Perlombaan Berkodrat Ilahi
25 September 2018

Perjuangan untuk dapat mengenakan kodrat Ilahi adalah perlombaan yang diwajibkan bagi orang percaya (Ibr. 12:1). Orang di luar Kristen tidak memiliki perlombaan ini. Perlombaan yang diwajibkan bagi orang percaya sesungguhnya adalah pergumulan untuk menjadi anak-anak Allah yang sah atau yang berkodrat Ilahi. Berkodrat Ilahi sama dengan yang dikatakan dalam Ibrani 12:10 sebagaimengambil bagian dalam kekudusan Allah. Itulah sebabnya Bapa mendidik orang percaya agar orang percaya menjadi anak-anak Allah yang mengambil bagian dalam kekudusan-Nya tersebut; yang sama dengan mengenakan kodrat Ilahi. Seperti bapak di dunia ini mendidik anak-anaknya, demikian pula Bapa di surga mendidik orang percaya. Pendidikan terhadap setiap orang percaya adalah hal yang mutlak dialami. Jika seseorang tidak mengalami pendidikan ini, maka ia bukanlah anak yang sah.

Orang percaya harus menerima kenyataan panggilan ini,
bahwa sepanjang umur hidupnya hanyalah sebuah proses pendidikan
untuk menjadi anak Allah yang sah (huios).

Perlombaan untuk menjadi anak Allah yang sah harus dapat dimengerti dan diterima dengan segenap hati. Perjuangan dalam perlombaan yang diwajibkan tersebut harus menjadi satu-satunya perjuangan yang juga menjadi satu-satunya agenda hidup ini. Dalam Ibrani 12 ini terdapat kebenaran penting berkenaan dengan hal ini, bahwa orang percaya harus memandang kepada Tuhan Yesus artinya meneladani ketekunan-Nya untuk menjadi pemenang. Dialah satu-satunya model Anak Allah yang harus orang percaya teladani. Diwajibkan artinya tidak bisa tidak orang percaya harus mengikutinya. Untuk menjadikan ini wajib bagi orang percaya, orang percaya tidak boleh menjadikan sesuatu yang lain sebagai wajib. Dengan demikian hanya satu yang mutlak harus orang percaya capai, yaitu menjadi anak-anak Allah yang berkodrat Ilahi atau mengambil bagian dalam kekudusan Allah. Semua hal yang orang percaya lakukan haruslah bermuara pada perlombaan tersebut agar dapat menjadi anak-anak Allah yang mengambil bagian dalam kekudusan Allah.

Mengapa banyak orang yang tidak menyadari apakah dirinya telah mengambil bagian dalam kekudusan Allah atau belum? Sebab mereka tidak mengalami perjuangan mengikuti perlombaan yang diwajibkan tersebut. Mengapa tidak mengalami? Sebab tidak tahu bahwa ia harus berjuang untuk mencapai level tertentu, dimana dirinya sungguh-sungguh berstatus sebagai huios yang berkodrat Ilahi tersebut. Level hidup bagaimana yang harus dicapainya untuk menunjukkan bahwa dirinya sudah menjadi anak-anak Allah yang sah (huios)? Level itu adalah keberadaan seperti Bapa. Itulah sebabnya Tuhan Yesus berkata bahwa orang percaya harus sempurna seperti Bapa. Pernyataan Firman Tuhan dalam Ibrani 12 bisa berarti bahwa orang percaya harus berjuang untuk menjadi anak-anak Allah yang sah, dimana pengesahan tersebut ditandai dengan mengenakan kodrat Ilahi. Dalam hal ini proses mengambil bagian dalam kodrat Ilahi bukan sebuah proses otomatis, tetapi perjuangan dalam kurun waktu panjang, sepanjang hidup ini.

Proses menjadi anak Allah yang sah adalah proses yang hanya dialami oleh umat pilihan. Mereka yang di luar Kristen tidak memiliki kesempatan ini. Proses ini sangat berat. Harganya sangat mahal. Dalam Roma 8:17 Firman Tuhan mengatakan: “Dan jika kita adalah anak, maka kita juga adalah ahli waris, maksudnya orang-orang yang berhak menerima janji-janji Allah, yang akan menerimanya bersama-sama dengan Kristus, yaitu jika kita menderita bersama-sama dengan Dia, supaya kita juga dipermuliakan bersama-sama dengan Dia”. Dalam ayat ini orang percaya disejajarkan dengan Tuhan Yesus dalam mewarisi “janji-janji” Allah. Kepada Anak Tunggal-Nya, Bapa berjanji akan mempermuliakan, artinya memberikan kemuliaan yang Bapa pernah berikan sebelum dunia dijadikan dan sebelum Ia turun ke bumi berinkarnasi sebagai manusia. Orang percaya yang menjadi anak-anak Allah juga menerima janji-janji Allah Bapa bersama-sama dengan Tuhan Yesus. Tetapi untuk menerima kemuliaan bersama-sama dengan Kristus, hal ini bersyarat. Syaratnya adalah ikut menderita bersama dengan Dia.

Menderita bersama dengan Dia maksudnya adalah mengalami kesulitan hidup demi menyelesaikan tugas yang Bapa percayakan kepada anak-anak-Nya, baik kepada Anak Tunggal Bapa dan anak-anak Allah lainnya.

Hanya orang-orang yang berkualitas seperti Yesus
-yaitu berkodrat Ilahi-
yang dapat menderita bersama-sama dengan Dia.

Dari penjelasan penjelasan ini maka orang percaya bisa membandingkan betapa berbedanya orang percaya yang sungguh-sungguh sampai mengenakan kodrat Ilahi, dengan mereka yang tidak mengalami proses menjadi anak-anak Allah. Oleh sebab itu, kesempatan untuk menjadi anak-anak Allah guna berkodrat Ilahi adalah kesempatan yang sangat berharga yang tidak boleh disia-siakan. Pada akhirnya, orang percaya yang berkodrat Ilahi pasti mengenakan kehidupan Yesus di dalam dirinya. Kehidupan Yesus yang dikenakan akan memancar kepada setiap orang di sekitarnya dan sangat menakjubkan.