Hidup Dalam Pemerintahan Tuhan
26 April 2018

Hidup beriman dalam Tuhan Yesus berarti hidup dalam pemerintahan Allah. Terkait dengan hal ini, Tuhan menghendaki agar kita membangun Kerajaan Tuhan atau menghadirkan Kerajaan Tuhan, artinya suasana pemerintahan Allah harus hadir dalam hidup kita. Suasana pemerintahan Allah adalah jiwa yang dikuasai oleh kerinduan terhadap perkara-perkara surgawi, yaitu penghargaan kepada nilai-nilai kekekalan. Untuk ini Tuhan Yesus berkata: “Janganlah kamu mengumpulkan harta di bumi; di bumi ngengat dan karat merusakkannya dan pencuri membongkar serta mencurinya. Tetapi kumpulkanlah bagimu harta di surga (Mat. 6:19-20). Banyak orang salah mengerti terhadap maksud ayat ini. Secara sekilas ayat ini mudah dimengerti, tetapi sebenarnya tidak. Maksud ayat ini adalah bahwa kita harus melatih diri tidak terikat dengan hal-hal duniawi sama sekali. Terikat hal duniawi di sini maksudnya adalah bahwa penghargaan kita terhadap kekayaan dunia membuat seseorang tidak menghargai nilai-nilai kekekalan, sebab di mana ada hartamu, di situ hatimu berada.

Ini adalah sebuah pemerintahan yang tidak kelihatan. Menjadi orang percaya adalah menjadi manusia yang hidup dalam pemerintahan Tuhan. Ternyata untuk memiliki keyakinan yang benar mengenai hal ini bukan sesuatu yang mudah, sebab pemerintahan Tuhan ini tidak kelihatan. Kita sudah terbiasa memercayai apa yang kelihatan. Untuk dapat memercayai kekuatan Allah yang tidak kelihatan atau pemerintahan Tuhan yang tidak nyata secara fisik merupakan hal yang tidak mudah. Banyak orang beranggapan bahwa keyakinan ini hanya dapat dimiliki oleh orang-orang yang berkarunia khusus. Padahal keyakinan ini merupakan hal biasa, yang memang harus dimiliki oleh setiap orang percaya. Untuk ini kita harus mengembangkan keyakinan tersebut. Kita harus membiasakan diri memercayai Tuhan dan pemerintahan-Nya yang tidak kelihatan secara mata fisik manusia. Kita harus melatih terus untuk membiasakan diri hidup dalam pola hidup pemerintahan Tuhan.

Tuhan melatih bangsa Israel untuk mengenal Tuhan, kekuatan dan pemerintahan-Nya. Melalui pengalaman di tepi Laut Kolzom, Tuhan menunjukkan kehadiran kuasa dan pemerintahan-Nya. Ketika Kolzom terbelah, mata mereka tercelik untuk melihat kuasa pemerintahan Allah. Juga dalam hidup Sadrach dan teman-temannya, dapur api yang menyala-nyala merupakan bagian dari mimbar Tuhan untuk memperkenalkan Diri-Nya kepada umat kesayangan-Nya dan manusia pada umumnya. Di sini nampak fakta pemerintahan Tuhan dalam hidup mereka. Makin besar masalah yang kita hadapi, makin nyata kehadiran pemerintahan Tuhan dalam hidup.

Seorang yang belajar hidup dalam pemerintahan Tuhan akan melakukan hal-hal ini: Pertama, selalu mencari kehendak Tuhan untuk dilakukan. Sebelum seseorang mengenal pemerintahan Tuhan, ia hidup sesuka hati. Dirinya sendirilah yang menjadi tuan atas hidupnya. Tetapi ketika ia menjadi orang percaya, ia mulai hidup dalam pemerintahan Tuhan, maka ia harus mulai mencari kehendak Tuhan untuk dilakukan. Keyakinan akan pemerintahan Allah, akan berdampak atau nyata dalam sikap hidup kita. Kita akan bertindak lebih hati-hati. Kita tidak berada di daerah yang tidak bertuan, tetapi di dalam wilayah pemerintahan Tuhan yang berhukum. Pada dasarnya, keyakinan akan pemerintahan Tuhan dan kekuasaan-Nya di balik kekuatan dan pemerintahan yang tidak kelihatan, bukanlah bertujuan agar kita bisa memanfaatkan Tuhan untuk kepentingan kita. Tetapi merupakan persiapan untuk hidup dalam pemerintahan Tuhan di Kerajaan-Nya nanti. Dengan demikian seorang yang hidup dalam pemerintahan Tuhan, mulai memberi diri dibelenggu oleh pemerintahan-Nya. Inilah jalan kepada kemerdekaan hidup yang sejati.

Kedua, bergantung kepada Tuhan yang menjadi andalan hidup ini. Kita hidup di bawah bayang-bayang pemerintahan Allah yang menaungi kita. Keyakinan akan pemerintahan Allah memberi kekuatan batin yang hebat dalam keadaan-keadaan sulit yang kita hadapi, dan sekaligus memberi pengharapan hari esok baik, selama kita meniti perjalanan hidup di dunia, ini maupun di balik kubur kita. Keyakinan seperti ini ditunjukkan oleh Pemazmur dalam tulisannya di Mazmur 27:1-6. Kalau seseorang percaya terhadap kuasa pemerintahan Allah, maka ia akan hidup dalam pengabdian kepada Tuhan. Pengabdian kepada pemerintahan Kerajaan Allah yang tidak kelihatan.

Ketiga, keyakinan bahwa ada pemerintahan di balik kekuatan manusia, akan menjadikan hidup kita digerakan oleh kesadaran, bahwa ada Allah yang hidup menentukan segala perkara. Ini berarti bahwa Tuhanlah yang menaungi segala sesuatu. Kesadaran ini akan nyata dalam sikap hidup kita yang selalu merendahkan diri di hadapan-Nya untuk bergantung dan berharap sepenuhnya dalam segala sesuatu. Orang-orang yang bersikap seperti ini akan mencari Tuhan dengan sungguh-sungguh. Baginya kehidupan ini tidak lengkap tanpa Tuhan. Segala kesanggupan, kemampuan, dan kecakapan tidak artinya tanpa Tuhan yang menaungi kita. Tuhan yang menentukan miskin dan kaya. Tuhan yang mengangkat penguasa dan menurunkannya (Luk. 1:52). Menyadari hal ini hendaknya kita semakin merendahkan diri di hadapan Tuhan.