghakiman yang digelar bukan untuk menentukan kelayakan atau seberapa pantas masuk dunia yang akan datang. Tentu mereka pasti sudah melewati standar umum. Mereka dihakimi untuk membuktikan bahwa mereka memiliki standar seperti yang Bapa kehendaki (serupa dengan Yesus) dan mereka akan memeroleh wilayah Kerajaan atau kedudukan dalam pemerintahan Kerajaan Tuhan Yesus Kristus. Mereka akan memerintah bersama-sama dengan Tuhan Yesus. Itulah sebabnya dikatakan bahwa orang kudus akan menghakimi dunia. Menghakimi dunia artinya memerintah jagat raya bersama dengan Tuhan Yesus.