Pengorbanan Yesus Mengadakan Penghakiman
04 June 2019

Kalau Yesus tidak mati di kayu salib, semua manusia tanpa perhitungan sama sekali pasti meluncur terbuang ke neraka, sebab memang semua manusia telah berbuat dosa. Karena dosa Adam, semua keturunannya telah berkeadaan berdosa; terjual dibawah kuasa dosa. Pemberontakan manusia harus dihukum. Keadilan Allah menuntut hukuman atas kesalahan yang dilakukan oleh manusia. Allah memang penuh kasih sayang, tetapi Ia tidak akan membiarkan orang berdosa atau orang bersalah tidak memikul hukuman akibat kesalahannya. Dalam hal ini Allah tidak akan dengan mudah memberi pengampunan.Allah adalah Pribadi Agung yang memiliki tatanan. Allah tidak dapat mengampuni manusia secara mudah tanpa tatanan. Kalau ada allah atau sesembahan mengampuni manusia dengan mudah -dengan dasar hanya karena berkehendak mengampuni-maka ia adalah allah yang tidak memiliki tatanan. Jika Allah yang benar berhakikat demikian, maka Ia tidak akan mengusir Adam dan Hawa dari Taman Eden. Tentu saja Allah sudah mengampuni Adam dan Hawa sehingga mereka tidak terusir dari Taman Eden.

Setiap pelanggaran harus dihukum. Kalau manusia hendak menerima pembebasan dari hukuman, harus ada pribadi atau sosok yang tidak bersalah (tidak berdosa) menggantikan tempat manusia tersebut. Padahal tidak ada manusia yang tidak berdosa. Itulah sebabnya Anak Tunggal Bapa yang harus turun ke bumi melakukan penyelamatan dengan memikul dosa manusia. Allah tidak bisa mengampuni tanpa sarana. Sarananya adalah seorang yang memikul dosa manusia. Anak Tunggal Bapa itulah satu-satunya sarananya. Dengan demikian,tanpa sarana darah Yesus semua manusia meluncur ke neraka tanpa hambatan sama sekali.

Setiap pelanggaran atau dosa harus dihukum, hanya kematian Tuhan Yesus yang dapat memuaskan keadilan Allah. Karena daging manusia yang bersalah, maka hukuman juga harus dijatuhkan pada daging manusia. Tentu hanya manusiayang harusmemikul dosa, bukan hewan atau makhluk lain. Manusia mana yang bisa menanggung atau memikul dosa itu, sebab semua manusia telah jatuh dalam dosa? Untuk itu Anak Tunggal Bapadiutus oleh Bapa menjadi manusia atau masuk ke dalam daging. Anak Tunggal Bapa dikandungoleh Maria bukan oleh karena hubungan biologis.

Yesus tidak mewarisi kodrat dosa seperti manusia. Yesus berkeadaan seperti Adam sebelum jatuh dalam dosa atau sebelum kehilangan kemuliaan Allah (Rm. 3:23).Yesus yg tidak berdosa inimenjadi pertaruhan, kalau Yesus bisa taat atau tidak seperti Adam yg memberontak, maka Ia bisa menggantikan semua manusia yg berdosa. Oleh karena satu orang (Adam) semua manusia yang lahir di bumi harus hidup dalam bayang-bayang maut dan dosa, maka oleh satu orang Adam terakhir (Yesus) manusia diberi kebebasan untuk menentukan keadaan kekalnya. Inilah keadilan Allah.

Setiap seorang anak manusia lahir, dia tidak mengerti kalau dirinya sudah dibawah bayang-bayang maut, dibawah kutuk dosa,atau dibawah hukum dosa. Didalam dirinya mengalir sinful nature atau kodrat dosa. Anak-anak manusia dilahirkan dalam keadaan tidak tahu kalau ia berkeadaan seperti itu. Sebenarnya,seandainya sebelum dilahirkan ia mengerti keadaan ini, belum tentu seseorang mau dilahirkan ke bumi. Sesungguhnya Yesus mati untuk semua orang yang lahir di bumi ini tak terkecuali. Inilah bentuk keadilan Allah. Oleh satu orang semua manusia hidup dibawah bayang-bayang maut kekal, tetapi oleh seorang Penyelamat yang memikul dosa manusia maka ada pengharapan memeroleh kehidupan kekal.

Harus dipahami bahwa kalau Yesus mati untuk semua orang, bukan berarti secara otomatis semua orang masuk surga. Dengan adanya korban Kristus di kayu salib, maka penghakiman atau pengadilan dapat berlangsung atau dapat dilakukan atas semua manusia secara adil.Adil artinya setiap orang dihakimi menurut ukuran yang berbeda sesuai dengan porsi dan keadaan masing-masing. Dalam hal ini, tidak semua orang dihakimi dengan ukuran yang sama. Jadi sangatlah keliru kalau ada yang berpandangan bahwa dengan pengorbanan Yesus menebus dosa manusia, maka ada manusia yang tidak perlu dihakimi, tetapi dengan secara otomatis masuk surga. Semua orang, termasuk orang Kristen harus menghadap takhta pengadilan Kristus.

Dalam suratnya, Paulus menyatakan:Sebab itu juga kami berusaha, baik kami diam di dalam tubuh ini, maupun kami diam di luarnya, supaya kami berkenan kepada-Nya.Sebab kita semua harus menghadap takhta pengadilan Kristus, supaya setiap orang memperoleh apa yang patut diterimanya, sesuai dengan yang dilakukannya dalam hidupnya. Dalam hal ini,pengorbanan Yesusbukan meniadakan pengadilan atau penghakiman, tetapi justru mengadakannya. Dengan adanya pengadilan atau penghakiman, manusia bisa bertanggungjawab atas dirinya sendiri dan diberi peluang atau kemungkinan mendapat kesempatan untuk hidup lagi di dunia yang akan datang.