Hari Ini Kesempatannya
29 January 2017

Untuk menunjukkan kengerian neraka, Alkitab menunjukkan bahwa di neraka terdapat tempat siksaan dan penderitaan. Adanya ulat belatung yang tidak akan mati dan api yang tak terpadamkan menunjukkan kenyataaan kengerian neraka (Mat. 13:41-42; Mrk. 9:47-48). Di tempat itulah terdapat ratapan dan kertakan gigi, menunjukkan keadaan frustasi yang sangat tinggi yang tidak tergambarkan dengan kata-kata (Mat. 13:42). Tidak bisa dibantah bahwa ada tingkatan-tingkatan hukuman di neraka (Mat. 23:14; 10:15; 11:21-23). Sebenarnya terpisah dari Allah adalah penderitaan dan siksaan yang melampaui segala siksaan dalam bentuk apa pun. Berkenaan dengan hal ini kita tidak boleh menggantikan kedahsyatan terpisah dari Allah dengan penderitaan secara fisik di neraka dengan penggambaran yang picik. Kita harus memahami bahwa terpisah dari Allah atau tidak hidup dalam persekutuan yang benar dengan Allah sekarang di bumi ini sudah harus dipahami dan dirasakan sebagai neraka yang mengerikan.

Alkitab menunjukkan bahwa orang yang terbuang dari hadirat Allah adalah orang yang dibinasakan (1Tes. 2:9). Kata dibinasakan atau kebinasaan dalam teks aslinya adalah olethros, yang artinya juga kerusakan. Kata ini bisa kita mengerti utuh jika kita menghubungkan dengan kenyataan kerusakan struktur permanen manusia. Manusia yang memiliki tubuh, jiwa dan roh dengan mekanisme dan metabolisme tubuh yang sempurna menjadi rusak ketika terbuang ke dalam api kekal (api pur bukan phloks). Pur artinya api secara harafiah yang kita kenal sekarang, sedangkan phloks adalah api secara figuratif dalam Lukas 16:19-31. Kerusakan ini yang dimaksud Alkitab sebagai maut atau kematian kedua (Rm. 6:23; Why. 20:11-15). Keadaan ini sudah merupakan siksaan yang abadi (Why. 14:10-11; Mrk. 9:47-48). Inilah keadaan yang bertentangan dengan maksud penciptaan awal bahwa dunia dan segala sesuatu, termasuk manusia, diciptakan dengan sungguh amat baik.

Berbicara mengenai kekekalan, terdapat kata ainios disebutkan berkali-kali dalam Alkitab. Dalam Matius 25:46 kata kekal atau selamanya di sini adalah ainios. Kata ini bisa menunjuk suatu keadaan di mana tidak adanya perjalanan waktu. Di mana tidak ada kehidupan, maka tidak perlu ada perjalanan waktu, sehingga kata ainios bukan hanya bicara soal kuantitas tetapi juga kualitas waktu. Neraka tempat di mana manusia berdosa yang terhukum tidak akan pernah keluar dari sana. Dalam hal ini tidak ada api penyucian (purgatori), di mana manusia masih memiliki kesempatan untuk “dibersihkan”. Akhirnya mengenai durasi waktu di neraka tidak perlu diperbincangkan secara rumit sebab keterpisahan dengan Allah sudah merupakan keadaan yang dahsyat sekali. Sekali ditolak Allah di kekekalan, sudah pasti tertolak untuk selamanya.Tidak ada kesempatan untuk memperbaiki diri lagi.

Hari ini, ketika kita masih bisa menikmati perjalanan waktu, betapa indahnya hidup ini. Perjalanan waktu mengisyaratkan adanya kehidupan yang di dalamnya terdapat berbagai berkat dan anugerah yang Allah berikan. Perjalanan waktu diperuntukkan bagi mereka yang masih berkesempatan menjadi anak-anak Allah atau anggota masyarakat Kerajaan Surga. Dan nanti di kekekalan perjalanan waktu hanya untuk mereka yang memperoleh anugerah bersama dengan Tuhan di dalam Kerajaan-Nya. Jadi, kalau hari ini Tuhan masih berkenan memberi kita kesempatan untuk belajar mengenal Dia dan berjalan sesuai dengan kehendak Bapa, ini adalah anugerah yang tiada tara.

Sekarang ini Tuhan masih membuka tangan-Nya dan memberi kesempatan orang-orang yang belum melakukan kehendak Allah untuk bertobat dan berubah agar dapat memulai kehidupan yang baru; kehidupan dalam kehendak Bapa. Kesempatan ada di dalam perjalanan waktu. Kalau kesempatan ini tidak dimanfaatkan, maka kesempatan ini akan berlalu dan tidak pernah datang kembali. Ketika pintu anugerah tertutup, maka kesempatan ini akan melayang lenyap selamanya. Pada waktu seseorang tidak lagi memiliki kesempatan untuk memperbaikli hubungannya dengan Tuhan, maka keadaan itu permanen, tidak dapat diubah sama sekali. Suasana hidup seperti itu sangat mengerikan.