Roh Allah Dan Roh Kristus
24 July 2017

Kitab Roma adalah kitab yang rumit dipahami. Rumit bukan berarti tidak dapat dipahami. Kita harus berhati-hati, agar tidak salah menginterpretasikannya. Dalam kitab Roma, Paulus menyinggung adanya bermacam-macam roh. Roh Allah, Roh Kristus, roh, roh perbudakan dan roh manusia. Selain itu juga terdapat kalimat “karunia sulung roh” (Rm. 8:23). Adapun “karunia sulung roh” bukanlah suatu roh, tetapi lebih menunjuk suatu status, atau sebuah hak istimewa bagi orang percaya yang memiliki keberadaan yang berbeda dengan manusia lain. Sebab orang percaya diberi kesempatan untuk menjadi serupa dengan Yesus dan dimuliakan bersama-sama dengan Dia.

Untuk lebih jelasnya memahami isi Roma 8, maka kita harus memahami secara teliti jenis-jenis roh tersebut. Pertama, Roh Allah. Roh Allah jelas menunjuk Roh-Nya Allah yang sama dengan Roh Kudus. Dalam hal ini kita tidak boleh membedakan secara mutlak antara Roh Allah dengan Allah sendiri, sebab Roh Allah adalah Roh-Nya sendiri. Ini satu-satunya keistimewaan yang tidak dimiliki siapapun. Ini hanya dimiliki Allah Bapa (Theos), yang empunya kuasa, kemuliaan dan Kerajaan. Bapa (Theos) ada di tempat yang tidak terhampiri, tetapi Roh-Nya hadir di mana-mana. Inilah yang dimaksud Tuhan Yesus dalam Yohanes 4:24, Allah itu Roh dan barangsiapa menyembah Dia, harus menyembah-Nya dalam roh dan kebenaran.” Bapa (Theos) adalah Roh, dan Roh-Nya melingkupi seluruh jagad raya ini tak terbatas.

Kedua, roh Kristus. Roh Kristus dalam konteks ini (Roma 8) belum tentu menunjuk kepada pribadi Yesus. Dalam bagian lain dalam Alkitab terdapat kata Roh Yesus (Kis. 16:7; Flp. 1:9). Roh Yesus jelas sekali menunjuk kepada Pribadi Tuhan Yesus sendiri; di mana Yesus turun dari surga untuk melakukan tindakan khusus. Tetapi roh Kristus menunjuk kepada hasrat atau gairah yang ada pada Yesus. Kristus artinya yang diurapi. Dalam hal ini, roh Kristus tidak menunjuk kepada Pribadi Yesus, tetapi kepada pengurapan-Nya, yaitu spirit atau gairah-Nya sebagai “yang diurapi”. Di dalam roh Kristus juga terdapat kecerdasan, hikmat dan kepenuhan karunia-karunia Roh Kudus.

Dalam Roma 8:9 tertulis: Tetapi kamu tidak hidup dalam daging, melainkan dalam Roh, jika memang Roh Allah diam di dalam kamu. Tetapi jika orang tidak memiliki Roh Kristus, ia bukan milik Kristus. Dalam teks aslinya kata Kristusnya hanya satu. Jadi bisa berbunyi: Tetapi kamu tidak hidup dalam daging, melainkan dalam Roh, jika memang Roh Allah diam di dalam kamu. Tetapi jika orang tidak memiliki Roh Kristus, ia bukan milik-Nya. Bukan milik-Nya di sini berarti bukan milik Allah, berarti pula bukan milik Tuhan Yesus atau bisa juga berarti tidak dalam kekuasaan spirit atau gairah seperti yang ada pada Tuhan Yesus.

Terkait dengan hal ini, perlu kita meneliti apa yang dikatakan Petrus mengenai Roh Kristus: Dan mereka meneliti saat yang mana dan yang bagaimana yang dimaksudkan oleh roh Kristus, yang ada di dalam mereka, yaitu roh yang sebelumnya memberi kesaksian tentang segala penderitaan yang akan menimpa Kristus dan tentang segala kemuliaan yang menyusul sesudah itu. Roh Kristus di sini bisa menunjuk kepada spirit dalam kehidupan orang percaya yang memberi kecerdasan roh dan kepekaan untuk memahami rencana Allah.

Selanjutnya dalam Roma 8:10 tertulis: Tetapi jika Kristus ada di dalam kamu, maka tubuh memang mati karena dosa, tetapi roh adalah kehidupan oleh karena kebenaran. Kristus ada di dalam kita artinya pengurapan yang ada pada Tuhan Yesus juga ada pada kita, yang sama dengan gairah atau spirit di dalam diri kita, maka walaupun tubuh telah terhamba oleh kodrat dosa, dan pasti mati oleh karena hukumannya. Tetapi roh akan dapat menguasai kehidupan orang percaya dengan kebenaran yang diajarkan dalam Injil, sehingga nanti akan beroleh kehidupan dalam kerajaan-Nya. Dengan pernyataan ayat ini dapat disimpulkan bahwa kebenaran-kebenaran Injil akan membangun roh Kristus dalam kehidupan seseorang, dan roh Kristus mematikan keinginan dosa di dalam kehidupan orang percaya.