Kepastian Diterima Oleh Allah
30 June 2019

Pada saat-saat terakhir sebelum seseorang menutup mata, kesadarannya semakin kuat untuk mempersiapkan diri menghadapi kematian, dimana di balik kematian ia harus menghadap penghakiman Tuhan. Sesungguhnya satu hal yang paling mendesak dalam hidup Saudara sekarang ini adalah seandainya Saudara sekarang ini meninggal dunia, apakah Saudara sudah berkeadaan berkenan kepada Tuhan? Apakah Saudara pasti diterima masuk dalam anggota keluarga Kerajaan Surga atau tidak? Ini adalah masalah yang bukan saja sangat penting, tetapi sangat mendesak dan harus selalu dipandang sebagai hal yang sangat penting dan sangat mendesak. Kalau selama itu ia tidak sungguh-sungguh hidup berkenan di hadapan Tuhan dan melayani Dia,ia akan sangat menyesal. Ia akan lebih menyadari bahwa dirinya seperti berdiri berbaris antri di satu barisan yang sangat panjang, banyak orang sedang menghadap takhta pengadilan Allah. Situasi tersebut sangat dahsyat, namun ketika belum di ujung kematian, ia tidak pernah membayangkan keadaan tersebut, dan tidak pernah sama sekali berpikir bahwa dirinya akan ada dalam keadaan seperti itu.

Setiap kita harus menghadapi pengadilan Allah. Suasana kengerian yang tidak pernah dialami dan dirasakan setiap orang yang selama hidupnya tidak belajar melakukan kehendak Tuhan. Mereka tidak lagi berkesempatan bertobat dan memperbaiki diri. Di hadapan pengadilan Tuhan setiap orang akan merasakan keagungan Tuhan yang tiada tara. Keagungan dan kemuliaan yang sangat menakutkan bagi mereka yang tidak berjalan dengan Tuhan selama hidup di dunia. Setiap orang akan merasa begitu kecil, sangat kecil, dan bukan siapa-siapa di hadapan Tuhan. Bagi mereka yang tidak takut akan Tuhan selama hidup di dunia akan merasakan ketakutan yang luar biasa terhadap Tuhan. Orang yang takut Tuhan di bumi ini tidak lagi takut saat berada di kekekalan. Tetapi orang yang tidak takut Tuhan saat di dunia, akan ketakutan di kekekalan.

Kuasa kegelapan menipu seseorang dengan pemikiran bahwa sekarang ini, selama masih di dunia dan belum menghadap takhta pengadilan Allah, maka seseorang belum bisa mengetahui dengan pasti apakah dirinya ditolak atau diterima oleh Allah. Itulah sebabnya mereka berpikir tidak perlu mempersoalkannya dulu. Pemikiran atau anggapan ini sungguh-sungguh sangat menyesatkan. Dengan pemikiran tersebut seseorang menjadi ceroboh. Tentu bagi mereka yang selama di dunia sungguh-sungguh mengagungkan Tuhan, keagungan dan kemuliaan Tuhan adalah kebahagiaan yang tiada tara. Mereka sudah akrab dengan kehadiran Tuhan dalam hidup mereka. Mereka bukan saja mampu berdoa, tetapi juga bercengkerama dan bersahabat dengan Tuhan. Itulah hari yang mereka nantikan. Sebaliknya, bagi mereka yang tidak menghargai Tuhan secara pantas, hari pengadilan Allah adalah hari yang sangat mengerikan.

Kita harus memperkarakan dan mempersoalkan sejak dini, apakah dalam pertimbangan Tuhan kita akan diterima atau ditolak Allah. Sejak masih hidup, yaitu belum meninggal dunia dan belum menghadap takhta pengadilan Allah, seseorang harus dapat mengetahui dengan pasti keadaannya kalau meninggal dunia saat ini, apakah ia diterima atau ditolak oleh Allah. Itulah sebabnya Tuhan menghendaki agar setiap orang menguji dirinya dan memohon Tuhan membuka pikirannya untuk mengetahui apakah jalannya serong (2Kor. 13:5; Ef. 5:10; Mzm. 139). Selama seseorang belum menemukan dengan pasti bahwa dirinya sudah melakukan kehendak Bapa, ia harus terus berjuang untuk mencapai perkenanan Bapa.

Kita harus selalu berpikir bahwa kemungkinan untuk ditolak oleh Allah, sampai seseorang benar-benar mengalami dan menyadari bahwa dalam hidup kesehariannya selalu melakukan kehendak Bapa. Roh Kudus pasti menolong seseorang untuk mengenali keadaan dirinya menurut penilaian Bapa. Dari pergumulan untuk mengetahui apakah dirinya sudah melakukan kehendak Bapa atau belum, sudah mencapai perkenanan Bapa atau belum, seseorang akan mengalami perjumpaan dengan Tuhan terus menerus secara luar biasa.

Kita harus memastikan bahwa kita aman di hadapan penghakiman Allah, jika tidak, maka kita harus bertobat dan berdamai dengan Allah serta terus menerus membenahi diri agar menjadi manusia yang berkenan kepada-Nya. Banyak orang Kristen yang sebenarnya sesat, tetapi mereka tidak menyadarinya sama sekali. Mereka merasa dan percaya bahwa di hadapan takhta pengadilan Kristus dipandang berkenan kepada Tuhan karena sudah percaya Dia (Yesus) sebagai Tuhan dan Juruselamat. Sangat menyedihkan, banyak orang Kristen yang tidak memikirkan masa depannya di dunia yang akan datang. Mereka tidak peduli sama sekali kalau dirinya ditolak oleh Allah karena tidak melakukan kehendak Bapa.