Tahapan Setelah Kematian
27 June 2019

Berbicara mengenai penghakiman, mau tidak mau harus juga membahas mengenai dunia orang mati. Pertanyaan yang sering terdengar dan harus segera ditemukan jawabnya adalah bagaimana proses kehidupan manusia setelah seseorang mengalami kematian? Hampir semua orang beranggapan, setelah kematian seseorang langsung masuk surga bagi yang berkelakuan baik, sedangkan bagi mereka yang jahat langsung masuk neraka. Sebenarnya setelah seseorang menghembuskan nafas yang terakhir, mereka tidak langsung masuk surga atau langsung masuk neraka. Dalam tulisan Daniel jelas sekali bahwa penghukuman terakhir terjadi setelah kebangkitan (Dan. 12:2).

Kalau setelah orang mati langsung masuk surga atau neraka sebelum kebangkitan, berarti surga atau neraka adalah alam roh. Sesungguhnya, surga dan neraka bersifat materi, tempat tubuh kebangkitan bermuara. Jadi, sangatlah tidak mungkin kalau orang setelah mati langsung masuk surga atau neraka. Mereka yang sudah meninggal sebelum kebangkitan, sebenarnya dibawa ke suatu tempat yang bisa disebut sebagai penampungan sementara (intermediate state). Setelah kematian, manusia belumlah langsung masuk ke surga yang permanen atau neraka yang permanen.

Neraka (gehenna) adalah tempat terakhirbagi manusia yang namanya tidak tertulis dalam Kitab Kehidupan, yaitu setelah penghakiman terakhir, bukan tempat pembuangan langsung setelah seseorang yang jahat meninggal dunia. Demikian pula bagi orang percaya atau yang berkelakuan baik, setelah mati mereka tidak langsung ke surga yang permanen. Surga bukanlah alam roh, tetapi alam fisik. Sejatinya surga adalah pengulangan dunia yang telah diciptakan sempurna oleh Allahdan sedang dipersiapkan oleh Tuhan Yesus (Yoh. 14:1-3). Tuhan Yesus menyatakan bahwa Ia pergi menyediakan tempat bagi orang percaya. Setelah selesai, Ia akan datang kembali dan membawa ke tempat di mana Ia berada (Yoh. 14:1-3). Itulah langit baru dan bumi yang baru atau surga. Surga adalah tempat orang-orang yang dibangkitkan dengan tubuh fisik.

Tahap intermediate state adalah masa selang antara kematian dan penghakiman. Masa ini juga sering disebut sebagai masa antara. Pada masa ini, semua roh-roh orang mati dalam masa penantian, yaitu penantian kebangkitan untuk menghadap takhta penghakiman Tuhan. Pada masa penantian ini, mereka belum mengenakan tubuh kemuliaan atau tubuh kekal. Tentu mereka masih berkeadaan sebagai roh. Alkitab menyebutkan mereka sebagai tidur. Pada dasarnya setelah seseorang mati, ia masuk dalam “dunia orang mati”. Dunia orang mati juga diterjemahkan “alam maut”, juga dipahami sebagai tempat perhentian. Ini sebenarnya sama dengan intermediate state. Dalam Perjanjian Lama, kata ini diterjemahkan sebagai sheol (שְׁאוֹל), sedangkan di Perjanjian Baru diterjemahkan hades (ᾅδης). Pada dasarnya dua kata tersebut memiliki makna yang sama; yang akan dibahas di bab berikut.Adapun tahap-tahap dan proses setelah manusia meninggal antara lain:

Tahap pertama, yakniintermediate state, merupakan masa selang antara kematian dan penghakiman, atau yang bisa disebutkan “masa penantian”. Memang di dalam Alkitab tidak ada istilah ini. Tetapi fakta adanya masa selang, yaitu masa setelah kematian menunggu kebangkitan, memang ada. Pada tahap ini,manusia yang sudah meninggal ditaruh atau berada di hades (ᾅδης). Orang percaya ada di pangkuan Abraham atau Firdaus (tempat yang nyaman), tetapi orang fasik ditempatkan di tempat sengsara atau tempat yang tidak nyaman (place of torment). Tahap pertama setelah kematian manusia belumlah masuk ke surga yang permanen dan neraka yang permanen, sebab tubuh belum dibangkitkan; semua masih dalam bentuk roh. Surga yang permanen adalah samayim (Ibrani) atau ouranos (Yunani) yang dalam Bahasa Inggris lebih diterjemahkan heaven, dari pada sky. Surga (samayim atau ouranos) dan neraka (gehenna) adalah tempat terakhir bagi manusia setelah kebangkitan dan penghakiman Allah (Dan. 12:2).

Tahap kedua adalah kebangkitan, tahap di mana semua orang mati akan dibangkitkan (Dan. 12:2). Ssetiap orang akan memiliki tubuh jasmani yang nyata (material), yang sifatnya kekal. Setiap orang akan memiliki penampilan fisik yang dapat berinteraksi dengan alam nyata. Tahap ketiga, yakni tahap penghakiman. Tahap di mana setiap orang akan berdiri di takhta pengadilan Tuhan.Inilah saat penentuan akhir, apakah seseorang diperkenan masuk dunia yang akan datang atau dibuang ke dalam lautan api (Why. 20:12-15). Tahap ketiga ini sebenarnya tidak jelas kapan terjadi. Namun untuk sistematisnya tulisan ini, maka dicantumkan dalam urutan tahapan.Tahap keempat, setelah penghakiman maka manusia akan dibawa ke tempat permanennya, yaitu surga yang dalam Bahasa Ibranishamayim (שָׁמַיִם), dalam Bahasa Yunaninyaouranos(οὐρανός), dan kelompok manusia yang fasik akan dibinasakan masuk ke dalamgehenna(γέεννα). Ini merupakan tahap akhir, tempat dimana orang menetap untuk selamanya. Inilah yang Daniel 12:2 katakan: Dan banyak dari antara orang-orang yang telah tidur di dalam debu tanah, akan bangun, sebagian untuk mendapat hidup yang kekal, sebagian untuk mengalami kehinaan dan kengerian yang kekal.