Roh Kudus dan Roh Allah
27 December 2016

Sebelum melanjutkan pembahasan mengenai Roh Kudus sebagai suatu Pribadi, terlebih dahulu perlu dijelaskan mengenai apa bedanya Roh Kudus dengan Roh Allah. Terus terang, Alkitab tidak menunjukkan kepada kita perbedaan antara keduanya. Pada dasarnya keduanya sebenarnya sama saja. Di Perjanjian Lama, pada umumnya disebut sebagai Roh Allah. Tetapi di Perjanjian Baru selain Roh Allah juga sering disebut sebagai Roh Kudus. Keduanya tidak bisa dan tidak boleh dibedakan. Roh Allah dan Roh Kudus sama saja, hanya sebutannya saja yang membedakan. Roh Allah atau Roh Kudus adalah Roh dari Bapa. Lebih tepatnya sebagai Roh-Nya Bapa.

 

Alkitab tidak pernah menyebut Roh Bapa selain dalam Matius 10:19-20, yaitu pernyataan Tuhan Yesus yang menjamin bahwa Roh Bapa akan memberikan perkataan di bibir orang percaya ketika mereka diperhadapkan kepada penguasapenguasa dunia yang menganiaya orang Kristen. Tuhan Yesus mengatakan: Apabila mereka menyerahkan kamu, janganlah kamu khawatir akan bagaimana dan akan apa yang harus kamu katakan, karena semuanya itu akan dikaruniakan kepadamu pada saat itu juga. Karena bukan kamu yang berkata-kata, melainkan Roh Bapamu; Dia yang akan berkata-kata di dalam kamu.

 

Pada dasarnya Roh Allah adalah Roh Kudus. Disebut sebagai Roh Kudus sebab Roh ini dimateraikan dalam kehidupan orang percaya (Ef. 1:13. Di dalam Dia kamu juga — karena kamu telah mendengar firman kebenaran, yaitu Injil keselamatanmu – di dalam Dia kamu juga, ketika kamu percaya, dimeteraikan dengan Roh Kudus, yang dijanjikan-Nya itu). Dimateraikan artinya distempel, ditempelkan. Dalam hal ini tubuh orang percaya menjadi bait Roh Kudus. Sejak seseorang dimateraikan dengan Roh Allah, harus berwaspada sebab perasaan Allah akan lebih bereaksi. Dengan sebutan Roh Kudus orang percaya diingatkan untuk hidup kudus sama seperti Bapa adalah kudus (1Ptr. 1:16).

 

Untuk memperjelas Roh Kudus sebagai suatu Pribadi, harus memperhatikan 1 Kor. 2:11 yang berbunyi: Siapa gerangan di antara manusia yang tahu, apa yang terdapat di dalam diri manusia selain roh manusia sendiri yang ada di dalam dia? Demikian pulalah tidak ada orang yang tahu, apa yang terdapat di dalam diri Allah selain Roh Allah. Kata roh manusia dalam ayat bukan berarti roh yang dapat terpisah dari manusia. Tetapi roh manusia itu sendiri yang selalu menyatu dengan pribadinya. Bedanya dengan Allah, Roh Allah bisa hadir di mana-mana tanpa pribadi Allah Bapa sendiri. Tetapi manusia tidak, di mana ada roh manusia di situ ada pribadi manusianya.

 

Dalam banyak ayat di dalam Alkitab sering muncul pernyataan bahwa Roh Allah atau Roh Kudus didukacitakan. Roh Kudus dapat didukacitakan, ini berarti Ia memiliki perasaan (Yes. 63:10; Ef. 4:30 dan lain sebagainya). Berkenaan dengan hal ini Alkitab juga jelas menunjukkan bahwa Roh Kudus dapat dihujat (Mat. 12:31-32). Berbicara mengenai penghujatan Roh Kudus sebenarnya semakin memperjelas Allah Tritunggal, bahwa satu satunya representasi Allah yang memenuhi jagad raya dan yang bekerja di hati manusia hanyalah Roh Kudus (Allah Bapa dan Allah Anak di surga). Itulah sebabnya kalau Roh Kudus dihujat atau sama dengan tidak dihargai, maka tidak ada wakil Allah yang lain. Kalau Tuhan Yesus menyatakan bahwa Ia beserta dengan orang percaya sampai akhir zaman, maksudnya adalah bahwa Ia menyertai orang percaya di dalam dan melalui Roh Kudus.

 

Roh kudus juga melakukan banyak hal sebagaimana suatu pribadi bertindak dan berbuat, misalnya Ia memimpin orang percaya kepada kebenaran (Yoh. 16:13). Dalam teks ini Roh Kudus disebut sebagai Roh Kebenaran. Hal ini sesuai dengan fungsi-Nya, Roh Kudus menuntun orang percaya kepada segala kebenaran. Roh Kudus menyadarkan dan meyakinkan seseorang akan dosanya (Yoh. 16:8), Roh Kudus juga membantu berdoa (Rm. 8:29). Karya paling dahsyat adalah ketika Roh Allah atau Roh Kudus menaungi manusia -dalam hal ini Maria- sehingga ia mengandung dan melahirkan Mesias (Luk. 1:35). Masih banyak lagi tindakan Roh Kudus yang diungkapkan dalam Alkitab, sehingga sulit membantah bahwa Roh Kudus bukan Pribadi. Dia adalah Pribadi jika ditinjau dari keberadaan-Nya yang memiliki pikiran, perasaan dan kehendak.