Logos dan Theos
24 December 2016

Dalam kitab Perjanjian Baru, kata Theos lebih menunjuk kepada Bapa dan Kurios lebih menunjuk kepada Tuhan Yesus Kristus. Tetapi terdapat juga dalam ayat Alkitab yang memberi julukan atau menyamakan Theos untuk Tuhan Yesus, seperti dalam Yohanes 1:1, Pada mulanya adalah Firman; Firman itu bersama-sama dengan Allah dan Firman itu adalah Allah. Kalau teks ini diterjemahkan dengan kalimat lain berkenaan dengan keberadaan Allah, maka teks ini bisa tertulis: Pada mulanya adalah Firman; Firman itu bersama-sama dengan Allah Bapa (Theos) dan Firman itu salah satu pribadi dalam lembaga Allah (Theos). Dalam hal ini Theos disejajarkan dengan Elohim.

Kalau Theos dipandang sebagai Pribadi yang berunsur Ilahi, maka kalimat “Firman itu adalah Allah” berarti bahwa Yesus dulu (sebelum berinikranasi) juga adalah Allah. Itulah sebabnya kalimat Firman adalah Allah dalam teks aslinya memiliki keterangan waktu dan tensesnya adalah kata kerja masa lalu atau sesuatu yang sudah pernah terjadi (verb indicative imperfect active third person singular from eimi (εἰμί). Karena Tuhan Yesus adalah salah satu Pribadi dalam Lembaga Allah (Elohim), maka Ia juga disebut Allah (Theos), tetapi bukan Bapa. Dalam bahwa Inggris diterjemahkan: and the Word was God.

Menjadi persoalan yang tidak mudah dijawab ketika ditanyakan: mengapa pada mulanya adalah Firman? Mengapa bukan pada mulanya adalah Allah? Bukankah dalam kitab Kejadian tertulis: Pada mulanya Allah…. Jawaban dari pertanyaan ini adalah bahwa Yohanes sedang menulis mengenai Tuhan Yesus Kristus yang adalah Logos Allah yang menciptakan dunia ini dengan segala isinya. Dalam hal ini Tuhan Yesus sebagai pusat pemberitaan-Nya. Tentu harus tetap diingat bahwa Anak tidak bisa berbuat apa-apa tanpa melihat Bapa (Yoh. 5:19-20). Dari pernyataan di atas sebenarnya hendak ditegaskan bahwa Firman (Logos) lah yang dipercayai Bapa berperan dalam penciptaan alam semesta kita ini dan pemerintahannya.

Dengan kedatangan Tuhan Yesus, maka tersingkap rahasia mengenai keberadaan Allah bahwa dalam Lembaga Allah (Elohim) ada dua Pribadi, yaitu Bapa dan Anak. Allah Bapa adalah Bapa segala roh (juga Bapa dari Tuhan Yesus sendiri), sedangkan Allah Anak adalah Tuhan dari segala tuan. Allah Anak adalah satu-satunya Tuhan, artinya bahwa Allah Bapa tidak menyerahkan kekuasaan kepada oknum manapun kecuali kepada Allah Anak (Tuhan Yesus Kristus). Dialah satu-satunya Tuhan. Tuhan di sini artinya Pribadi yang menerima kekuasaan atau kuasa untuk memerintah. Dalam hal ini dapat ditarik kesimpulan bahwa Tuhan alam semesta ini hanya satu, yaitu Allah Anak atau Tuhan Yesus Kristus. Tentu saja ia menjadi Tuhan bukan bagi diri-Nya sendiri, tetapi Tuhan bagi kemuliaan Allah Allah Bapa (Theos; Allah Bapa ; Flp. 2:11).

Jika ada pertanyaan: Apakah Allah Bapa bukan Tuhan? Jawabnya adalah bahwa Allah Bapa bukan Tuhan seperti posisi Allah Anak. Dia adalah Bapa, Bapa dari Tuhan Yesus Kristus dan Bapa semua orang yang menjadi anak-anak-Nya melalui keselamatan dalam Tuhan Yesus Kristus. Tetapi sebagai Bapa yang bertanggung jawab atas jagad raya dan surga, Ia tidak pernah meninggalkan perbuatan tangan-Nya. Jadi Yesus Kristus adalah Tuhan, dan Allah Bapa adalah Bapa dari Tuhan Yesus; Bapa adalah Kepala Kristus dan Kepala segala sesuatu (1Kor. 11:3).

Firman Tuhan mengatakan bahwa Dia adalah Kepala dari Tuhan Yesus. Jadi Bapa lebih besar dari Tuhan Yesus Kristus (Yoh. 14:28). Itulah sebabnya dikatakan bahwa Kepala Kristus adalah Allah (Theos; Allah Bapa). Allah di sini adalah Theos (θεός). Dengan hal ini dapat disimpulkan bahwa kedudukan Bapa lebih tinggi dari kedudukan Tuhan. Sebagai catatan tambahan, dalam Perjanjian Baru bila menyebut Allah Bapa (Theos), Tuhan Yesus selalu menggunakan kata Bapa. Dan Tuhan Yesus sangat menghormati Bapa sebagai yang mengutus-Nya (Yoh. 17:3). Tentu saja yang mengutus lebih tinggi dari yang diutus. Sampai selamanya posisi ini tidak akan pernah berubah, bahwa Bapa adalah di atas segala-Nya. Bagi-Nyalah segala hormat dan kemuliaan.