Menjadi Ciptaan Baru
31 December 2020

Play Audio Version

Hanya orang percaya yang benar-benar mengalami kelahiran baru yang dapat menemukan hadirat Allah dan hidup di dalamnya. Proses kelahiran baru hanya terjadi atas umat pilihan Allah yang hidup di zaman Perjanjian Baru. Kelahiran kembali yang disebut berulang-ulang dalam Yohanes 3 adalah terjemahan dari gennethe anothen (γεννηθῇ ἄνωθεν). Dua kata ini dari akar kata genao dan anothen. Genao (to procreate; to regenerate) artinya “dilahirkan,” sedangkan anothen bisa berarti “dari atas” (from above), sering diterjemahkan sebagai “kelahiran baru.” Dalam 2 Korintus 5:17, Paulus menulis: “Jadi siapa yang ada di dalam Kristus, ia adalah ciptaan baru: yang lama sudah berlalu, sesungguhnya yang baru sudah datang.

Petrus juga menyinggung mengenai fenomena kelahiran baru dalam 1 Petrus 1:3, “Terpujilah Allah dan Bapa Tuhan kita Yesus Kristus, yang karena rahmat-Nya yang besar telah melahirkan kita kembali oleh kebangkitan Yesus Kristus dari antara orang mati, kepada suatu hidup yang penuh pengharapan.” Kata “kelahiran baru” dalam ayat ini dalam teks aslinya adalah anagennosas, dari akar kata anagennao. Dalam teks bahasa Inggris diterjemahkan new birth, born again (kelahiran baru, dilahirkan kembali). Kata ini sebenarnya lebih tepat diterjemahkan “dilahirkan dari atas.” Dalam 1 Petrus 1:23 tertulis: “Karena kamu telah dilahirkan kembali bukan dari benih yang fana, tetapi dari benih yang tidak fana, oleh firman Allah, yang hidup dan yang kekal.” Petrus menyatakan dengan sangat terang bahwa oleh Firman Tuhan, seseorang mengalami “dilahirkan dari atas atau dilahirkan kembali.”

Dalam 1 Yohanes 2:29 tertulis: “Jikalau kamu tahu, bahwa Ia adalah benar, kamu harus tahu juga, bahwa setiap orang, yang berbuat kebenaran, lahir dari pada-Nya.” Dalam tulisan Yohanes ini, terdapat kalimat “dilahirkan dari pada-Nya.” Kata ini dalam teks aslinya adalah eks autou gegennetai (ἐξ αὐτοῦ γεγέννηται). Dalam teks aslinya, terdapat kata eks (ἐξ), yang artinya “keluar.” Jadi, sebenarnya kalimat l”ahir dari pada-Nya” juga bisa dipahami sebagai “lahir keluar dari Dia.”

Dalam Yohanes 3:9 tertulis: “Setiap orang yang lahir dari Allah, tidak berbuat dosa lagi; sebab benih ilahi tetap ada di dalam dia dan ia tidak dapat berbuat dosa, karena ia lahir dari Allah.” Kalimat “lahir dari Allah” dalam teks aslinya adalah hog gegennomenos ek tou theou (ὁ γεγεννημένος ἐκ τοῦ θεοῦ), yang lebih tepat diterjemahkan sebagai “dilahirkan keluar dari Allah (Theos).” Kalimat yang sama juga terdapat dalam 1 Yohanes 5:1 “Setiap orang yang percaya, bahwa Yesus adalah Kristus, lahir dari Allah; dan setiap orang yang mengasihi Dia yang melahirkan, mengasihi juga dia yang lahir dari pada-Nya,” dan dalam 1 Yohanes 5:4 “Sebab semua yang lahir dari Allah, mengalahkan dunia. Dan inilah kemenangan yang mengalahkan dunia: iman kita,” dan 1 Yohanes 5:18 “Kita tahu, bahwa setiap orang yang lahir dari Allah, tidak berbuat dosa; tetapi Dia yang lahir dari Allah melindunginya, dan si jahat tidak dapat menjamahnya.”

Dari uraian di atas ini, harus ditegaskan bahwa penggunaan kata “dilahirkan” itu penting. Dalam Yohanes 1:13 tertulis: “orang-orang yang diperanakkan bukan dari darah atau dari daging, bukan pula secara jasmani oleh keinginan seorang laki-laki, melainkan dari Allah.” Kata “diperanakkan” di ayat ini adalah gennao (γεννάω) yang sama artinya dengan dilahirkan. Hal ini menunjukkan proses sebuah “kejadian” hadirnya seorang anak manusia. Kita bisa memahami bahwa proses kelahiran bukan dalam satu hari, satu minggu, bahkan tidak cukup satu bulan.

Proses kelahiran baru sesungguhnya cukup rumit, tetapi bisa dipahami secara nalar. Apalagi sekarang, ketika ilmu pengetahuan sudah sangat maju, proses reproduksi atau pembuahan adalah proses natural yang dapat dijelaskan. Orang percaya yang masuk proses kelahiran baru adalah orang-orang yang dikategorikan sebagai orang-orang yang hidup baru dalam Tuhan dan diproses untuk menjadi seperti Kristus. Mereka baru bisa dikategorikan sebagai “telah menerima Tuhan Yesus Kristus sebagai Tuhan dan Juruselamat secara benar.” Mereka adalah pengikut Tuhan Yesus yang sejati, artinya mengikuti jejak kehidupan Tuhan Yesus, yaitu mengenakan pikiran dan perasaan Kristus serta gaya hidup-Nya.

Seiring dengan pembaharuan pikiran dimana Roh Kudus memberikan pengertian-pengertian mengenai kebenaran, maka bertumbuh juga pemahamannya mengenai Kerajaan Allah. Seorang yang dilahirkan baru adalah seorang yang mendapatkan pencerahan untuk dapat memahami rahasia Kerajaan Allah. Jadi, seseorang yang tidak mengalami kelahiran baru, tidak akan memahami rahasia Kerajaan Allah secara mendalam. Orang yang tidak memiliki pencerahan untuk memahami rahasia Kerajaan Allah, tidak bisa mengalami hidup di hadirat Allah, dan ia tidak pernah menjadi anggota keluarga Kerajaan.