Hubungan Hidup Menurut Roh Dan Kelahiran Baru
27 July 2017

Mengalami Kelahiran Baru bukanlah proses mendadak atau sekejap. Orang tidak bisa berstatus sebagai seorang yang lahir baru secara mistis. Pemikiran yang salah, kalau seseorang berpikir bisa mengalami Kelahiran Baru secara ajaib. Pengertian salah ini membuat orang Kristen tidak bertanggung jawab untuk bertumbuh di dalam Tuhan. Inilah yang dipahami banyak orang mengenai Kelahiran Baru. Mereka merasa sudah mengalami Kelahiran Baru karena sudah menerima Tuhan Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamat. Kelahiran Baru mereka hanyalah sebuah fantasi yang diyakini.

Kelahiran Baru sesungguhnya adalah keadaan baru dari warna jiwanya hasil dari sebuah proses perubahan secara bertahap. Jadi, Kelahiran Baru pada dasarnya adalah kesadaran baru di mana seseorang mengalami perubahan dalam cara pandang terhadap hidup ini. Hal ini tidak mungkin terjadi dalam sekejap, secara ajaib atau mukjizat, tetapi melalui proses yang bertahap dengan ketat dan secara natural. Secara natural artinya bisa dipahami secara logis. Proses kelahiran baru tidak mungkin dapat dipisahkan dari hidup menurut roh. Proses Kelahiran dapat dipetakan secara ringkas sebagai berikut: Pertama-tama, seseorang mendengar Firman Tuhan melalui pemberita Firman (Logos), kemudian melalui pengalaman konkret ia mendengar suara Roh Kudus atau Firman dalam arti Rhema (Rm. 10:17). Firman Tuhan di sini adalah ajaran Tuhan Yesus atau Injil. Iman datang dari pendengaran akan Firman Kristus. Injil adalah kuasa Allah yang menyelamatkan (Rm. 1:16). Di sini Roh Kudus melalui hamba-hamba-Nya menyampaikan Firman Tuhan dan Roh Kudus bekerja di dalam hati orang tersebut untuk menyambut kebenaran-Nya. Roh Kudus yang memberi kesanggupan seseorang menerima Yesus sebagai Juruselamat dan membuka pikiran serta hatinya untuk mengerti Firman Tuhan. Firman Tuhan lah (Injil) kuasa yang dapat melahirkan baru seseorang (1Ptr. 1:23).

Firman Tuhan yang didengar terus menerus membangun sebuah konsep atau pemahaman hidup yang benar (Yoh. 8:31-32). Roh Kudus sebagai parakletos (pendamping) membimbing seseorang kepada kebenaran-Nya sampai terbangun konsep yang lengkap mengenai kehidupan (Yoh. 16:13). Roh Kudus memberi pencerahan bagi mereka yang tekun mendengar Firman dan merenungkannya. Melalui pengalaman hidup, logos menjadi rhema melalui suara Roh Kudus dalam pengalaman hidup. Di sini terjadi proses pemuridan oleh Tuhan Yesus secara pribadi melalui Roh Kudus. Roh Kudus memimpin orang percaya untuk melahirkan roh dalam arti gairah, spirit dan hasrat Tuhan sendiri.

Bagi seseorang yang memiliki komitmen mengikut Tuhan Yesus dengan sungguh-sungguh sebagai murid (Mat. 28:18-20), ini adalah saat penting di mana seseorang mengalami proses dimuridkan dan mulai mengalami proses perubahan konsep hidup. Proses pemuridan ini menjadi bagian penting dari pencapaian Kelahiran Baru. Oleh sebab itu dituntut atau dibutuhkan ketekunan. Dalam Alkitab sering kita peroleh nasihat Tuhan Yesus dan rasul-rasul-Nya agar kita sungguh-sungguh bertekun. Ketekunan itu adalah ketekunan kita, bukan ketekunan Tuhan, sebab jelas-jelas Tuhan sudah bertekun atau bekerja maksimal.

Kelahiran Baru dikerjakan oleh Roh Kudus, atas orang yang memberi diri dipimpin oleh Roh Kudus. Hasil dari proses tersebut seseorang memperoleh roh yang memiliki spirit, gairah dan hasratnya sama dengan Roh Kudus yang sama pula dengan roh Kristus. Kalau seseorang hidup menurut roh tersebut, ia mengalami pembaharuan roh. Pembaharuan roh sama dengan cara berpikir yang diubah total sehingga memiliki spirit baru. Dari spirit baru inilah seseorang memiliki gaya hidup yang benar-benar baru sampai orang lain tidak mengenali manusia lamanya lagi. Gaya hidup yang benar-benar baru merupakan tanda dari kehidupan seseorang yang mengalami kelahiran baru. Dengan demikian pada dasarnya orang yang berhasil hidup menurut roh adalah orang yang sudah mengalami Kelahiran Baru. Orang yang mengalami Kelahiran Baru sudah benar-benar berhenti dari hidup menurut keinginan daging. Keinginan daging artinya kodrat manusia (human nature). Orang yang sudah lahir baru berarti orang yang sudah tidak mengenakan kodrat manusia, tetapi mengenakan kodrat Ilahi.