Roh Kudus Keluar Dari Bapa
30 December 2016

Salah satu pokok pengajaran dalam gereja yang diperdebatkan dengan hebat di sepanjang sejarah gereja adalah siapakah atau apakah Roh Kudus itu? Ada pandangan yang mengesankan bahwa Roh Kudus seperti tenaga aktif yang mengalir berasal dari Bapa. Dalam hal ini Roh Kudus digambarkan seperti aliran tenaga listrik. Kalau Allah digambarkan sebagai pusat tenaga listriknya, Roh Kudus sebagai arus listriknya. Ini pandangan yang kurang tepat, sebab Roh Kudus bukan sekadar tenaga aktif yang berasal dari Allah, seperti yang ditafsirkan oleh beberapa teolog.

 

Kalau menekankan Roh Kudus hanya sebagai “tenaga aktif ” seperti arus listrik, maka bisa memunculkan asumsi bahwa Roh Kudus hanya suatu “benda atau kekuatan”. Pandangan ini tidak tepat sebab memandang Roh Kudus secara tidak proporsional. Padahal Roh Kudus adalah suatu Pribadi. Suatu Pribadi berarti memiliki pikiran, perasaan dan kehendak.

 

Sebenarnya pandangan di atas, bahwa Roh Kudus adalah tenaga aktif yang mengalir berasal dari Bapa, memuat sebagian kebenaran saja. Mengapa dikatakan sebagian kebenaran? Sebab memang Roh Kudus keluar dari diri Allah Bapa. Dalam Yohanes 15:26 tertulis: Jikalau Penghibur yang akan Kuutus dari Bapa datang, yaitu Roh Kebenaran yang keluar dari Bapa, Ia akan bersaksi tentang Aku. Roh Kudus keluar dari Allah Bapa dan tidak pernah menjadi Pribadi yang terpisah dari diri Bapa.

 

Kata keluar dalam Yohanes 15:26 teks aslinya adalah ekporeuomai (ἐκπορεύομαι) selain berarti to go forth, go out, depart (keluar, berangkat dari, datang dari), juga berarti proceed (meneruskan atau melanjutkan). Kata ekporeuomai lebih mengandung pengertian mengalir terus menerus (to flow forth) dan juga berarti menyebar ke luar (to spread abroad). Hal ini menunjukkan suatu relasi antara Bapa dan Roh Kudus yang tidak pernah bisa putus, seperti arus listrik dengan sumber pusat tenaga listriknya. Sungguh luar biasa kebenaran ini.

 

Itulah sebabnya, kalau dikatakan bahwa Roh Kudus seperti arus listrik yang mengalir keluar dari sumber pusat tenaga listrik mengandung sebagian kebenaran. Sebagian saja artinya hanya satu aspek saja, bukan kebenaran penuh, sebab kebenaran harus dilihat dari semua aspeknya. Seperti misalnya kalau dikatakan bahwa manusia adalah makhluk yang cerdas. Itu hanya sebagian kebenaran, sebab manusia memiliki banyak aspek atau dimensi. Kecerdasan manusia barulah satu aspek dari banyak aspek yang ada dalam eksistensi manusia. Terkait dengan Roh Kudus, pandangan bahwa Roh Kudus adalah tenaga aktif yang keluar dari Bapa, menjadi inspirasi yang baik untuk membuka rahasia mengenai Allah Tritunggal. Dengan pandangan ini penjelasan mengenai Allah Tritunggal dilengkapi.

 

Berbicara mengenai fenomena bahwa Roh Kudus keluar dari Bapa, sebagai perbandingan adalah Tuhan Yesus yang juga berkata bahwa diri-Nya datang atau juga bisa dikatakan keluar dari Bapa. Hal ini diperoleh dari pernyataan Tuhan Yesus sendiri dalam Injil Yohanes 16:28 yang tertulis: Aku datang dari Bapa dan Aku datang ke dalam dunia; Aku meninggalkan dunia pula dan pergi kepada Bapa.

 

Sebenarnya kata datang dari Bapa lebih tepat diterjemahkan keluar dari Bapa. Kata datang (teks bahasa Indonesia) dalam teks aslinya adalah ekserkhomai (ἐξέρχομαι). Kata ekserkhomai, lebih berarti go out, come out, get out, go away (pergi keluar, keluar). Kata ekserkhomai (ἐξέρχομαι) tidak sama dengan ekporeuomai (ἐκπορεύομαι). Kalau Roh Kudus keluar dari Bapa berarti Roh Kudus tetap ada hubungan dengan Bapa, yaitu bahwa Roh Kudus mengalir terus menerus (ekporeuomai) dari diri Bapa, sedangkan Tuhan Yesus keluar (ekserkhomai). Dalam hal ini seakan-akan Tuhan Yesus keluar dari Bapa dan bisa berstatus terputus, bisa menjadi Pribadi yang terpisah dari Bapa (bisa mandiri dan berdaulat).

 

Demikianlah faktanya, Tuhan Yesus bisa meninggalkan kemuliaan, keluar dari Bapa dan menjadi manusia yang bisa berdaulat sendiri (Flp. 2:5-7). Dalam perjalanan hidup-Nya di dunia, Ia pernah menyatakan bahwa Bapa meninggalkan diri- Nya, yaitu ketika ada di kayu salib (Mrk. 15:34). Dalam hal ini juga disingkapkan kepada kita bahwa Pribadi-Pribadi dalam lembaga Allah Elohim ( אֱלֹהִים ) bisa terpisah. Tuhan Yesus sendiri pernah menyaksikan suatu fakta di mana Bapa meninggalkan-Nya, ketika di kayu salib Ia berseru: “Eli, Eli, lama sabakhtani?” Artinya: Allah-Ku, Allah-Ku, mengapa Engkau meninggalkan Aku? (Mat. 27:46) Dalam hal ini juga disingkapkan kepada kita bahwa Pribadi-Pribadi dalam lembaga Allah Elohim bisa terpisah. Kecuali Bapa dan Roh Allah.