Firman Membangun Kodrat Ilahi
28 September 2018

Proses mengalami perubahan kodrat-dari kodrat manusia ke kodrat Ilahi-dimulai ketika seseorang mendengar Firman Tuhan lalu Roh Kudus membuka pikiran dan hati untuk mengerti Firman-Nya. Tentu Firman yang didengar haruslah Firman Tuhan yang benar atau murni. Firman yang tidak benar tidak akan melahirkan iman yang benar (Rm. 10:17). Kata “Firman” dalam Roma 10:17 teks aslinya adalah rhematos.Kata ini berasal dari kata rhema (ῥῆμα), sama seperti dalam Matius 4:4.

Orang yang tidak memiliki iman yang benar,
tidak akan mengalami perubahan kodrat.

Firman yang diberitakan harus disampaikan terus-menerus. Seperti janin dalam Rahim, ia tidak akan tumbuh menjadi bayi dan mengalami kelahiran kalau tidak menerima suplai makanan yang memadai secara berkesinambungan. Itulah sebabnya dalam memberitakan Injil Kerajaan Allah harus murni, agar pendengarnya mengalami Kelahiran Baru guna perubahan kodrat. Untuk itu Tuhan Yesus “mengajar” dari hari ke hari, dari desa ke desa, dari kota ke kota (Luk. 13:22).

Dalam bahasa Yunani ada dua kata yang semua bisa diterjemahkan Firman. Kata pertama adalah logos (λόγος) yang juga bisa diterjemahkan Firman.Biasanya logos juga diartikan sebagai “pengetahuan.” Kata yang kedua adalah rhema. Logos adalah Firman yang diajarkan melalui apa yang didengar, sedangkan rhema adalah Firman yang disuarakan oleh Roh Kudus dalam suatu situasi di dalam hati atau pikiran. Yang menarik dalam Roma 10:17 adalah tidak menggunakan Firman Tuhan atau Firman Allah tetapi “Firman Kristus.” Menggunakan kata “Kristus” hendak menunjukkan bahwa Firman itu adalah Firman dari Dia yang telah diurapi. Oleh sebab itu, Firman tersebut aktif bekerja, disertai oleh “Yang Diurapi” -yaitu Tuhan Yesus- yang memiliki segala kuasa di surga dan di bumi. Firman yang diurapi adalah Injil yang diajarkan Tuhan Yesus selama tiga setengah tahun.

Dalam pelayanan-Nya, Tuhan Yesus mengajar dengan kuasa. Pengajaran yang disampaikan Tuhan Yesus berbeda dengan para ahli taurat dan tokoh agama (Mat. 7:29). Perbedaannya terletak pada kuasa. Kuasa itu terletak pada kemurnian Firman tersebut. Firman Tuhan yang murni pasti berkuasa. Firman Tuhan yang murni pasti disertai kuasa Roh Kudus. Firman yang disampaikan dengan kuasa itu akan mengubah kodrat. Perubahan kodrat terjadi oleh Firman Allah yang hidup dan kekal (1Ptr. 1:23). Kata “hidup” di sini adalah zao (ζάω), yang artinya selain life (hidup) tetapi juga quick (doing something fast atau done without delay; melakukan sesuatu dengan cepat tanpa ditunda). Pemberitaan Firman yang penuh kuasa inilah yang dibutuhkan dunia hari ini.

Hanya Firman Tuhanlah makanan rohani yang dapat membangun kodrat Ilahi dalam kehidupan seseorang. Dalam Matius 4:4 Tuhan Yesus bersabda: … Manusia hidup bukan dari roti saja, tetapi dari setiap firman yang keluar dari mulut Allah). Perhatikanlah kalimat “dari setiap Firman yang keluar dari mulut Allah” (Yun. Epi panti reemati ekporeuomenoo dia stomatos theou, ἐπὶ παντὶ ῥήματι ἐκπορευομένῳ διὰ στόματος θεοῦ). Sedangkan frase “Setiap Firman” (Yun. panti reemati) berarti kebenaran penuh atau lengkap yang tertulis di dalam Alkitab atau yang dipaparkan oleh keempat Injil.

Firman Tuhan harus didengar terus-menerus secara variatif atau lengkap. Perubahan karakter dalam satu aspek mirip dengan pencerahan pikiran atau kesadaran akan kebenaran, yang nantinya menentukan seluruh pandangan hidupnya. Semua ini dikerjakan oleh Roh Kudus melalui pemberitaan Firman atau belajar Firman Tuhan. Firman Tuhan yang murni memiliki pengaruh yang sangat kuat. Firman yang murni (Logos) akan melahirkan Firman dari suara Roh Kudus (Rhema) yang murni pula. Sebaliknya kalau Logos yang didengar salah, maka sering yang dianggap Rhema adalah suara dari dirinya sendiri atau sumber lain.

Bagi orang yang tidak berhasrat diselamatkan atau masih duniawi,
Firman Tuhan yang murni itu bisa dirasa menyakitkan.

Banyak orang Kristen menolak pemberitaan kebenaran Firman yang murni dengan berbagai alasan atau dalih. Dalam kehidupan setiap hari, mereka tidak akan pernah menerima Rhema. Mereka akan semakin terjerat dengan suara yang bukan dari Roh Kudus, sehingga mereka tidak akan pernah mengalami perubahan kodrat. Tuhan Yesus menyatakan bahwa dalam Yohanes 6:63 tertulis Rohlah yang memberi hidup, daging sama sekali tidak berguna. Perkataan-perkataan yang Kukatakan kepadamu adalah roh dan hidup. Memberi hidup dalam teks aslinya adalah zoopoieo (ζωοποιέω), yang artinya bukan hanya memberi hidup, tetapi juga membuat hidup dan membangkitkan (make alive, quicken).

Agar proses membangun atau membangkitkan kodrat Ilahi ini dapat terjadi terjadi, maka orang percaya harus mendengar perkataan Tuhan Yesus yang nuansanya adalah rohani dan menjurus kepada kehidupan yang berkualitas, tidak seperti kehidupan yang dimiliki manusia pada umumnya yang menekankan kebutuhan fisik. Banyak khotbah yang nuansanya adalah pemenuhan kebutuhan jasmani, humanisme atau kemanusiaan dan pengembangan kepribadian (aktualisasi diri) yang berlatar belakang pada pendekatan psikologis. Pemberitaan Firman Tuhan seperti ini bisa membuat orang Kristen menjadi orang baik, tetapi tidak membuat seseorang mengalami perubahan kodrat.