Kristus Kegenapan Hukum Taurat
12 July 2018

Dalam Roma 10:4 tertulis: Sebab Kristus adalah kegenapan hukum Taurat, sehingga kebenaran diperoleh tiap-tiap orang yang percaya. Kalimat ini adalah kunci penting bagi kehidupan iman orang percaya. Kalimat “Kristus adalah kegenapan hukum Taurat” bisa memiliki dua makna: Pertama, Tuhan Yesus datang mengajarkan kebenaran, yaitu hukum Taurat yang disempurnakan. Mengenai hal ini, Tuhan Yesus sendiri mengatakan dalam Matius 5:17, “Janganlah kamu menyangka, bahwa Aku datang untuk meniadakan hukum Taurat atau kitab para nabi. Aku datang bukan untuk meniadakannya, melainkan untuk menggenapinya”. Kata meniadakan dalam teks aslinya adalah kataluo (καταλυω), yang artinya juga menghancurkan atau merusak. Yesus datang bukan membuat hukum Taurat menjadi rusak atau dihancurkan, tetapi sebaliknya untuk menggenapi. Kata menggenapi dalam ayat ini, teks aslinya adalah pleroosai (πληρῶσαι), dari akar kata pleroo (πληρόω), yang artinya membuat lengkap (melengkapi) atau menyempurnakan. Yesus datang untuk membuat hukum Taurat menjadi lengkap atau sempurna.

Hukum Taurat Musa sebelum kedatangan Yesus bersifat lahiriah, yaitu dalam pelaksanaannya hukum tersebut terverifikasi secara lahiriah atau secara kelihatan seperti hukum-hukum dalam banyak agama. Jadi, pelanggaran terhadap hukum, cukup dapat terverifikasi secara kelihatan atau secara lahiriah. Ini adalah hukum yang belum lengkap atau sempurna, sebab dosa hanya terverifikasi atau dalam pembuktiannya hanya cukup secara yang kelihatan atau secara lahiriah. Tetapi hukum Taurat yang disempurnakan bersifat batiniah yaitu dalam pelaksanaannya tidak bisa terverifikasi secara lahiriah atau kelihatan, sebab bersifat batiniah atau menekankan batiniah.

Sebagai perbandingan, antara hukum Taurat Musa dan hukum Taurat yang disempurnakan dapat dijelaskan sebagai berikut:
• Kalau dalam hukum Taurat Musa konsep atau pengertian membunuh adalah menghabisi nyawa seseorang; tetapi kalau zaman Perjanjian Baru, membenci sudah berkategori sebagai pembunuhan.
• Kalau dalam hukum Musa pengertian berzina adalah melakukan hubungan badan secara lahiriah (terverifikasi secara lahiriah); tetapi dalam hukum Taurat yang disempurnakan memandang lawan jenis sampai pada ‘mengingini’ atau birahi, sudah terkategori sebagai perbuatan zina.
• Dalam hukum Taurat Musa berlaku hukum mata ganti mata, gigi ganti gigi; tetapi hukum Taurat yang disempurnakan berlaku hukum harus mengasihi musuh dan berbuat baik bagi orang yang menganiaya.
Pada dasarnya hukum Taurat yang disempurnakan adalah cermin dari kesucian Allah sendiri.

Kedua, pengertian “Kristus kegenapan hukum Taurat” adalah bahwa Yesus telah menjadi pelaku hukum Taurat secara sempurna atau tidak bercacat. Yesus bukan saja mampu melakukan hukum Taurat yang diberikan Musa, tetapi juga mampu melakukan dengan sempurna hukum Taurat yang telah disempurnakan. Hal ini tidak pernah bisa dilakukan oleh siapa pun di sepanjang sejarah kehidupan manusia sejak Adam. Semua manusia telah kehilangan kemuliaan Allah, artinya bahwa tidak ada orang yang mampu melakukan kehendak Allah. Yesus adalah manusia pertama yang menemukan kemuliaan Allah yang hilang, artinya mampu melakukan segala sesuatu selalu sesuai dengan pikiran dan perasaan Allah.

Firman Tuhan mengatakan: Kristus menjadi kegenapan hukum Taurat, sehingga kebenaran diperoleh tiap-tiap orang yang percaya.Apa maksud “sehingga kebenaran diperoleh tiap-tiap orang percaya”?
Pertama, orang percaya menerima pembenaran oleh pengorbanan Yesus. Yesus yang tidak bersalah (dapat melakukan hukum Taurat dengan sempurna), tetapi harus memikul semua dosa akibat kesalahan manusia. Hanya “manusia yang tidak berdosa” yang dapat memikul dosa manusia lain. Dan ternyata hanya Yesus yang dapat mengambil tempat memikul hukuman dosa, dengan demikian manusia dapat dibebaskan dari segala hukuman sehingga orang percaya dapat dibenarkan.

Kedua, di dalam anugerah Tuhan Yesus Kristus, orang percaya dapat memahami kebenaran yang lebih mendalam daripada pemahaman yang dimiliki orang-orang Yahudi pada zaman itu. Selain memahami kebenaran dari hukum Taurat yang disempurnakan yang adalah cermin kesucian Allah sendiri, kita juga dimampukan untuk melakukannya. Dalam hal ini manusia dimungkinkan untuk menemukan kemuliaan Allah.

Dari penjelasan di atas tersebut, maka dapat disimpulkan bahwa kehidupan orang percaya harus lebih berkualitas dibanding dengan agama,kepercayaan, aliran filsafat manapun. Dalam hal ini, kita bisa mengerti mengapa Tuhan Yesus mengatakan bahwa hidup keagamaan atau kebenaran pengikut-Nya harus melebihi hidup keagamaan ahli taurat dan orang-orang Farisi, yang adalah tokoh-tokoh agama atau para ulama agama Yahudi (Mat. 5:20).